Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pelatihan dan Penyuluhan Pembibitan Tanaman Buah di Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Erlita Chaniago; Aisyah Lubis; Nurma Ani; Farida Hariani
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 1 No. 1 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v1i1.54

Abstract

Salah satu perbanyakan tanaman yang paling mudah dilakukan secara massal dan biayanya murah adalah perbanyakan melalui biji atau perbanyakan secara generatif (seksual). Dalam perbanyakan secara generatif, biji digunakan sebagai alat perbanyakan. Perbanyakan tanaman secara generatif memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan perbanyakan tanaman secara generatif adalah tanaman baru bisa diperoleh dengan mudah dan cepat, biaya yang dikeluarkan relatif murah, umur tanaman lebih lama, tanaman yang dihasilkan memiliki perakaran yang lebih kuat . Sedangkan kelemahan perbanyakan secara generatif adalah tanaman baru yang dihasilkan belum tentu memiliki sifat yang sama dengan tanaman induknya, varietas baru yang muncul belum tentu lebih baik, waktu berbuah lebih lama dan kualitas tanaman baru diketahui setelah tanaman berbuah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat tentang teknik pembibitan tanaman buah. Metode yang diberikan adalah dengan cara diskusi dan bermusyawarah bagaimana cara atau teknik pembibitan tanaman buah dan selanjutnya dilakukan pelatihan pembibitan. Setelah itu kita tetap melakukan evaluasi dan monitoring kegiatan. Hasil yang diperoleh masyarakat sudah mengetahui dan memahami hal-hal yang harus disiapkan dalam pembibitan mulai dari penyiapan media tanam , pembuatan naungan, perkecambahan sampai pemindahan bibit di polybag. Dan kesimpulannya masyarakat paham teknik pembibitan tanaman.
Penyuluhan pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga dimasa pandemi di desa bakaran batu kecamatan batang kuis Kabupaten Deli Serdang Erlita Chaniago; Aisyah lubis; Dermawan Hutagaol; Farida Hariani; Nurma Ani
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 2 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v2i1.112

Abstract

Dimasa pandemi saat ini umumnya masyarakat enggan untuk berobat ke Rumah Sakit, dengan berbagai macam alasan. Tanaman obat keluarga (TOGA) menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan, dengan pertimbangan karena dapat dimanfaatkan untuk kesehatan. Tanaman obat dapat dijadikan obat yang aman, tidak mengandung bahan kimia, murah, dan mudah didapat.Gaya hidup kembali ke alam, saat ini semakin meningkat, seiring dengan kesadaran masyararakat terhadap bahaya yang ditimbulkan oleh bahan bahan kimia, baik yang terkandung dalam makanan ataupun obat-obatan. Dampak dari itu penggunaan obat-obat tradisional sudah kembali membudaya di Indonesia.Indonesi sangat kaya akan keanekaragaman hayati, diantaranya berupa ratusan jenis tumbuhan/tanaman obat. Tumbuhan tersebut banyak dimanfaatkan selain untuk penyembuhan dan pencegahan penyakit, juga untuk peningkatan daya tahan tubuh, serta pengembalian kesegaran yang pada akhirnya meningkatkan kesehatan masyarakat.Jenis tanaman obat, pada umumnya lebih banyak tumbuh sebagai tanaman liar, akan tetapi pada saat ini tanaman obat banyak ditanam di kebun dan dilahan pekarangan. Oleh karena itu bibit tanaman obat banyak dibutuhkan oleh masyarakat untuk ditanam di lahan pekarangan.Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pemanfatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga (TOGA) . Metode yang diberikan adalah dengan cara penyuluhan ,diskusi dan bermusyawarah tentang pemanfaatan pekarangan dengan tanaman obat keluarga. Dan kesimpulanya masyarakat paham bagaimana memanfaatkan pekarangan dengan menanam tanaman obat-obatan
Growth and production of pakchoy (brassisca rapa l.) Due to the application of bioboost fertilizer and sugarcane bagasse compost Aisyah Lubis; Iwan Hasrizart; Erlita Chaniago
Jurnal Scientia Vol. 13 No. 01 (2024): Education, Sosial science and Planning technique, 2024
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims uto knowgrowth and production of pak choy (brassisca rapa L.) plants due to the application of Bioboost fertilizer and bagasse compost. This research was carried out on community agricultural land. Asam Kumbang Village, Medan Selayang District. North Sumatra Province. This research was carried out in April 2023 to June 2023. This research used a Randomized Block Factorial Design with 2 factors studied and 3 replications where the first factor was Bioboost fertilizer (B), consisting of 4 levels, namely: B0 = 0 ml (not given Bioboost fertilizer), B1 = 10 ml/1 liter of water , B2 = 20 ml/1 liter of water, B3 = 30 ml/1 liter of water. The second factor is Sugarcane Bagasse Compost(T), consisting of4levels are:T0 = 0 Kg (without using bagasse compost), T1 = 0.5 kg/plot, T2 = 1 kg/plot, T3 = 1.5 kg/plot. The parameters observed were number of leaves, leaf width and plant weight per plot. The research results show that providing bioboost fertilizersignificantly different for leaf width parameters and pakchoy weight parameters per plot but not significantly different for leaf number parameters.Pemberiansugarcane bagasse compost and iInteraction of providing bagasse compost and bioboost fertilizerhas no significant effect on all parameters
Penanaman Mangrove untuk menjaga Pelestarian ekosistem pantai di Desa Nagalawan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Erlita Chaniago; Aisyah Lubis; Iwan Hasrizart
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 4 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v4i1.326

Abstract

Mangrove forests on the coast are expected to maintain coastal stability. Mangrove trees can preserve coastal ecosystems, where it is known that one of the functions of mangroves is that they are a place for flora and fauna to live. Apart from that, mangroves also have the function of maintaining water and air quality and also function to maintain climate and weather. The role of mangroves in maintaining the balance of the ecosystem is so important, so it is appropriate for students of the agricultural faculty of the Agrotechnology study program to take an active role in preserving mangrove forests. It is hoped that in the future this will continue for other coastal areas in the North Sumatra region to maintain the stability of the coastal ecosystem
Pemanfaatan Kompos Kulit Buah dan Pupuk Organik Cair dari Kulit Buah Jus untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Erlita Chaniago; Asmara Sari Nasution; Mustofa Akhyar
Jurnal Agrofolium Vol. 1 No. 1 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Gedong Johor, Medan Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah pupuk kompos kulit buah (K) yang terdiri dari 5 taraf yaitu K0 = tanpa pupuk kompos , K1 = 2 kg plot-1, K2 = 4 kg plot-1, K3 = 6 kg plot-1, K4 = 8 kg plot-1. Faktor kedua adalah pupuk organik cair kulit buah (jus) (P) terdiri dari 2 taraf yaitu P0 = tanpa pupuk organik cair kulit buah (0%), P1=50% (volume). Hasil penelitian pemberian pupuk kompos kulit buah berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, bobot tanaman segar per plot dan bobot tanaman segar per sampel. Pemberian pupuk organik cair kulit buah (jus) berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman dan bobot tanaman segar per plot. sedangkan interaksi perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap parameter bobot tanaman segar per plot dan parameter bobot tanaman segar persampel
Pupuk Organik Cair Azolla (Azolla pinnata) dan Pupuk Kandang Ayam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L ) Erlita Chaniago; Nurma Ani; Farida Hariani; Afriska Ristanti
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Gedung Johor, Medan Propinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah pupuk organik cair azolla (K) yang terdiri dari 4 taraf yaitu K0 = tanpa pupuk organik cair azolla, K1 = 25 mlliter-1 air, K2 = 50 mlliter-1 air, K3 = 75 mlliter-1 air. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam (N) terdiri dari 3 taraf yaitu N0 = tanpa pupuk kandang ayam, N1 = 1,5 kg plot-1, N2 = 3 kg plot-1. Hasil peneltian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair azolla serta interaksi pupuk organik cair azolla dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua pengamatan. Pemberian pupuk kandang ayam terhadap parameter tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun dan jumlah daun 6 MST, luas daun 4 MST, berat basah tanaman per sample dan per plot pada perlakuan N1 merupakan perlakuan tertinggi .
Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Aisyah Lubis; Erlita Chaniago; Dermawan Hutagaol; Fachry Gunawan
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi dan kualitas tanaman jagung manis dapat dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya dengan cara pemupukan baik pupuk organik maupun pupuk kimia (anorganik). Kecenderungan penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Trichoderma dan Kompos Ampas Tahu serta interaksinya terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yang diteliti, yaitu Trichoderma (T) 4 taraf dan Kompos Ampas Tahu (A) 3 taraf yang terdiri dari 12 kombinasi dengan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah Trichoderma (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T0 = 0 g tanaman-1, T1 = 10 g tanaman-1, T2 = 20 g tanaman-1, T3 = 30 g tanaman-1. Faktor kedua adalah kompos ampas tahu (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu A0 = 0 kg  plot-1, A1 = 2 kg plot-1, A2 = 4 kg plot-1. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), Luas daun (cm2) dan berat tongkol berkelobot plot-1 (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Trichoderma berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter. Pemberian kompos ampas tahu berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berpengaruh sangat nyata terhadap luas daun pada umur 6 minggu setelah tanam, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap bobot tongkol per plot. Sedangkan interaksi perlakuan Trichoderma dan kompos ampas tahu berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter.
Pupuk Cair Daun Lamtoro dan Pupuk Kandang Puyuh terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kailan (Brassica oleraceae L.) Decy Azzahra Rizqika; Erlita Erlita; Iwan Hasrizat
Jurnal Agrofolium Vol. 2 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kailan termasuk dalam kelompok tanaman sayuran daun yang memiliki nilai ekonomi tinggi memiliki prospek yang cukup bagus untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk cair daun lamtoro dan pupuk kandang puyuh terhadap pertumbuhan dan produksi kailan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial dengan 2 faktor yang diteliti faktor pertama, pupuk cair daun lamtoro (C) terdiri dari 4 taraf yaitu: (C0), tanpa perlakuan (kontrol), (C1),50 ml 950 ml air-1, (C2), 100 ml 900 ml air-1, (C3), 150 ml 850 ml air-1. Faktor kedua adalah pupuk kandang puyuh (U) terdiri dari 3 taraf yaitu: (U0), tanpa perlakuan (kontrol), (U1), 1.1 kg plot-1 , (U2), 2.2 kg plot-1. Hasil peneltian menunjukkan perlakuan pupuk cair daun lamtoro berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, berat segar tanaman per sampel, berat segar tanaman per plot dan luas daun. Perlakuan pupuk kandang puyuh berpengaruh nyata terhadap jumlah daun, berat segar tanaman per sampel, berat segar tanaman per plot, luas daun dan berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Sedangkan interaksi pupuk cair daun lamtoro dan pupuk kandang puyuh tidak berpengaruh nyata pada semua parameter pengamatan.
Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Pisang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) M. Ocky Andrean Syahputra; Farida Hariani; Erlita Chaniago
Jurnal Agrofolium Vol. 3 No. 1 (2023): 28 Februari 2023
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v3i1.259

Abstract

The purpose of this study was to determine the application of chicken manure and liquid organic fertilizer (POC) banana peels on the growth and production of shallots (Allium ascalonicum L.) and their interactions. This study used a factorial randomized block design with 2 factors studied and 3 replications where the first factor was chicken manure (A) consisting of 4 levels, namely A0 = no treatment (control), A1 = 1.4 kg plot-1 (20 tons ha-1), A2 = 2.8 kg plot-1 (40 tons ha-1) and A3 = 4.2 kg plot-1. The second factor is liquid organic fertilizer (POC) banana peel (P) consisting of 3 levels, namely P0 = no treatment (control), P1 = 150 ml liter-1 of water, P2 = 300 ml liter-1 of water. Parameters observed were plant height (cm), number of tillers (clump), weight of fresh tuber plant-1 (g), and weight of fresh tuber plot-1 (g). The results showed that the application of chicken manure had a very significant effect on the parameters of plant height, significantly on the parameters of the number of tillers, weight of fresh tubers plant-1, and weight of fresh tubers plot-1.
Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Organik Cair Buah Busuk Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Erlita Erlita; Iwan Hasrizart
Jurnal Agrofolium Vol. 4 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v4i1.340

Abstract

Cattle Manure and Rotten Fruit Liquid Organic Fertilizer on the Growth and Production of Green Beans (Vigna radiata L.) The aim of the study was to determine the application of cow manure and rotten fruit liquid organic fertilizer and their interactions on the growth and production of green beans (Vigna radiata L) ”. The research was conducted in Kedai Damar Village, Tebing Tinggi District, Serdang Bedagai District, North Sumatra Province. Held in December 2022 s.d. April 2023. This study used Factorial RAK with 2 factors studied with 3 repetitions. The first factor was cow manure (K) consisting of 4 levels, namely K0 = no treatment (control), K1 = 4 kg per plot, K2 = 8 kg per Plot, K3 = 12 kg per Plot. The second factor was rotten fruit liquid fertilizer (C), which consisted of 4 levels, namely C0 = no treatment (control), C1 = 25 ml liter-1 of water, C2 = 50 ml liter-1 of water, C3 = 75 ml liter-1 of water. The results showed that the application of cow manure had a very significant effect on the parameters of the number of pods per sample, the number of pods per plot, the weight of 100 seeds per sample and the weight of 100 seeds per plot. The application of rotten fruit liquid organic fertilizer had a significant effect on the weight parameter of 100 seeds per sample. While the interaction has a very significant effect on the weight parameter of 100 seeds per sample and has a significant effect on the number of leaves parameter