Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PKM Pelatihan Pembuatan Roll Cake Dengan Menggunakan Tepung Mocaf Bagi Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Masyarakat di Desa Andir, Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat Ilham Fajri; Sri Marini; Heri Sutardi; Lu’luwatin R.A; Geri Supriadi; Ita Karnita
aksararaga Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Aksara Raga
Publisher : STKIP Pasundan Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/aksaraga.v3i1.2

Abstract

Potensi pengembangan usaha pembuatan roll cake menjadi peluang bagi desa Andir Gudang Kahuripan Kecamatan Lembang. Produk ini belum begitu menjadi andalan daerah setempat. Produk andalan di sekitar wilayah desa masih didominasi oleh Bolu Susu Lembang yang banyak dijual di sekitar daerah wisata Farm House. Adapun tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan pemanfaatan roll cake dengan bahan mocaf sehingga menjadi peluang bisnis untuk dikembangkan. Apabila Bolu Susu Lembang dapat diterima dengan baik oleh pasar, maka roll cake diharapkan dapat menambah produk unggulan di daerah setempat. Namun kurangnya keterampilan yang dimiliki dalam pengolahan roll cake diperlukan pelatihan untuk meningkatkan skill penduduk sekitar yang berprofil sebagaian besar sebagai pekerja rumah tangga. Untuk menjawab permasalahan kemitraan diperlukan solusi. Beberapa solusi yang ditawarkan dalam program kemitraan masyarakat ini adalah: pemberian pengetahuan produk dan menggali potensi produk yang ada di daerah sekitar, pemberian pelatihan mengolah produk yang berpotensi di daerah sekitar, pelatihan membuat produk roll cake kepada masyarakat, dan pemberian materi pemasaran. Penyuluhan seputar masalah ini, disampaikan oleh pemateri yang berkompeten sehingga permasalahan mitra dapat dibahas dan dikomunikasikan dua arah oleh pemateri dan masyarakakat sehingga pemahaman masyarakat mengenai Pelatihan Pembuatan Roll Cake Dengan Menggunakan Tepung Mocaf  dapat meningkat dan mencapai standar yang baik serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan, selain itu juga terdapat video kegiatan yang dipublikasikan pada media elektronik. Luaran program kemitraan masyarakat ini juga diharapkan dapat terpublikasi pada jurnal nasional ber-ISSN dan/atau prosiding seminar nasional ber-ISBN. Adapun langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut : 1) Berkoordinasi dengan perangkat desa yang ada dimulai dari tingkat, Rukun Warga sampai Kelurahan; 2) Berkoordinasi dengan Tim Penggerak PKK di Desa Gudangkahuripan untuk merencanakan hal-hal yang lebih spesifik terkait rencana program kemitraaan masyarakat; 3) Menentukan prioritas dan jadwal acara dari setiap solusi yang ditawarkan; 4) Pelaksanaan setiap kegiatan sesuai prioritas; dan 5) Evaluasi Kegiatan.
PENGEMBANGAN MENU INOVATIF BARBAHAN DASAR PANGAN LOKAL UNTUK MBG TIPE B3 Surya Aditya W; Ita Karnita; Ghini Kunthala Devi
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 9 (2026): Februari 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu Program Prioritas Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. Program ini bertujuan untuk mencegah stunting, meningkatkan gizi masyarakat, serta mengurangi angka kemiskinan,sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengatasi berbagai tantangan gizi di Indonesia, seperti kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan zat gizi mikro. ini bertujuan untuk mengembangkan menu inovatif berbahan dasar pangan lokal sebagai upaya penanggulangan masalah gizi kurang pada bayi dan balita (MBG) tipe B3. MBG tipe B3 merupakan kategori balita dengan status gizi kurang yang memerlukan intervensi gizi spesifik melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang bergizi, terjangkau, dan sesuai dengan preferensi lokal. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan pendekatan modifikasi model Borg & Gall yang mencakup tahap identifikasi kebutuhan, perancangan menu, uji organoleptik, uji proksimat, serta uji kelayakan dan penerimaan oleh masyarakat. Bahan dasar yang digunakan meliputi pangan lokal seperti ubi jalar, tempe, ikan lele, dan sayuran hijau yang kaya akan protein, energi, dan mikronutrien penting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menu inovatif yang dikembangkan memiliki kandungan gizi yang sesuai dengan standar PMT untuk MBG tipe B3, serta diterima dengan baik oleh balita dan orang tua berdasarkan uji organoleptik. Penelitian ini merekomendasikan pemanfaatan pangan lokal sebagai alternatif strategis dalam pengembangan PMT yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah. capaian dalam penelitian ini publish pada jurnal akreditasi nasional Sinta 1-6. TKT yang akan dihasilkan berada pada level 2 dikarenakan dalam penelitian ini dapat menjawab identifikasi permasalahan, menghasilkan instrumen penelitian, desain penelitian telah ditelusuri.