Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN AUDIO VISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) TENTANG METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUALA LEMPUING KOTA BENGKULU Rifda Neni; Neni Triana; Suhita Tri Oklaini
Mitra Raflesia (Journal of Health Science) Vol 15, No 1 (2023)
Publisher : LPPM STIKES BHAKTI HUSADA BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51712/mitraraflesia.v15i1.199

Abstract

Latar Belakang : Pendidikan Kesehatan menggunakan Audiovisual merupakan suatu upaya atau kegiatan untuk menciptakan prilaku masyarakat yang kondusif untuk kesehatan melalui media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat masyarakat mampu memperoleh penegtahuan, ketrampilan atau sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Pengaruh Pendidikan Kesehatan Menggunakan Audio Visual Terhadap Tingkat Pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) Tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Wilayah Puskesmas Kuala Lempuing.Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi ekperimen. Desain digunakan dalam penelitian ini adalah pre eksperimen   (one group pre and post design). Populasi pada penelitian ini adalah jumlah Pasangan Usia Subur yang menggunakan KB non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang dari bulan Januari-Juni tahun 2022 yaitu sebanyak 179 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh dari hasil pembagian kuesioner kepada responden di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Hasil : Berdasarkan hasil uji bivariat menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai yang signifikan (2-tailed) sebesar 0.000. Hal ini menandakan bahwa nilai tersebut < 0.005, yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audiovisual terhadap tingkat pengetahuan PUS tentang MKJP.Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan audio visual terhadap tingkat pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di wilayah kerja Puskesmas Kuala LempuingKata kunci : Pendidikan Kesehatan, Audio Visual, Pengetahuan
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Dengan Kesiapsiagaan Gempa Bumi Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu Rifda Neni; Devi Listiana; Rinda Lestari
Jurnal Bidan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) mendefinisikan bencana adalah segala kejadian yang menyebabkan kerugian, gangguan ekonomi, kerugian jiwa manusia, dan kemerosotan kesehatan, serta pelayanan kesehatan dengan skala yang cukup besar, sehingga memerlukan bantuan penanganan lebih besar dan lebih lanjut dari daerah lain yang tidak terkena dampak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap kesiapsiagaan ibu hamil di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu pada Januari-Juni 2022 berjumlah 73 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Untuk menghitung jumlah sample yang akan digunakan adalah rumus slovin. Hasil penelitian didapatkan: (1) Dari 40 orang ibu hamil terdapat 11 orang (27,5%) dengan pengetahuan cukup dan 29 orang (72,5%) dengan pengetahuan baik. (2) Dari 40 orang ibu hamil terdapat 13 orang (32,5%) dengan sikap negatif dan 27 orang (67,5%) dengan sikap positif. (3) Ada hubungan pengetahuan terhadap kesiapsiagaan gempa bumi pada ibu hamil di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu. (4) Ada hubungan antara sikap terhadap kesiapsiagaan gempa bumi pada ibu hamil di Puskesmas Pasar Ikan Kota Bengkulu
Edukasi Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Menyusui Suhita Tri Oklaini; Waytherlis Apriani; Dewi Aprilia Ningsih I; Rifda Neni; Hanifa Hanifa
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKADEMISI
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jpma.v4i2.2000

Abstract

The low coverage of exclusive breastfeeding is still a public health challenge because it has a direct impact on infant health. Factors that cause low coverage of breastfeeding include problems in the breastfeeding process, economic conditions, environmental support, and socio-cultural aspects. Milk production is influenced by the hormone prolactin, while milk production is influenced by the hormone oxytocin. One of the interventions that has been proven to help with breast milk production is oxytocin massage. Based on this, this community service activity was carried out as an effort to increase breast milk production in breastfeeding mothers. The method of the activity is in the form of health counseling to pregnant women in the third trimester with educational media in the form of presentation materials. The activity was complemented by discussions, questions and answers, and demonstrations of the right oxytocin massage techniques to strengthen participants' understanding. The implementation of the activity went well and received enthusiasm from the participants. The results of the activity showed an increase in pregnant women's knowledge about the importance of exclusive breastfeeding and skills in performing oxytocin massage. Thus, this activity is expected to support the increase in exclusive breastfeeding coverage through the empowerment of pregnant and lactating women, as well as a promotive-preventive strategy in maintaining the health of babies in a sustainable manner.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Mahasiswa Dengan Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana Banjir Di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu Rifda Neni; Dewi Aprilia Ningsih.I; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2135

Abstract

Banjir merupakan suatu keadaan dimana air menggenangi suatu wilayah atau tempat yang luas. Banjir tidak dapat dicegah, namun hanya dapat dikendikan dan dikurangi dampak kerugian yang ditimbulkannya dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan pengetahuan dan sikap mahasiswa STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir di STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu. Jenis penelitian dengan metode cross sectional. Populasi penelitian ini mahasiswa STIKES Tri Mandiri Sakti Bengkulu yang berjumlah 814. Teknik pengumpulan sampel pada penelitian ini adalah proportional random sampling didapatkan 90 mahasiswa. Teknik pengumpulan data dengan data primer dan data sekunder. Analisis data dengan analisi univariat dan bivariat menggunakan analisa statistic Chi-Square (x2) dan uji Contingency Coeficient. Hasil penelitian didapatkan Kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir memiliki kesiapsiagaan tinggi sebanyak 57 responden, kesiapsiagaan sedang sebanyak 25 responden dan kesiapsiagaan rendah sebanyak 8 responden. Pengetahuan mahasiswa dalam menghadapi bencana banjir memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 58 responden, pengetahuan cukup sebanyak 21 responden, dan pengetahuan kurang sebanyak 11 responden. Sikap mahasiswa menghadapi bencana banjir memiliki sikap positif sebanyak 81 responden, dan sikap negatif sebanyak 9 responden ada hubungan pengetahuan dan kesiapsiagaan dengan kategori hubungan kuat dan ada hubungan sikap dan kesiapsiagaan dengan kategori hubungan kuat. Diharapkan institusi agar dapat membantu meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana banjir melalui kegiatan penyuluhan dan edukasi mengenai bencana banjir.
Perbedaan Kadar Hb Pada Remaja Putri Pre Menstruasi Dan Post Menstruasi Menggunakan Alat Cek Hb Digital Di SMAN 01 Kota Mukomuko Suhita Tri Oklaini; Pitri Subani; Dewi Aprilia Ningsih I; Rifda Neni; Ranika Hamidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2139

Abstract

Penurunan produksi dan konsentrasi hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia. Adapun batas nilai konsentrasi hemoglobin pada wanita yang tidak hamil adalah: tidak anemia (>/= 12 g/dl), anemia ringan (11,0-11,9 g/dl), anemia sedang (8,0-10,9 g/dl), dan anemia berat (<8 g/dl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri pada saat pre menstruasi dan post menstruasi di SMAN 1 Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel Purposive Sampling. Dimana sampel didapatkan pada saat penelitian berdasarkan kriteria Inklusi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Mukomuko sebanyak 513 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Pre menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 11 orang, dan kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 23 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 8 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 13 orang, dan kadar hb (<8 g/dl) sebanyak 2 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Post menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 21 orang, kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 14 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 9 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 5 orang. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pada saat pre menstruasi dan post menstruasi dengan nilai sig.(2 tailed) / α = 0,042 > 0,05. Harapan kedepan untuk SMAN 01 Kota Mukomuko nantinya dapat lebih peduli tentang kesehatan remaja putri khususnya dengan salah satu caranya yakni turut mendukung dan menjalankan program pencegahan anemia yang focus program ini ditujukan kepada remaja putri. Hal ini karena dari remaja putri inilah nantinya lahir putra putri calon penerus kemajuan suatu bangsa