Abdul Gani
Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Guru PAI Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Peroyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMA Negeri 1 Raja Ampat Adeh Kurnia; Abdul Gani; Zulkifli
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i1.4393

Abstract

Abstrak : Pendidikan di Indonesia telah melewati berbagai proses perkembangan, termasuk perkembangan kurikulum pembelajaran. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai orientasi baru pendidikan dalam meningkatkan karakter pancasilais siswa Indonesia dengan 6 elemen diantaranya siswa yang berakhlak mulia, berkebhinekaan global, gotong royong, mandiri, kreatif serta bernalar kritis. Untuk mewujudkan ke-enam elemen tersebut tentunya membutuhkan peran dari guru Pendidikan Agama Islam sebagai fasilitator maupun mediator sehingga guru Pendidikan Agama Islam dituntut untuk memiliki strategi yang tepat dalam pengaplikasian P5 pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahiu bagaimana strategi guru PAI dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan bagaimana hasil yang dicapai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis komponensial yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Strategi yang digunakan Guru PAI untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) baik dalam intrakulikuler maupun kokulikuler yaitu: Strategi Inquiry Learning, Strategi Problem Based Learning, Strategi Project Bsed Learning, Strategi Discovery learning, Strategi Saintifik Learning. 2)Hasil yang dicapai dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yaitu: Meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa, Meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik, Membangun jiwa sosial, Meningkatan kepercayaan diri siswa dan Membangun karakter kislaman pada diri siswa. Kata Kunci: Pendidikan, Strategi, Berpikir Kritis, P5 Abstract: Education in Indonesia has undergone various developmental processes, including curriculum development. The Pancasila Student Profile Strengthening Project(P5) represents a new educational orientation aimed at enhancing the Pancasila character among Indonesian students, emphasizing six elements including noble character, global diversity, mutual cooperation, independence, creativity, and critical reasoning. Achieving these elements necessitates the role of Islamic Education teachers as facilitators and mediators, requiring them to employ appropriate strategies in applying P5 to students. This research aims to explore the strategies employed by Islamic Education teachers to enhance critical thinking skills and examine the outcomes achieved. The study utilizes a qualitative approach with a descriptive research design, collecting data through observations, interviews, and documentation. Data analysis employs componential analysis techniques encompassing data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The results indicate that: 1) Strategies employed by Islamic Education teachers to enhance students' critical thinking skills through the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5), both within and beyond the curriculum, include Inquiry Learning Strategy, Problem Based Learning Strategy, Project Based Learning Strategy, Discovery Learning Strategy, and Scientific Learning Strategy. 2) Outcomes achieved in enhancing critical thinking skills through the Pancasila Student Profile Strengthening Project include increased student engagement and creativity, improved academic and non-academic achievements, development of social consciousness, enhanced student self- confidence, and cultivation of Islamic character. Keywords: Education, Strategy, Critical Thinking, P5
Peran Kegiatan Sie Kerohanian Islam Dalam Peningkatan Perilaku Religius Siswa Muslim SMA Negeri 2 Kaimana Siti Komariah; Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan Sie Kerohanian Islam (Rohis) dalam meningkatkan perilaku religius siswa Muslim di SMA Negeri 2 Kaimana serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling terhadap guru Pendidikan Agama Islam sebagai pembina Rohis, pengurus Rohis, dan siswa Muslim. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Rohis berperan signifikan dalam meningkatkan perilaku religius siswa, terutama dalam kedisiplinan beribadah, pembiasaan akhlak mulia, kejujuran, dan kepedulian sosial. Bentuk kegiatan yang paling berpengaruh meliputi salat berjamaah, tadarus Al-Qur'an, kultum, pendampingan keislaman, serta kegiatan sosial keagamaan. Faktor pendukung kegiatan Rohis meliputi dukungan pihak sekolah, kompetensi pembina, dan program kerja yang terstruktur, sedangkan faktor penghambat meliputi terbatasnya waktu, rendahnya motivasi sebagian siswa, dan belum optimalnya partisipasi siswa secara menyeluruh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan Rohis merupakan strategi efektif dalam pembinaan perilaku religius siswa di sekolah negeri.  
Peran Pembelajaran Bahasa Arab dalam Sistem Pendidikan Islam terhadap Penguatan Identitas Keislaman Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Al-Guroba) Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.5739

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran pembelajaran bahasa Arab dalam penguatan identitas keislaman santri di Pondok Pesantren Modern Al-Guroba Kabupaten Sorong. Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pembelajaran bahasa Arab di pesantren tidak hanya berfungsi sebagai sarana penguasaan kompetensi kebahasaan, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai-nilai Islam dan pembentukan identitas keislaman. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis peran pembelajaran bahasa Arab sebagai instrumen penguatan identitas keislaman santri dalam konteks pesantren modern di wilayah Papua Barat, yang masih relatif terbatas dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab berperan penting dalam penguatan identitas keislaman santri melalui peningkatan pemahaman terhadap sumber ajaran Islam, pembiasaan penggunaan bahasa Arab dalam aktivitas sehari-hari, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran. Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan kompetensi linguistik, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan memberikan ulasan mengenai transmisi pembelajaran bahasa Arab dan pendidikan Islam, serta menawarkan perspektif bahwa pembelajaran bahasa Arab dapat menjadi instrumen strategi dalam penguatan identitas keislaman santri di lingkungan pesantren.
Internalisasi Nilai Aqidah, Ibadah, dan Akhlak dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas Aswar Hasyim; Abdul Gani; Arif Pramana Aji
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6065

Abstract

Karakter religius menjadi salah satu pencapaian utama dalam pendidikan Islam, karena pendidikan ini tidak cukup hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga harus menumbuhkan penghayatan serta pengamalan nyata nilai-nilai keagamaan dalam keseharian peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana nilai aqidah, ibadah, dan akhlak diinternalisasikan dalam membentuk karakter religius siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah 2 Aimas, sekaligus menelusuri faktor pendukung dan penghambat dalam proses tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data digali dari kepala madrasah, guru PAI, dan siswa kelas IX yang ditentukan secara purposive, melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana model Miles, Huberman, dan Saldaña. Temuan menunjukkan bahwa penguatan nilai aqidah berlangsung melalui proses pembelajaran PAI, peneguhan keimanan kepada Allah SWT., dan pembiasaan sikap keimanan dalam aktivitas sehari-hari. Nilai ibadah ditanamkan lewat rutinitas salat duha, salat zuhur berjamaah, muraja'ah Al-Qur'an, kultum, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Sementara itu, nilai akhlak terbentuk melalui teladan para guru serta pembiasaan sikap santun, disiplin, dan bertanggung jawab yang didukung budaya keagamaan madrasah. Lingkungan madrasah yang kondusif, keteladanan guru, dan hilangnya program keagamaan menjadi faktor pendorong, sedangkan pengaruh negatif dari luar sekolah, media digital, dan pergaulan menjadi penghambat. Penelitian menekankan pentingnya internalisasi nilai ketiga tersebut secara berkesinambungan, dan merekomendasikan penguatan kerja sama sekolah, guru, dan orang tua serta pengembangan program pembiasaan keagamaan yang lebih konsisten.
Implementasi Deep Learning untuk Menanamkan Pendidikan Karakter Islami Siswa di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong Riska Jaya; Muhammad Muzakki; Abdul Gani
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/jurnalpai.v5i2.6141

Abstract

enelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya penanaman karakter Islami pada siswa sekolah dasar, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai Islam secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendekatan deep learning dalam menanamkan pendidikan karakter Islami serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 1 Remu Kota Sorong. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi nonpartisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan, pengkodean, penyusunan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam diterapkan melalui pembelajaran yang aktif, bermakna, reflektif, dan menyenangkan. Penerapannya diwujudkan melalui praktik ibadah, media visual, permainan edukatif, cerita Islami, diskusi, refleksi, serta pembiasaan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter Islami siswa yang tercermin dalam sikap religius, disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kepedulian sosial. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius, kompetensi guru, program pembiasaan keagamaan, dan sarana pembelajaran. Faktor penghambat meliputi perbedaan karakter siswa, kurangnya dukungan keluarga, pengaruh teknologi dan media sosial, keterbatasan waktu pembelajaran, kurangnya konsistensi perilaku siswa, serta keterbatasan sarana pendukung. Sekolah disarankan memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan mengoptimalkan penerapan deep learning secara berkelanjutan.