Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI LI-FI (LIGHT FIDELITY) SEBAGAI PENDUKUNG OPTIMALISASI KONEKSI IOT PADA SMART HOME Usanto S; Adi Sopian; Christine Sientta Dewi; Riza Syahrial; Septiana Ningtyas; Lela Nurlaela
JEIS: Jurnal Elektro dan Informatika Swadharma Vol 5, No 2 (2025): JEIS EDISI JULI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/jeis.vol5no2.772

Abstract

Communication technology continues to advance, with Light Fidelity (Li-Fi) emerging as an innovation offering high transmission speeds, low latency, and energy efficiency. This study aims to evaluate the potential of Li-Fi as a connectivity solution for the Internet of Things (IoT) in smart homes in Indonesia, considering the limitations of Wi-Fi, which often experiences interference, high latency, and significant energy consumption. The research employs a field experiment approach in a smart home simulation that encompasses IoT devices, such as bright lights, security cameras, and thermostats, alongside interviews with users, developers, and technology practitioners. The findings reveal that Li-Fi achieves an average speed of 8.5 Gbps with a latency of 1.2 milliseconds, significantly outperforming Wi-Fi, which only reaches 450 Mbps and a latency of 15 milliseconds. Li-Fi also demonstrates superior energy efficiency, requiring just 0.2 watts per GB of data compared to Wi-Fi's 1.5 watts. Furthermore, network interference is virtually undetectable with Li-Fi, making it an ideal solution for densely populated urban environments. Interviews indicate that smart home users desire fast and stable connectivity but identify initial costs and a lack of education as key challenges. The study concludes that Li-Fi has significant potential to address IoT connectivity challenges in smart homes, offering benefits such as energy efficiency, high speed, and connection stability. However, its implementation requires the development of new hardware, user education, and adequate regulatory support. With a holistic strategy, Li-Fi could become a cornerstone in the development of efficient, secure, and sustainable smart homes, while also supporting other sectors such as education and healthcare in Indonesia.Teknologi komunikasi terus berkembang, dengan Light Fidelity (Li-Fi) muncul sebagai inovasi yang menawarkan kecepatan transmisi tinggi, latensi rendah, dan efisiensi energi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi Li-Fi sebagai solusi konektivitas Internet of Things (IoT) dalam rumah pintar (smart home) di Indonesia, mengingat keterbatasan Wi-Fi yang sering mengalami interferensi, latensi tinggi, dan konsumsi energi besar. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen lapangan pada simulasi rumah pintar yang mencakup perangkat IoT seperti lampu pintar, kamera keamanan, dan termostat, serta wawancara dengan pengguna, pengembang, dan praktisi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Li-Fi mencapai kecepatan rata-rata 8,5 Gbps dengan latensi 1,2 milidetik, jauh lebih baik dibandingkan Wi-Fi yang hanya mencapai kecepatan 450 Mbps dan latensi 15 milidetik. Li-Fi juga lebih hemat energi, hanya membutuhkan daya 0,2 watt per GB data, dibandingkan Wi-Fi yang memerlukan 1,5 watt. Selain itu, interferensi jaringan hampir tidak terdeteksi pada Li-Fi, menjadikannya solusi ideal untuk lingkungan urban yang padat perangkat. Wawancara mengungkapkan bahwa pengguna rumah pintar menginginkan konektivitas yang cepat dan stabil, namun mengidentifikasi biaya awal dan kurangnya edukasi sebagai tantangan utama. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Li-Fi memiliki potensi besar untuk mengatasi kendala konektivitas IoT pada rumah pintar, dengan manfaat yang mencakup efisiensi energi, kecepatan tinggi, dan stabilitas koneksi. Namun, implementasi Li-Fi membutuhkan pengembangan perangkat keras baru, edukasi pengguna, dan dukungan regulasi yang memadai. Dengan strategi yang holistik, Li-Fi dapat menjadi pilar utama dalam pengembangan rumah pintar yang efisien, aman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung berbagai sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan di Indonesia.
LITERASI DIGITAL BAGI KARANG TARUNA RW 08 GELAM JAYA UNTUK MENDUKUNG PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL Usanto Usanto; Adi Sopian; Nur Sucahyo; Yogasetya Suhanda; Christine Sientta Dewi; Riza Syahrial; Jelman Nasri; Taufiqqurahman Taufiqqurahman; Satrio Broto; Jhon Larsen
SWADIMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 3, No 1 (2025): SWADIMAS EDISI JANUARI 2025
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/swadimas.vol3no1.675

Abstract

This Community Service (PkM) activity is conducted to develop digital literacy among the Karang Taruna RW 08, Gelam Jaya Village, Pasar Kemis. Digital literacy is very important in the digital era, especially for the younger generation, so they not only become users of technology but also creators who can utilize technology productively to support the local economy. This activity uses the Community Based Participatory method with the following stages: (1) initial observation and needs mapping to understand the participants' digital literacy conditions and the local economic potential that can be developed, (2) digital literacy training and workshops covering technical skills in using social media, e-commerce, and entrepreneurial mindset, and (3) mentoring and monitoring stages to ensure the implementation of the taught skills. The activity results show a significant increase in the participants' understanding and skills in digital literacy. After the training, 80% of the participants were able to create creative and effective promotional content, use business features on social media, and understand basic strategies in digital marketing. This program also contributes to the local economy with a 15-20% increase in product sales within one month. This PkM activity has successfully bridged the participants' digital skills gap. It has positively impacted the local economic potential through the creative and productive use of digital technology.Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk mengembangkan literasi digital di kalangan remaja Karang Taruna RW 08, Kelurahan Gelam Jaya, Pasar Kemis. Literasi digital sangat penting di era digital, terutama untuk generasi muda, agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi tetapi juga kreator yang dapat memanfaatkan teknologi secara produktif dalam mendukung ekonomi lokal. Kegiatan ini menggunakan metode Community Based Participatory dengan tahapan: (1) observasi awal dan pemetaan kebutuhan untuk memahami kondisi literasi digital peserta serta potensi ekonomi lokal yang bisa dikembangkan, (2) pelatihan dan workshop literasi digital yang mencakup keterampilan teknis penggunaan media sosial, e-commerce, dan pola pikir kewirausahaan, dan (3) tahap pendampingan dan monitoring untuk memastikan implementasi keterampilan yang diajarkan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan literasi digital para peserta. Setelah pelatihan, 80% peserta mampu membuat konten promosi yang kreatif dan efektif, menggunakan fitur bisnis di media sosial, serta memahami strategi dasar dalam pemasaran digital. Program ini juga berkontribusi pada peningkatan ekonomi lokal dengan kenaikan penjualan produk sebesar 15-20% dalam satu bulan. Kegiatan PkM ini telah berhasil menjembatani kesenjangan keterampilan digital peserta dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan potensi ekonomi lokal melalui pemanfaatan teknologi digital secara kreatif dan produktif.