Emma Setiyo Wulan
ITEKES Cendekia Utama Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRESS PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN CENDEKIA UTAMA KUDUS Sri Hindriyastuti; Gardha Rias Arsy; Emma Setiyo Wulan; Maretha Nuzula Fachrunnisa
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.142

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Terapi Tertawa merupakan metode terapi dengan menggunakan humor dan tawa untuk membantu individu menyelesaikan masalah, baik dalam bentuk gangguan fisik maupun gangguan mental. Penggunaan tawa dalam terapi akan menghasilkan perasaan lega pada individu. Ini disebabkan tawa secara alami menghasilkan pereda stres dan rasa sakitTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara pemberian terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan tingkat akhir di STIKES Cendekia Utama KudusMetode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif menggunakan kuasi eksperiment dengan rancangan penelitian pre and post test design tanpa group kontrol. Sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 17 responden.Hasil: Hasil penelitian uji Paired T-Test menunjukkan bahwa ada pengaruh antara terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa dengan p value = 0,000.Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara terapi tertawa dengan penurunan tingkat stress pada mahasiswa S1 Keperawatan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cendekia Utama Kudus. Kata Kunci: Terapi Tertawa, Tingkat Stress, Mahasiswa Tingkat Akhir
HUBUNGAN PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL ANAK USIA SEKOLAH DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SD 4 KARANGROWO UNDAAN KUDUS TAHUN 2021 Ilham Setyo Budi; Eko Yulianto; Anita Dyah Listyarini; Emma Setiyo Wulan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i1.144

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Perkembangan psikososial anak usia sekolah (6-12 tahun) berada dalam Industry vs Inferiority dimana anak memiliki kemampuan menghasilkan karya, berinteraksi dan berprestasi dalam belajar berdasarkan kemampuan diri sendiri.Perubahan pembelajaran pada saat pandemi covid-19 membuat kesulitan bagi siswa sekolah dasar, karena tidak bisa melakukan pembelajaran secara tatap muka langsung dengan guru dan juga tidak bisa bertemu teman sebaya. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru jika hal ini tidak diwaspadai sejak dini. Masalah atau gangguan yang mungkin muncul yaitu gangguan psikososial pada anak. Gangguan tersebut adalah gangguan kognitif dan sosialisasi. Gangguan kognitif yang memiliki tanda sebagai berikut perhatian terganggu, kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kesalahan dalam penilaian, hambatan berpikir, rendahnya kreatifitas, bingung,dan takut. Tujuan : Untuk Mengetahui hubungan antara perkembangan psikososial anak usia sekolah dengan prestasi belajar pada masa pandemi covid-19. Metode Penelitian : Jenis penenelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik menggunakan rancangan cross sectional. jumlah siswa kelas 4 dan kelas 5. Dengan jumlah sampel penelitian 54 responden dengan tehnik total sampling. Data diolah dengan menggunakan uji chi square. Pada penelitian ini menggunakan kuesioner perkembangan psikososial anak usia sekolah dan lembar observasi nilai tengah semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami perkembangan psikososial cukup adalah 30 responden (55,6%). Pada prestasi belajar siswa berada pada tingkatan prestasi belajar sedang yaitu sebesar 32 siswa (59,3%). Simpulan : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara perkembangan psikososial anak usia sekolah dengan prestasi belajar pada masa pandemic covid-19 di SD 4 Karangrowo Undaan Kudus dengan p value 0,056 (> 0,05). Kata Kunci : Anak Usia Sekolah, Perkembangan Psikososial, Prestasi Belajar 
The Relationship Between Nurse Caring and The Level of Anxiety of Patients' Families in the ICU Room RSUD RAA Soewondo Pati Emma Setiyo Wulan; Lini Muntiari; Hirza Ainin Nur
International Journal Of Health Science Vol. 5 No. 1 (2025): : International Journal of Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijhs.v5i1.5736

Abstract

Caring nurses are nurses' attitude of caring for patients, treating patients with sincerity, affection, sincerity, providing support both through communication and direct action. Anxiety is a psychological condition where a person experiences excessive anxiety constantly and is difficult to control so that it can have a bad impact on daily life. Anxiety must be lowered so as not to adversely affect physical and psychological disorders, fatigue and family helplessness in dealing with these stressful situations. The purpose of this study is to determine the relationship between nurse care and the level of anxiety of patients' families in the Intensive Care Unit (ICU) room of RAA Soewondo Pati Hospital. This study uses a type of correlational quantitative research with a cross sectional approach. The population in this study was 122 patients, with the calculation of the Arikunto formula, a sample of 31 respondents was obtained. The research instrument used was the caring CPS (Caring Professional Scale) questionnaire, while to measure the level of anxiety, the ZS-RAS (Zung Self-Rating Anxiety Scale) questionnaire was used. The majority of respondents showed good caring behavior of nurses as many as 22 respondents (71%) with mild anxiety levels of 15 respondents (48.4%), moderate anxiety as many as 6 respondents (19.4%), and severe anxiety as many as 1 respondent (3.2%). The caring behavior of nurses was sufficient as many as 9 respondents (29%) with a level of mild anxiety of 1 respondent (3.2%), moderate anxiety as many as 6 respondents (19.4%), and severe anxiety as many as 2 respondents (6.5%). The results of the spearmen rank (Rho) statistical test obtained a significant value (p value) of 0.002. There was a relationship between the caring behavior of nurses and the level of anxiety of patients' families in the Intensive Care Unit (ICU) room of RAA Soewondo Pati Hospital