ABSTRAKLatar Belakang : Perkembangan psikososial anak usia sekolah (6-12 tahun) berada dalam Industry vs Inferiority dimana anak memiliki kemampuan menghasilkan karya, berinteraksi dan berprestasi dalam belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri.Perubahan pembelajaran pada saat pandemi covid-19 membuat kesulitan bagi siswa sekolah dasar, karena tidak bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung dengan guru dan juga tidak bisa bertemu teman sebaya. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru jika hal ini tidak diwaspadai sejak dini. Masalah atau gangguan yang mungkin muncul yaitu gangguan psikososial pada anak. Gangguan tersebut adalah gangguan kognitif dan sosialisasi. Gangguan kognitif yang memiliki tanda sebagai berikut perhatian terganggu, kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kesalahan dalam penilaian, hambatan berpikir, rendahnya kreatifitas, bingung,dan takut. Tujuan : Untuk Mengetahui hubungan antara perkembangan psikososial anak usia sekolah dengan prestasi belajar pada masa pandemi covid-19. Metode Penelitian : Jenis penenelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik menggunakan rancangan cross sectional. jumlah siswa kelas 4 dan kelas 5. Dengan jumlah sampel penelitian 54 responden dengan tehnik total sampling. Data diolah dengan menggunakan uji chi square. Pada penelitian ini menggunakan kuesioner perkembangan psikososial anak usia sekolah dan lembar observasi nilai tengah semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami perkembangan psikososial cukup adalah 30 responden (55,6%). Pada prestasi belajar siswa berada pada tingkatan prestasi belajar sedang yaitu sebesar 32 siswa (59,3%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perkembangan psikososial anak usia sekolah dengan prestasi belajar pada masa pandemic covid-19 di SD 4 Karangrowo Undaan Kudus dengan p value 0,056 (> 0,05). Kata Kunci : Anak Usia Sekolah, Perkembangan Psikososial, Prestasi Belajar