Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Peran dan Dukungan Keluarga dalam Pencegahan Stunting di Kelurahan Banyurip Prajayanti, Hilda; Maslikhah, Maslikhah; Baroroh, Ida; Kartika Mantasti Hapsari, Restiana
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss1.303

Abstract

Malnutrition problems in pregnant women can result in malnutrition in babies and young children with low birth weight, including stunting. Efforts to overcome stunting by maximizing posyandu. However, various studies show that the role of nutritional health education and counseling in posyandu still faces various obstacles, such as the delivery of information that is less than optimal and less comprehensive, as well as varying levels of knowledge among mothers of young children. Therefore, family support is very necessary to prevent stunting in Banyurip Village in Pekalongan. This nutritional problem can only be resolved if the community understands the problem and knows how to overcome it according to the conditions and circumstances of each region. public . This community service begins with an opening, introduction of the community service team, distribution of pre-test questionnaires related to stunting material, introduction of the material and questions and answers, and at the end the community present is given another questionnaire to evaluate the material provided. The level of knowledge before the participants received material related to family support in preventing pain was mostly poor (73%), but after being given education about the role and support of the family in preventing stunting, the post test results increased knowledge, namely the majority of participants had good knowledge (93%).
Pengabdian Masyarakat dengan “Pendampingan Posyandu Remaja sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja di Posyandu Remaja Kelurahan Banyurip Kota Pekalongan” Setyowati, Ana; Baroroh, Ida; Artanti, Swasti
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37402/abdimaship.vol5.iss2.347

Abstract

Adolescence is a transition period which is a period of transition in a child's development between childhood and adulthood which generally begins at the age of 12 or 13 years and ends at the age of 21 years. Adolescence is a vulnerable period because of the inability of teenagers to solve their own problems. Many teenagers ultimately find that many of the solutions do not match their expectations. advances in science and technology always result in social change, with increasingly sophisticated communications technology, transportation and information systems, changes in society are accelerating more rapidly. In facing such situations, teenagers often have a more sensitive soul, which in the end, quite a few teenagers fall into things that are contrary to moral values, religious norms, social norms and norms of life in society. The aim of this service is to provide assistance to youth posyandu as an effort to prevent juvenile delinquency. The method used in this community service activity begins with an opening and introduction of the resource persons, then continues with the delivery of health education material, a question and answer session to the participants and finally closing. With this activity, the posyandu felt helped because it was provided with assistance and information in preventive efforts to prevent juvenile delinquency.
KEWASPADAAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN COVID-19 PADA PELAYANAN IMUNISASI BALITA DI WILAYAH KOTA PEKALONGAN PADA ERA NEW NORMAL Prajayanti, Hilda; Maslikhah, Maslikhah; Baroroh, Ida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.2866

Abstract

Pelayanan Kesehatan dan Persiapan dalam memberikan pelayanan kepada masyaakat merupakan bagian penting dalam meningkatkan derajat kesehatan terutama Balita yang dianggap sangat rentan. Penambahan kasus corona yang semakin tinggi di dominasi oleh kluster keluarga yakni Ibu atau Bapak terkonfirmasi COVID-19 maka anak akan berisiko tertular sehingga perlu  perhatian khusus bagi keluarga yang mempunyai balita. Tujuan dari penelitian adalah Mengetahui bagaimana kewaspadaan bidan dalam pelayanan Imunisasi pada Balita di Puskesmas Wilayah Kota Pekalongan. Metode Penelitian menggunakan rancangan penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriptif eksploratif melalui observasi dan wawancara mendalam. Subyek Penelitian terdiri dari 8 orang Informan Utama yang terdiri dari Bidan, dan Informan Triangulasi yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Kader Posyandu, Kepala Kasie KIA DKK Pekalongan dan Ibu Balita. Penelitian terdiri dari 5 Aspek yakni Sumber Daya Manusia, Ketersediaan APD dan SOP, Sarana Prasarana dan  Pengetahuan.  Hasil Penelitian menunjukkan Kewaspadaan Bidan dalam Pencegahan COVID-19 Pada Pelayanan Imunisasi Balita di Wilayah Kota Pekalongan Pada Era New Normal yang masih kurang adalah ketersediaan APD yang terbatas masih menjadi hambatan dalam pelayanan Imunisasi Balita, kurangnya kesadaran ibu balita dalam mneggunakan masker karena alasan kurang nyaman dan keterbatasan pengetahuan tentang tanda gejala serta bagaiamana jika ibu balita Positif COVID 19.
BEBAS STUNTING DENGAN FLASH CARD CEGAH STUNTING PADA CALON PENGANTIN Ulya, Ni'matul; Baroroh, Ida
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v7i1.12731

Abstract

Stunting is a condition of growth failure caused the accumulation of nutritional deficiencies over a long period of time, starting from pregnancy to 24 months of age. Based on the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey Data, the stunting rate in Central Java was recorded at 20.8%, approaching the national average 21.6%. To prevent stunting, one effort that can be made for prospective brides is utilizing the ABCDE stunting prevention card. This study used an experimental design with pretest-posttest. The population studied were all prospective brides at the Pekalongan City KUA and sample of 52 respondents was taken through a purposive sampling technique. For data collection, a questionnaire instrument was used which was given before and after treatment. Data analysis was carried out using a paired t-test. The results of the paired t-test showed a significant difference between the results before and after treatment as reflected in the Sig. (2-tailed) = 0.000 which means an increase in the knowledge of prospective brides regarding Stunting with the ABCDE flash card. Prospective brides and grooms are advised to prevent stunting early on by planning their pregnancy well, having regular pregnancy check-ups, consuming iron and good nutrition during pregnancy.
Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Dan Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja Di Posyandu Remaja Gerbang Sehati Baroroh, Ida; Pedvin Ratna Meikawati
Jurnal Pengemas Kesehatan Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Pengemas Kesehatan (JPK)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Utama Pati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52299/jpk.v2i1.10

Abstract

Masa Remaja merupakan sebuah simbol titik awal proses reproduksi. Nilai anak perempuan dan laki-laki dalam keluarga dan masyarakat, dan bagaimana perlakuan yang mereka terima merupakan faktor penting yang turut menentukan kesehatan reproduksi mereka dimasa datang. Hal-hal yang bisa menyebabkan anak/ remaja cenderung nakal yaitu pertama kurangnya pengawasan orang tua (keluarga) dalam mendidik dan mengawasi perkembangan anak. Kedua, teman bermain. Ketiga, lingkungan sekolah/masyarakat, dan terakhir media massa. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan angka partisipasi remaja dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi dan upaya pencegahan kenakalan remaja. Metode kegiatan yang dilakukan yaitu (1) Sosialisasi dan Perijinan, (2) Pre Test (3) Memberikan Materi inti Tentang kesehatan reproduksi remaja dan upaya pencegahan kenakalan remaja. (4) Evaluasi hasil kegiatan dengan Post Test. Adapun output kegiatan ini ditunjukkan dengan peningkatan pengetahuan peserta tentang pentingnya kesehatan reproduksi remaja dan upaya pencegahan kenakalan remaja yang dapat dilihat dari hasil kuesioner pre dan post test.