Septiana Ningtyas
ITB Swadharma

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SISTEM INFORMASI PENDATAAN IMUNISASI BERBASIS WEB PADA PUSKESMAS KELURAHAN PENJARINGAN Septiana Ningtyas; Ike Kurniati; Anwar Ma’ruf
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 3, No 1 (2023): JURNAL JRIS EDISI JANUARI 2023
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol3no1.292

Abstract

The Human health has a very broad scope both from lifestyle, disease prevention to healing. Children are immunized, meaning they are given immunity against a certain disease. The fact of recording and reporting this activity in the field has several obstacles, such as if the mother forgot to bring or lost the record about her baby's previous immunizations, or the report book from the officer was damaged or lost. This affects the officer's report to the next level. Conditions like this can affect the health of the baby. Because officers have difficulty seeing the data on the actions that have been taken. Based on the background of the problem, this research will discuss how to build a system that can be used to collect data on the implementation of immunization activities at the Penjaringan village health center. The aim of this research is to build a system that can assist officers in recording their activities. Technological Feasibility for Systems that are technologically designed are declared feasible, provide convenience for users and can help to store a child's immunization history.Kesehatan manusia memiliki cakupan yang sangat luas baik dari pola hidup, pencegahan penyakit sampai dengan penyembuhannya. Anak diimunisasi, berarti diberikan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu. Fakta tentang pencatatan dan pelaporan kegiatan ini di lapangan memiliki beberapa kendala, seperti jika sang ibu lupa membawa atau menghilangkan catatan tentang imunisasi bayi mereka yang sebelumnya, atau buku laporan dari petugas rusak atau hilang. Hal ini mempengaruhi laporan petugas ke jenjang berikutnya. Kondisi seperti ini dapat mempengaruhi kesehatan sang bayi. Karena petugas kesulitan melihat data tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan latar belakang permasalahannya, maka penelitian ini, yang akan dibahas bagaimana membangun sebuah sistem yang dapat digunakan untuk melakukan pendataan pelaksanaan kegiatan imunisasi di Puskesmas kelurahan Penjaringan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun sebuah sistem yang dapat membantu petugas dalam mendata kegiatannya. Kelayakan Teknologi bagi Sistem yang dirancang secara teknologi dinyatakan layak, memberikan kemudahan bagi penggunanya dan dapat membantu untuk menyimpan riwayat imunisasi anak
RANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KARYAWAN TERBAIK DENGAN METODE PENILAIAN 360 DEGREE FEEDBACK BERBASIS WEB PADA PT. INDONESIA MARINE TRANSPORTATION Septiana Ningtyas; Taufiqurrochman Taufiqurrochman; Rhema Arief Rahman
JRIS : Jurnal Rekayasa Informasi Swadharma Vol 3, No 2 (2023): JURNAL JRIS EDISI JULI 2023
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jris.vol3no2.323

Abstract

PT. Indonesia Marine Transportation is a company engaged in shipping services via sea. This company has several problems in human resource management, one of which is employee assessment. The employee appraisal process is still subjective and manual, so determining the best employee takes time. The formulation of the problem discussed is: how to design the best employee appraisal decision support system application using the 360 degrees feedback assessment method. This method is a multi-source assessment that involves appraisals from managers, subordinates, co-workers, oneself, and even customers. The purpose of this study is to design a decision support system application for evaluating the best employees by applying the 360-degree feedback assessment method.Untuk menghindari komplain dan kesalahan dalam penghitungan nilai terhadap pemilihan karyawan perlu dibangun sebuah sistem penunjang keputusan. Sistem ini dibangun dengan menerapkan metode penilaian 360 Degrees Feedback. Metode ini adalah penilaian multisumber yang melibatkan penilaian dari manajer, bawahan, rekan kerja, diri sendiri, bahkan pelanggan. PT. Indonesia Marine Transportation, perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa pengiriman via laut.  Perusahaan ini memiliki beberapa masalah dalam manajemen sumber daya manusia salah satunya penilaian karyawan. Proses penilaian karyawan masih bersifat subjektifitas dan manual sehingga untuk menentukan karyawan terbaik membutuhkan waktu. Rumusan masalah yang dibahas yaitu: bagaimana merancang aplikasi sistem penunjang keputusan penilaian karyawan terbaik dengan metode. Tujuan dari penelitian ini untuk merancang aplikasi sistem penunjang keputusan penilaian karyawan terbaik dengan menerapkan metode penilaian 360degree feedback yang dapat membantu menentukan karyawan terbaik.
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI LI-FI (LIGHT FIDELITY) SEBAGAI PENDUKUNG OPTIMALISASI KONEKSI IOT PADA SMART HOME Usanto S; Adi Sopian; Christine Sientta Dewi; Riza Syahrial; Septiana Ningtyas; Lela Nurlaela
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 5, No 2 (2025): JEIS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol5no2.772

Abstract

Communication technology continues to advance, with Light Fidelity (Li-Fi) emerging as an innovation offering high transmission speeds, low latency, and energy efficiency. This study aims to evaluate the potential of Li-Fi as a connectivity solution for the Internet of Things (IoT) in smart homes in Indonesia, considering the limitations of Wi-Fi, which often experiences interference, high latency, and significant energy consumption. The research employs a field experiment approach in a smart home simulation that encompasses IoT devices, such as bright lights, security cameras, and thermostats, alongside interviews with users, developers, and technology practitioners. The findings reveal that Li-Fi achieves an average speed of 8.5 Gbps with a latency of 1.2 milliseconds, significantly outperforming Wi-Fi, which only reaches 450 Mbps and a latency of 15 milliseconds. Li-Fi also demonstrates superior energy efficiency, requiring just 0.2 watts per GB of data compared to Wi-Fi's 1.5 watts. Furthermore, network interference is virtually undetectable with Li-Fi, making it an ideal solution for densely populated urban environments. Interviews indicate that smart home users desire fast and stable connectivity but identify initial costs and a lack of education as key challenges. The study concludes that Li-Fi has significant potential to address IoT connectivity challenges in smart homes, offering benefits such as energy efficiency, high speed, and connection stability. However, its implementation requires the development of new hardware, user education, and adequate regulatory support. With a holistic strategy, Li-Fi could become a cornerstone in the development of efficient, secure, and sustainable smart homes, while also supporting other sectors such as education and healthcare in Indonesia.Teknologi komunikasi terus berkembang, dengan Light Fidelity (Li-Fi) muncul sebagai inovasi yang menawarkan kecepatan transmisi tinggi, latensi rendah, dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi Li-Fi sebagai solusi konektivitas Internet of Things (IoT) dalam rumah pintar (smart home) di Indonesia, mengingat keterbatasan Wi-Fi yang sering mengalami interferensi, latensi tinggi, dan konsumsi energi besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen lapangan pada simulasi rumah pintar yang mencakup perangkat IoT seperti lampu pintar, kamera keamanan, dan termostat, serta wawancara dengan pengguna, pengembang, dan praktisi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Li-Fi mencapai kecepatan rata-rata 8,5 Gbps dengan latensi 1,2 milidetik, jauh lebih baik dibandingkan Wi-Fi yang hanya mencapai kecepatan 450 Mbps dan latensi 15 milidetik. Li-Fi juga lebih hemat energi, hanya membutuhkan daya 0,2 watt per GB data, dibandingkan Wi-Fi yang memerlukan 1,5 watt. Selain itu, interferensi jaringan hampir tidak terdeteksi pada Li-Fi, menjadikannya solusi ideal untuk lingkungan urban yang padat perangkat. Wawancara mengungkapkan bahwa pengguna rumah pintar menginginkan konektivitas yang cepat dan stabil, namun mengidentifikasi biaya awal dan kurangnya edukasi sebagai tantangan utama. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Li-Fi memiliki potensi besar untuk mengatasi kendala konektivitas IoT pada rumah pintar, dengan manfaat yang mencakup efisiensi energi, kecepatan tinggi, dan stabilitas koneksi. Namun, implementasi Li-Fi membutuhkan pengembangan perangkat keras baru, edukasi pengguna, dan dukungan regulasi yang memadai. Dengan strategi yang holistik, Li-Fi dapat menjadi pilar utama dalam pengembangan rumah pintar yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan di Indonesia.