Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

OVER REAKSI PASAR TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA Adawiyah, Rabi’atul; Faozan, Akhmad
Journal of Information System, Applied, Management, Accounting and Research Vol 8 No 3 (2024): JISAMAR (June-August 2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Jayakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52362/jisamar.v8i3.1592

Abstract

Overreaction phenomenon is one of the most complexity problem to make an efficient stock market. This research investigates are go public manufacturer company has an overreaction indicate, with year 2003 until 2005 scop. The methode that utilize threathen to Rahmawati and Tri (2005), calculation based on Jogiyanto (2000) formula. The finding of the research indicates there is overreaction that shows by loser portofolio to first rate winner portofolio. The comparison average cummulative abnormal return (ACAR) between loser portofolio and winner portofolio showing there’s significant difference. The research is also shown that winner portofolio is more overreacted than loser portofolio. The grouping of winner portofolio in three groups (A, B, C portofolio) and loser portofolio (D, E, F portofolio) according Rahmawati and Tri 2005), produce that Cumulative abnormal return (CAR) from loser portofolio not showing overreaction effect, only in winner portofolio showing overreaction effect.
APPLICATION OF MUSA BALBISIANA LOTION AGAINST STAPHYLOCOCCUS AUREUS Rezky, Muhammad Andyka; Budhy, Theresia Indah; Nuswantoro, Ari; Tika, Dian; Adawiyah, Rabi’atul
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i1.2818

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, terutama pada kulit, seperti bisul, impetigo, dan abses. Infeksi ini sering kali ditandai dengan peradangan, nekrosis, dan pembentukan nanah, yang secara signifikan dapat mengganggu fungsi kulit sebagai pelindung tubuh. Tantangan utama dalam pengelolaannya adalah meningkatnya resistensi antibiotik, termasuk Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA), sehingga diperlukan alternatif yang efektif, seperti bahan herbal, untuk mengatasi permasalahan ini. Kulit pisang kepok kuning yang sering berakhir sebagai limbah organik, diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan antioksidan. Senyawa-senyawa tersebut memiliki aktivitas antibakteri yang signifikan, disertai dengan kemampuan melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan efektivitas losion berbahan dasar ekstrak kulit pisang kepok kuning dengan tiga konsentrasi berbeda, yaitu formula I (30%), formula II (60%), dan formula III (90%) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Penelitian berbentuk quasi eksperimental desain ini menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat formula I adalah 5,60 mm, formula II adalah 8,30 mm, dan formula III adalah 8,70 mm. Analisis statistik dengan uji Kruskal-Wallis menunjukkan nilai p = 0,004, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antar formula. Kesimpulannya, losion ekstrak kulit pisang kepok kuning menunjukkan efektivitas yang signifikan dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Efektivitas ini meningkat secara proporsional dengan konsentrasi ekstrak, sehingga produk ini memiliki potensi untuk digunakan sebagai losion antibakteri.