Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Pengenalan Rambu Dan Semboyan Kereta Api Pada Siswa SDN Tambakrama I Kabupaten Ngawi Septiana Widi Astuti; Armyta Puspitasari; Puspita Dewi; Nurul Fitria
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.632 KB) | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4137

Abstract

Pengenalan rambu dan semboyan kereta api merupakan salah satu wujud penanaman pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar dalam mengenal rambu dan semboyan  kereta api khususnya pada perlintasan sebidang kereta api. Seperti diketahui bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang pada umumnya terjadi karena kelalaian pengguna perlintasan dan kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat berlalu lintas di perlintasan sebidang. Dengan adanya pengenalan rambu dan semboyan kereta api diharapkan para siswa sekolah dasar mampu mengetahui dan memahami berbagai jenis rambu dan semboyan kereta api. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SDN Tambakrama I Kabupaten Ngawi dan dan diikuti oleh siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6. Pengenalan semboyan kereta api dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif dengan media visual dan audio visual. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dilakukan kegiatan tanya jawab dengan pertanyaan yang disampaikan kurang lebih dua puluh  pertanyaan dan peserta sangat aktif dan antusias untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa terkait rambu-rambu dan semboyan kereta api pada perlintasan sebidang mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari perubahan skor rata-rata pengetahuan pre-test yaitu 8,83 meningkat menjadi 17,80 pada saat post-test.
Sosialisasi Pemanfaatan Komposit Dalam Perkeretaapian Sebagai Upaya Pengembangan Bahan Ajar Mata Pelajaran IPA Berbasis STEM di MA Tri Bhakti Madiun Nurul Fitria Apriliani; Armyta Puspitasari; Arinda Leliana; Septiana Widi Astuti; Nur Qomariyah Nawafilah
Jurnal Abdimas Berdaya : Jurnal Pembelajaran, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Jurnal Abdimas Berdaya
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jab.v6i1.335

Abstract

Berkembangnya jaman memerlukan SDM yang unggul termasuk dalam penguasaan IPTEK.  Dalam hal tersebut, pembelajaran sains  atau Ilmu Pengetahuan Alam berperan dalam mendorong peserta didik agar mamp8u berpikir kritis, kreatif, logis dan inisiatif dalam menghadapi perkembangan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kurikulum pendidikan terbaru mendorong pembelajaran IPA harus bersifat kontekstual yang artinya menerapkan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik sains. Pembentukan karakter ini dapat dibangun dengan metode pembelajaran dengan pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering dan Mathematics) dengan mengangkat tema tertentu. Material-material baru dalam teknologi seperti komposit dapat diambil sebagai contoh aplikasi dalam pembelajaran IPA sehingga peserta didik tidak hanya terkotak pada materi-materi pembelajaran berupa konsep tetapi mengetahui terkait aplikasi dan kaitan materi-materi dengan teknologi. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan di MA Tri Bhakti  dengan sasaran  guru-guru mata pelajaran IPA dengan  kegiatan sosialisasi material komposit dan aplikasinya khususnya dalam bidang perkeretaapian, sehingga diharapkan dapat menambah referensi  guru dalam mengembangkan bahan ajar IPA  seperti dalam pembelajaran tematik. Hasil evaluasi dari pre-test dan post-test memberikan informasi bahwa terdapat peningkatan pemahaman atau pengetahuan peserta sosialisasi terhadap komposit sebesar  62,7 %.
Pengenalan Awak Sarana Perkeretaapian Pada Siswa Taman Kanak-Kanak Bina Putra Armyta Puspitasari; Adib Kurniawan; Septiana Widi Astuti
KAIBON ABHINAYA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/ka.v5i2.5798

Abstract

The introduction of train-service crew members is a form of broadening the exploration of kindergarten students in getting to know the various professions that exist within the scope of railways. With the introduction of the railway facility crew, it is hoped that kindergarten students will be able to know various types of professions and the duties of each train-service crew member and expand the scientific repertoire and student experience. Community service activities were carried out at the Madiun Indonesian Railways Polytechnic and were attended by Bina Putra Kindergarten students. The introduction of the train-service crew members was carried out using the storytelling method with video media and field trips. Exploration in the field directly was also carried out in order to find out the means used by train-service crew members in a train locomotive. The activity took place enthusiastically and interactively. The results of the implementation of community service can be concluded that: (1) Bina Putra Kindergarten students increase cognitive knowledge by knowing the profession of train-service crew members and their duties, (2) Students explore the facilities used by train-service crew members directly, and (3) Increase sufficient experience in exploring various simple elements in railways.
PENGENALAN SISTEM OPERASI KERETA API PADA KOMUNITAS RAILFANS DAOP EMPAT DENGAN METODE CERAMAH INTERAKTIF Puspita Dewi; Septiana Widi Astuti; Ajeng Tyas Damayanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6172

Abstract

Pengenalan sistem operasi kereta api pada angkutan perkeretaapian perkotaan kepada masyarakat menjadi salah satu hal yang penting, mengingat tingkat otomatisasi bidang perkeretaapian melibatkan sensor-sensor berbasis teknologi informasi. Dengan pemberian materi dengan media visual dan audio-visual terkait dengan sistem operasi perkeretaapian diharapkan peserta mampu memahami dan mengenal bahwa sistem operasi kereta api memiliki beberapa tingkatan sesuai dengan ruang lingkup pengendalian pergerakannya terhadap komunitas pecinta kereta api (Railfans) Daop Empat yang didampingi oleh Humasda PT Kereta Api Indonesia (persero). Dalam rangka mengukur tingkat pengetahuan peserta tentang sistem operasi kereta api, diberikan beberapa pertanyaan pilihan ganda sesuai dengan materi sejumlah 15 (lima belas) pertanyaan di awal (pre-test) dan akhir (post-test) sesi pemberian materi. Para peserta diberikan waktu 15 menit untuk melakukan kegiatan ini, dimana mereka melaksanakannya dengan antusias dan aktif. Berdasarkan hasil penilaian pre-test dan post-test dari para peserta disampaikan bahwa pengetahuan sistem operasi kereta api para peserta meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perubahan rata-rata nilai pada pre-test yang bernilai 7,22 dari 15 poin dan post test 11,10 dari 15 poin. Peningkatan sebesar 53,73% dapat terlihat dari perubahan rata-rata skor yang diperoleh pada peserta untuk daftar pertanyaan yang sama.
Pengenalan Rambu Dan Semboyan Kereta Api Pada Siswa SDN Tambakrama I Kabupaten Ngawi Septiana Widi Astuti; Armyta Puspitasari; Puspita Dewi; Nurul Fitria
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.4137

Abstract

Pengenalan rambu dan semboyan kereta api merupakan salah satu wujud penanaman pemahaman dan kesadaran siswa sekolah dasar dalam mengenal rambu dan semboyan  kereta api khususnya pada perlintasan sebidang kereta api. Seperti diketahui bahwa kecelakaan di perlintasan sebidang pada umumnya terjadi karena kelalaian pengguna perlintasan dan kurangnya pengetahuan serta kesadaran masyarakat berlalu lintas di perlintasan sebidang. Dengan adanya pengenalan rambu dan semboyan kereta api diharapkan para siswa sekolah dasar mampu mengetahui dan memahami berbagai jenis rambu dan semboyan kereta api. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di SDN Tambakrama I Kabupaten Ngawi dan dan diikuti oleh siswa kelas 3 sampai dengan kelas 6. Pengenalan semboyan kereta api dilakukan menggunakan metode ceramah interaktif dengan media visual dan audio visual. Untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa, dilakukan kegiatan tanya jawab dengan pertanyaan yang disampaikan kurang lebih dua puluh  pertanyaan dan peserta sangat aktif dan antusias untuk menjawab pertanyaan tersebut. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat dapat disimpulkan bahwa pengetahuan siswa terkait rambu-rambu dan semboyan kereta api pada perlintasan sebidang mengalami peningkatan, hal ini terlihat dari perubahan skor rata-rata pengetahuan pre-test yaitu 8,83 meningkat menjadi 17,80 pada saat post-test.
PENGENALAN SISTEM OPERASI KERETA API PADA KOMUNITAS RAILFANS DAOP EMPAT DENGAN METODE CERAMAH INTERAKTIF Puspita Dewi; Septiana Widi Astuti; Ajeng Tyas Damayanti
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6172

Abstract

Pengenalan sistem operasi kereta api pada angkutan perkeretaapian perkotaan kepada masyarakat menjadi salah satu hal yang penting, mengingat tingkat otomatisasi bidang perkeretaapian melibatkan sensor-sensor berbasis teknologi informasi. Dengan pemberian materi dengan media visual dan audio-visual terkait dengan sistem operasi perkeretaapian diharapkan peserta mampu memahami dan mengenal bahwa sistem operasi kereta api memiliki beberapa tingkatan sesuai dengan ruang lingkup pengendalian pergerakannya terhadap komunitas pecinta kereta api (Railfans) Daop Empat yang didampingi oleh Humasda PT Kereta Api Indonesia (persero). Dalam rangka mengukur tingkat pengetahuan peserta tentang sistem operasi kereta api, diberikan beberapa pertanyaan pilihan ganda sesuai dengan materi sejumlah 15 (lima belas) pertanyaan di awal (pre-test) dan akhir (post-test) sesi pemberian materi. Para peserta diberikan waktu 15 menit untuk melakukan kegiatan ini, dimana mereka melaksanakannya dengan antusias dan aktif. Berdasarkan hasil penilaian pre-test dan post-test dari para peserta disampaikan bahwa pengetahuan sistem operasi kereta api para peserta meningkat. Hal ini dapat dilihat dari perubahan rata-rata nilai pada pre-test yang bernilai 7,22 dari 15 poin dan post test 11,10 dari 15 poin. Peningkatan sebesar 53,73% dapat terlihat dari perubahan rata-rata skor yang diperoleh pada peserta untuk daftar pertanyaan yang sama.
Managing Safety Risks at Uncontrolled Rail Crossings: The Case of JPL 87 KM 29+745 in Bekasi City Muhamad Nurhadi; Septiana Widi Astuti; Mega Suryandari; Puspita Dewi; Yuanda Patria Tama
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v16i1.723

Abstract

A level crossing is an intersection between a road and a railway line where the intersection is in a horizontal plane. To improve safety in railway operations, it is necessary to monitor both infrastructure, facilities, traffic and human resources. The level of safety is the main factor that is taken into consideration by service users when choosing the mode of transportation to use. Whether on land, sea or air, safety always comes first. Safety is an absolute factor that must be present in every situation, including rail transportation itself. There needs to be collaboration between parties to achieve safety at level crossings. Every level crossing has certain risks. Risk cannot be eliminated, but can be controlled. Risk control is the process of responding to and treating risks, as well as follow-up plans (Hanafi, 2006). It is necessary to identify risks as a basis for steps that must be taken by the relevant parties so that they can be controlled to reduce accidents at level crossings.
Peranan Bahasa Indonesia dalam Peningkatan Pemahaman Masyarakat terhadap Literasi Digital Edi Nyoto Setyo Marsusiadi; Ilham Satrio Utomo; Septiana Widi Astuti; Teguh Arifianto; Muhammad Nabil Zain Nafis
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Komunitas Vol 2, No 2: 2025
Publisher : STAI Nurul Islam Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52620/jpmk.v2i2.492

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengkaji peran Bahasa Indonesia dalam memperkuat literasi digital masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Literasi digital mencakup tidak hanya kompetensi teknis penggunaan perangkat, tetapi juga kemampuan berpikir kritis terhadap informasi, etika komunikasi, serta seleksi konten secara bertanggung jawab. Bahasa Indonesia berfungsi strategis sebagai media penyampaian informasi digital yang mudah diakses oleh berbagai lapisan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan yang menekankan pemakaian Bahasa Indonesia secara efektif dan sesuai kaidah dalam mengakses, memproduksi, serta mendistribusikan informasi digital, melalui metode penyuluhan interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi media digital berbasis konten berbahasa Indonesia. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam mengidentifikasi hoaks, mengkritisi pesan digital, dan menyadari pentingnya etika berbahasa daring. Penggunaan Bahasa Indonesia yang komunikatif juga terbukti efektif menjembatani kesenjangan pemahaman teknologi pada masyarakat dengan latar belakang pendidikan beragam. Kesimpulannya bahasa Indonesia berperan signifikan sebagai instrumen edukatif dalam mewujudkan literasi digital yang inklusif, kritis, dan berkelanjutan.
Optimizing Public EV Charging Station Locations in Denpasar-Bali Using the Set Covering Problem Method Yuwono Wiarco; Ocky Soelistyo Pribadi; Ni Wayan Ryas Ganitri; Septiana Widi Astuti; Bobby Agung Hermawan
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 17 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v17i1.774

Abstract

The transition to electric vehicles (EVs) is an urgent measure to reduce urban emissions and support Indonesia’s sustainable energy agenda. However, the lack of adequate Public Electric Vehicle Charging Stations (SPKLU) remains a key barrier to EV adoption in Denpasar City. This study applies the Set Covering Problem (SCP) method to determine optimal SPKLU placement by analyzing transportation zones and EV ownership data. Findings show that EV ownership in Denpasar has increased on average by 198.7% annually over the past seven years, following an exponential trend ( , R² = 0.85), with projections estimating 396,445 EV units in five years. Based on coverage analysis, a minimum of ten SPKLU locations is needed to serve all sub-districts; five currently exist, and five additional sites are recommended in zones 27, 29, 32, 36, and 41 corresponding to Padangsambian, Ubung Kaja, Peguyangan Kangin, Pemogan, and Serangan. This research contributes a spatial optimization framework for policymakers to strategically expand EV infrastructure and ensure equitable access across urban zones.
Comparative Analysis Of Characteristics, Travel Patterns, And Satisfaction Of Train Users During The 2025 Eid Al-Fitr Transportation At Nganjuk And Madiun Stations Wahyu Tamtomo Adi; Adib Kurniawan; Septiana Widi Astuti; Andri Pradipta; Ocky Soelistyo Pribadi; Dimas Adi Prawira
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 17 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v17i1.786

Abstract

The characteristics of Eid al-Fitr rail passengers can be used as a reference for providing services that meet the needs of rail transportation users. This study aims to analyze and compare the socioeconomic characteristics, travel patterns, mode choice factors, and satisfaction levels of Eid al-Fitr travelers in 2025 with a case study at Nganjuk Station and Madiun Station, East Java. The research used a comparison of quantitative data taken from a questionnaire survey for a total of 1,324 respondents. The results showed that the majority of travelers at both stations were mainly of the productive age, dominated by students/university students, and workers. There were similarities in travel patterns, reasons for mode choice, and the level of satisfaction among respondents who used Eid al-Fitr train transportation. The very high level of satisfaction at both stations indicates that the quality of service is in accordance with the expectations of transportation users. These findings provide strategic recommendations for PT KAI as the operator and the government as the regulator in improving homecoming services by rail transportation.