Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Effect Hellp Syndrome on Neonatal Asphyxia in Margono Soekarjo Hospital Purwokerto Sumarni; Fitria Prabandari; Dyah Puji Astuti
Proceeding of International Conference on Science, Health, And Technology 2021: Proceeding of the 2nd International Conference Health, Science And Technology (ICOHETECH)
Publisher : LPPM Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.898 KB) | DOI: 10.47701/icohetech.v1i1.1106

Abstract

Introduction: hellp syndrome is a dangerous condition that occurs in pregnant women with preeclampsia. Hellp syndrome occurs in 10-20% of cases of pre-eclampsia. The characteristics of the HELLP syndrome include; thrombocytopenia, hemolysis (microangiopathic hemolysis anemia) and abnormal liver enzymes. The main causes of perinatal death associated with the incidence of HELLP syndrome include; prematurity, intrauterine growth restriction (IUGR), asphyxia, placental insufficiency, and placental abruption. The objective was to determine the effect of Hellp syndrome on neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia. The method used was descriptive analytic with approach cross sectional. The number of samples used was 42 people with purposive sample technique Data analysis used thetest chi square. Result shows that there is a relationship between Hellp syndrome and neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia with a value of p = 0.036, OR: 5.464, which means that babies born to pregnant women with Hellp syndrome are at 5,464 times more likely to experience asphyxia than pregnant women with preeclampsia without hellp syndrome. Conclusion: There is a relationship between Hellp's syndrome with neonatal asphyxia in pregnant women with preeclampsia
Pengaruh Faktor Maternal Dan Faktor Neonatal Terhadap Ruptur Perineum Di Kabupaten Banyumas Sumarni; Fitria Prabandari; Dyah Puji Astuti
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 16 No 2 (2020): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.967 KB)

Abstract

Ruptur perineum merupakan kondisi robeknya perineum pada saat janin lahir dikarenakan berbagai faktor faktor yang mempengaruhi terjadinya ruptur perineum yaitu faktor Maternal, faktor janin dan faktor penolong. Faktor maternal meliputi umur Ibu, partus presipitatus, mengejan terlalu kuat, perineum yang rapuh dan edema, paritas, kesempitan panggul dan cephalopelvic disproportion, kelenturan vagina varikosa pada pelvis maupun jaringan parut pada perineum dan vagina serta persalinan dengan tindakan. Faktor janin yang menjadi penyebab kejadian ruptur perineum meliputi kepala janin besar, berat bayi lahir, kelainan letak dan kelainan kongenital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor maternal dan neonatal terhadap rupture perineum pada ibu bersalin di kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan penelitian Penelitian Retrospektif jumlah sampel yang didapat 30 responden, dengan tehnik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis statistik chi-square. Hasil Penelitian menunjukan ada hubungan antara umur, status gizi ibu dan berat bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum dengan nilai p<α (0,05). Kesimpulan ada hubungan antara umur, status gizi ibu dan berat bayi baru lahir dengan kejadian rupture perineum.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pelayanan Kesehatan Balita Pada Masa Pandemi Covid 19 Di Kabupaten Banyumas Sumarni; Fitria Prabandari
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 1 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.801 KB)

Abstract

Pelaksanaan pelayanan kesehatan balita pada masa pandemi Covid 19 banyak mengalami perubahan disebabkan adanya risiko penularan yaitu dengan pelayanan langsung maupun melalui media komunikasi atau telekonsultasi. Faktor predisposisi yang mempengaruhi pelaksanaan pelayanan balita antara lain; umur ibu, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan sikap ibu tentang pelayanan kesehatan balita. Metode penelitian mengunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 30 ibu balita dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar ibu berusia dalam katagori reproduksi sehat (p:0,48), tingkat pendidikan ibu sebagian besar berpendidikan Tinggi (p:0,64), sebagian besar ibu adalah ibu bekerja (p:0,01), pengetahuan ibu tentang pelayanan kesehatan balita selama masa pandemi Covid 19 sebagian besar dalam katagori cukup baik (p:0,00), Sikap ibu tentang pelayanan kesehatan balita di masa pademik Covid 19 dalam katagori baik (p:0,00). Diskusi: Terdapat hubungan antara pekerjaan, pengetahuan dan sikap ibu dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan balita pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Banyumas. Tidak terdapat hubungan antara umur dan pendidikan ibu dengan pelaksanaan pelayanan kesehatan balita pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Banyumas.
Pelatihan Kader Posyandu Balita Untuk Meningkatkan Pengetahuan Tentang Stunting Di Kelurahan Karangklesem Fitria Prabandari; Sumarni
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 17 No 2 (2021): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.722 KB)

Abstract

Angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Angka ini termasuk kategori tinggi bila dibandingkan dengan standart WHO dimana angka stunting tidak lebih dari 20 %. Posyandu sebagai wadah peran serta masyarakat, yang menyelenggarakan sistem pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar, peningkatan kualitas manusia, secara empiric. Kader juga diharapkan dapat berperan aktif dan mampu menjadi sumber informasi serta pemberi dukungan dan mejadi motivator bagi masyarakat kesehatan, namun selama pandemic Covid-19 kegiatan posyandu sementara dihentikan sedangkan balita harus tetap dipantau pertumbuhannya, oleh karena itu diperlukan peran aktif kader dalam menyiasati kegiatan posyandu di masa pandemi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif Pre-Experimental Design dengan desain penelitian One-Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisa data menggunakan uji normalitas data, analisis univariat, dan analisis bivariate menggunakan uji Paired T Test. Nilai pre test diperoleh rata-rata mean sebesar 56,15, sedangkan untuk nilai post test diperoleh nilai rata-rata sebesar 89,12. Hasil uji Paired T Test diperoleh nilai p 0,000. Ada perbedaan rata-rata antara nilai pre test dengan post test yang artinya ada pengaruh pelatihan kader posyandu balita dalam meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada kader posyandu balita di Karangklesem.