Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor - faktor Sosial Demografi yang Berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Santi Oktavia; Endang Budiati; Ferizal Masra; Dewi Rahayu; Bambang Setiaji
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.857 KB)

Abstract

Deteksi dini dengan mengidentifikasi karakteristik akan meningkatkan pemahaman risiko dan perkembangan intervensi yang efektif. Faktor  resiko yang berhubungan dengan kejadian DM, yaitu faktor sosio demografi, perilaku   dan keadaan klinis atau mental individu. Faktor sosio demografi diantaranya adalah  usia, jenis kelamin, pekerjaan, tingkat pendidikan dan status perkawinan. Tujuan penelitian Untuk mengetahui factor – factor Sosial Demografi yang berhubungan dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan Tahun 2021. Desain penelitian deskriptif  analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian 108 responden, teknik pengambilan sampel stratified random sampling. Metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner, hasil uji validitasnya adalah 0,423 sedangkan hasil reliabilitasnya adalah 0.937 .  Data dianalisis dengan menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menggunakan uji fisher didapatkan p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara usia dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2, p-value 0,000 ada hubungan antara jenis kelamin dengan Diabetes Melitus tipe 2, p-value 0,008 ada hubungan antara variable Pendidikan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2, p-value 0,000 ada hubungan antara variable Pekerjaan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2. p-value 0,000 yang artinya ada hubungan antara variable Pekerjaan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2, p-value 0,024 yang artinya ada hubungan antara variable Aktifitas fisik dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2 p-value 0,021 < 0,005yang artinya ada hubungan antara variable Pola Makan dengan kejadian Diabetes Melitus tipe 2.
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Katuk Terhadap Produksi Asi Pada Ibu Menyusui Di Posyandu Anggrek Desa Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 Ditha Sheilla Fathul Amanah; Santi Oktavia; Tubagus Erwin
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 1 No. 2 (2023): NJMS - September 2023
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menjaga kualitas ASI, ibu harus mengikuti pola makan dengan prinsip gizi seimbang dan mengkonsumsi beragam makanan, terutama sayuran berwarna hijau yang baik untuk melancarkan ASI, seperti daun katuk, daun bayam, brokoli, dan daun pepaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahui Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Posyandu Anggrek Desa Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian quasy eksperimen dengan pendekatan dalam penelitian ini adalah one group Pre-test – Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui pada bayi usia 0-6 bulan yang ada Di Posyandu Anggrek 1, 2, 3 dan 4 Desa Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Periode Januari- Maret 2023 berjumlah 53 orang, Sehingga di dapatkan sampel sejumlah 27 responden. Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Berdasarkan uji paired t-test, diketahui Ada Pengaruh Pemberian Sayur Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di Posyandu Anggrek Desa Kalirejo Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2023 dengan nilai p-value 0,000 atau p-value < 0,05. Diharapkan kepada ibu dengan bayi usia 0-6 bulan agar dapat meningkatkan produksi ASI salah satunya dengan cara rutin mengkonsumsi sayur daun katuk selama proses menyusui .
The effect of finger painting on socio-emotional development of preschool children aged 5-6 years Raniana Aknes Pertiwi; Santi Oktavia; Yuli Lestari
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 12 (2026): March Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i12.2844

Abstract

Background: Social-emotional development is an important aspect of early childhood development because it helps children interact and adapt to their environment. Appropriate stimulation is needed to support optimal social-emotional development in preschool children. One form of stimulation that can be given is finger painting activities which can encourage creativity, emotional expression, and social interaction among children. Purpose: To determine the effect of finger painting on the socio-emotional development of preschool children aged 5–6 years. Method: This study used a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The population in this study were children aged 5–6 years at PAUD Al Barokah Labuhan Ratu, East Lampung. The sample consisted of 20 children using a total sampling technique. The instrument used was a social-emotional development observation sheet adapted from the child development achievement standards based on Permendikbud No. 137 of 2014. Data analysis was carried out using univariate and bivariate analysis with the Wilcoxon test at a significance level of 95% (α = 0.05). Results: The results showed that the average score of children's socio-emotional development before the intervention was 2.20 and increased to 3.80 after the finger-painting intervention, with a mean difference of 1.60. The statistical test results obtained a p-value of 0.000 (<0.05), indicating that there was a significant effect of finger painting on the socio-emotional development of preschool children aged 5–6 years. Conclusion: Finger painting has a significant effect on improving the socio-emotional development of preschool children aged 5-6 years. Suggestion: Parents and teachers are encouraged to provide creative stimulation activities such as finger painting regularly to support children's socio-emotional development.