Juni Gressilda Louisa Sine
Dosen Program Studi Gizi, Poltekkes Kemenkes Kupang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJI TINDAK PARTISIPATIF PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MELALUI PEMBAGIAN MASKER DAN MAKANAN GIZI SEIMBANG DI PASAR OESAO KECAMATAN KUPANG TIMUR -KABUPATEN KUPANG Juni Gressilda Louisa Sine
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Edisi April 2021
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v2i1.150

Abstract

Corona virus Disease-19 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-COV 2 atau Virus Corona. COVID-19 dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh WHO dan ditetapkan Pemerintah sebagai bencana non alam berupa wabah penyakit yang perlu dilakukan langkah-langkah penanggulangan terpadu termasuk keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan COVID-19 adalah segala upaya yang dilakukan oleh seluruh komponen masyarakat dengan menggali potensi yang dimiliki masyarakat agar berdaya dan mampu berperan serta mencegah penularan Covid-19. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan penguatan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya melakukan tindakan pencegahan terhadap penularan Covid-19 bagi diri sendiri dan semua anggota keluarga. Diharapkan agar dari kegiatan ini, masyarakat mengetahui dan lebih paham tentang tindakan pencegahan terhadap penularan Covid-19 melalui pembiasaan menggunakan masker dan menyiapkan makanan sehat dan bergizi. Metode pelaksanaan kagiatan ini adalah “Pendidikan kaji tindak partisipatif bersama masyarakat” berbentuk penyuluhan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dalam bidang kesehatan dan lingkup terkait didalamnya sehingga menyadarkan masyarakat akan pentingnya memelihara kesehatan dan hidup sehat. Tempat pelaksanaannya adalah Warga Pasar Oesao Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada tanggal 8 Mei 2020. Hasil yang diperoleh adalah perubahan presepsi dan tindakan masyarakat tentang pentingnya menggunakan masker untuk tindakan pencegahan selama mereka beraktivitas di pasar bersama para pembeli. Hal ini ditandai dengan jumlah masker yang dibagikan dan masyarakat ikut sama-sama mempraktekkan cara penggunaan masker yang benar. Hasil lain yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya perubahan presepsi masyarakat tentang pentingnya makan makanan bergizi dalam upaya meningkatkan imunitas tubuh agar terhindar dari penularan virus Covid-19.
PEMBERDAYAAN KADER MELALUI TEKNOLOGI PENGOLAHAN IKAN SEBAGAI SUMBER PROTEIN HEWANI DALAM MENCEGAH STUNTING PADA BALITA DI DAERAH TERPENCIL DI PULAU SEMAU KABUPATEN KUPANG Maria Helena Dua Nita Dua Nita; Juni Sine; Maria Goreti Pantaleon; Kristina R. Nenotek
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 3 No. 2 (2022): Volume 3 Nomor 2 Edisi Oktober 2022
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v3i2.212

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Stunting masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Penanganan stunting dilakukan melalui intervensi Gizi Spesifik dan Gizi Sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan dari anak sejak di kandungan sampai berusia 23 bulan. intervensi gizi-spesifik diselenggarakan oleh sektor kesehatan, sedangkan intervensi gizi-sensitif biasanya diselenggarakan oleh sektor lain. Kegiatan pengabdian inidilaksanakan dengan tujuan untuk memberdayakan Kader melalui teknologi pengolahan ikan sebagai sumber protein hewani dalam mencegah Stunting pada Balita di daerah terpencil di Pulau semau Kabupaten Kupang. Diharapkanagar dari kegiatan ini, dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang ikan sebagai sumber protein hewani dalam mencegah stunting dan cara mengolah ikan menjadi snack yang bergizi. Metode pelaksanaan kagiatanini adalah penyuluhan dan praktek bersama masyarakat. Tempat pelaksanaannya adalah Desa Batuinan Semau Kabupaten Kupang pada tanggal 18 Juli 2022. Hasil yang diperoleh setelah kegiatan ini adalah perubahan pengetahuan dan ketrampilan para kader untuk lebih terampil mengolah snack yang menarik dan bergizi dari sumber bahan pangan lokal yang ada disekitar mereka. Hal ini ditandai dengan antusias dari setiap peserta kader saat membuat bola-bola mie ikan dan sempol ikan kelor, selain itu pihak desa juga turut terlibat mendukung kegiatan ini dengan memasukkan dalam salah satu program desa yaitu pemberian makanan tambahan (PMT) bagi Ibu hamil dan anak balita.
Differences in Development of Gross Motor and Fine Motor Skills of Stunting and Non-Stunting Toddlers Aged 36-59 Months Astuti Nur; Juni Gressilda L Sine Sine; Maria Helena Dua Nita
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIKA) Vol. 4 No. 3 (2022): Volume 4 Nomor 3 Desember 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jika.v4i3.294

Abstract

Stunting is a chronic malnutrition condition that has an impact on children's brain development. This study aimed to determine the differences in gross motor and fine motor skills development of toddlers aged 36-59 months between stunting and non-stunted in Kupang City. The type of research utilized was an analytical observation by cross-sectional design. The population was all children receiving Early Childhood Education (PAUD) in Kupang City, as many as 8580 children. The study was carried out in January-May 2022. The sampling technique used random cluster sampling to obtain a sample of 382 children. Nutritional status was obtained using the TB/U indicator. The motor development of toddlers was obtained through the Denver II test. The statistical test used is the chi-square test. The results showed that 22% of toddlers were classified as stunting, 6,8% of toddlers with gross motor skills were classified as suspect, and 36,1% of toddlers with fine motor skills were classified as suspicious (dubious development/failure to test). There were differences in gross and fine motorik development in stunted and non-stunted toddlers with p<0,05. PAUD Managers are expected to be more active in monitoring early childhood growth and development, especially in stunted children. If deviations are discovered or suspected, immediate action can be taken to ensure that growth and development are not disrupted.