Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

“SUBSTITUSI MUNG BEAN MILK TERHADAP FULL CREAM MILK DALAM PEMBUATAN PANNA COTTA”: - Ita Karnita; ghini kunthala devi; Muhamad Farhan
JURNAL PARIWISATA VOKASI Vol 3 No 2 (2022): Jurnal Pariwisata Vokasi
Publisher : Akademi Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to make pannacotta. This research is aimed at making a pannacotta product that has the same taste,aroma,texture and color as the comparative pannacotta but has a low fat content and is suitable for consumption by flextrians. Dessert is a dish that is served as a dessert or at the end of a buffet or a'la carte meal which is soft and sweet in nature and taste, can be served cold or hot. Panna cotta is a dessert originating from Piedmont, which is part of the northern Italian region bordering Switzerland and France. An 1879 dictionary mentions a dish called latte inglese or English milk, made of cream cooked with gelatine and molded, other sources say that latte inglese is made with egg yolks known to people as thick custard. Another alternative as a substitute for milk fat is green bean milk. Mungbean milk or mungbean milk is one of the processed products which is extracted from peeled green beans. Mung bean has a fairly high protein content of 22% and is a source of important minerals, including calcium and phosphorus. The low fat content in green beans causes food or drinks made from green beans not to smell easily. It can be concluded that panna cotta has good nutritional content with high fat content. So the author is interested in using mung bean milk as a substitute for full cream milk and fibere crème as a substitute for fresh cream.
PENGEMBANGAN MENU INOVATIF BARBAHAN DASAR PANGAN LOKAL UNTUK MBG TIPE B3 Surya Aditya W; Ita Karnita; Ghini Kunthala Devi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting, meningkatkan gizi masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan,sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengatasi berbagai tantangan gizi di Indonesia, seperti kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. ini bertujuan untuk mengembangkan menu inovatif berbahan dasar pangan lokal sebagai upaya penanggulangan masalah gizi kurang pada bayi dan balita (MBG) tipe B3. MBG tipe B3 merupakan kategori balita dengan status gizi kurang yang memerlukan intervensi gizi spesifik melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi, terjangkau, dan sesuai dengan preferensi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan modifikasi model Borg & Gall yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perancangan menu, uji organoleptik, uji proksimat, serta uji kelayakan dan penerimaan oleh masyarakat. Bahan dasar yang digunakan meliputi pangan lokal seperti ubi jalar, tempe, ikan lele, dan sayuran hijau yang kaya akan protein, energi, dan mikronutrien penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menu inovatif yang dikembangkan memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan standar PMT untuk MBG tipe B3, serta diterima dengan baik oleh balita dan orang tua berdasarkan uji organoleptik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif strategis dalam pengembangan PMT yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah. capaian dalam penelitian ini publish pada jurnal akreditasi nasional Sinta 1-6. TKT yang akan dihasilkan berada pada level 2 dikarenakan dalam penelitian ini dapat menjawab identifikasi permasalahan, menghasilkan instrumen penelitian, desain penelitian telah ditelusuri.