Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Jlarem Kecamatan Gladagsari Kabupaten Boyolali (Fasilitasi Pembelajaran Kimia Siswa dan Penyuluhan Pertanian) Cucun Alep Riyanto; Sarawinda Hutagalung; November Rianto Aminu; Jumiyati Jumiyati; Pandu Krisnawan; Nur Ayu Hidayati; Ratu Anggriani Tangke Parung; Samuel Yoga Saputra; Elizabeth Elizabeth; Maria Githania Maya Krisnawati; Yos Saputra Halomoan
Magistrorum et Scholarium: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.383 KB)

Abstract

Community service is undertaken effectively to implement knowledge outside of lectures and train students' hard and soft skills as well. Community service was conducted in rural Jlarem, Gladagsari District, Boyolali Regency. The issues raised in this community service are related to the education of children and society’s agricultural knowledge. Therefore, this community service aims respectively to create programs that can improve learning methods for students and increase the people's insight in terms of managing agriculture and farm products in rural Jlarem. This community service is to address learning difficulties due to virtual learning activities during the COVID-19 pandemic and the scarcity of fertilizers and plant pests that are occurring in rural Jlarem. The method used in education was regularly tutoring with materials that have been prepared and followed by fun experiment s. Meanwhile, the agriculture tutorial was conducted by combining the presentation of the material by speakers and the following discussion. The satisfaction value is conducted by assessing questionnaires that are distributed to participants. The result of this community service is the implementation of learning guidance, and an agricultural extension program acquired a 3.6 GPA predicate of user activity respectively succeed.
Karakterisasi Senyawa Metabolit Sekunder Arak Tradisional Bali dan Koktail Menggunakan Skrining Fitokimia, Spektrofotometer UV-Vis dan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi-Spektrometri Massa Sarawinda Hutagalung
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v6i1p7-19

Abstract

Arak tradisional bali merupakan minuman beralkohol yang diperoleh dari hasil fermentasi nira yang berasal dari tanaman siwalan. Arak koktail kecarum adalah minuman beralkohol yang terbuat dari arak dengan penambahan berbagai macam rempah-rempah atau herbal. Pengembangan metode analisis kandungan senyawa kimia pada minuman beralkohol pada umumnya adalah analisis untuk menentukan kandungan alkohol, tetapi penelitian mengenai analisis metabolit sekunder pada minuman beralkohol belum banyak dilakukan secara signifikan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam arak tradisonal bali dan arak koktail kecarum menggunakan skrining fitokimia, spektrofotometer UV-Vis dan kromatografi cair kinerja tinggi-spektrometri massa (UPLC-QTOF-MS/MS). Sampel arak yang digunakan adalah arak tradisional bali yang didapatkan dari kabupaten Karang Asem, sedangkan arak koktail kecarum diperoleh dari daerah Sanur, Bali. Analisa metabolit sekunder pada arak tradisional dan arak koktail kecarum dilakukan dengan skrining fitokimia, identifikasi, dan konfirmasi senyawa metabolit sekunder menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan kromatografi cair-spektrometri massa (UPLC-QTOF-MS/MS). Berdasarkan hasil skrining fitokimia, arak tradisional bali tidak mengandung senyawa metabolit sekunder, sedangkan arak koktail kecarum mengandung senyawa metabolit sekunder golongan senyawa fenolik yang terdiri dari flavonoid, tanin dan kumarin, golongan senyawa terpen yang terdiri dari minyak atsiri, saponin, sterol, dan triterpenoid. Hasil uji kuantitatif menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis diperoleh kadar senyawa fenolik total sebanyak 335,77 mg GAE/mL; kadar senyawa flavonoid total sebanyak 620,17 mg QE/mL; dan kadar senyawa tanin total sebanyak 416,63 mg TAE/mL. Berdasarkan hasil identifikasi senyawa metabolit sekunder menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi-spektrometri massa (UPLC-QTOF-MS/MS) diperoleh bahwa arak koktail kecarum mengandung 24 senyawa metabolit sekunder golongan senyawa fenolik yang terdiri dari senyawa flavonoid dan fenol.
Modifikasi Biofoam Berbasis Pati Singkong dengan Serat Eceng Gondok dan Variasi Konsentrasi Plasticizer: Modification of Cassava Starch-Based Biofoam with Water Hyacinth Fiber and Concentration Variation of Plasticizer Hutagalung, Sarawinda; Sibarani, James; Pramesti , Resia Yoan; Puspaningtya, Theresia Hellen Renata
KOVALEN: Jurnal Riset Kimia Vol. 10 No. 2 (2024): August Edition
Publisher : Chemistry Department, Mathematics and Natural Science Faculty, Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/kovalen.2024.v10.i2.17104

Abstract

Biofoam is a plant-based alternative packaging. The biofoam was prepared by using the extrusion method and baking process. This research aims to determine the lowest ratio of PVA and glycerol in absorbing water and testing the mechanical properties of biofoam (tensile strength, biodegradation test and FTIR analysis. The best biofoam composition in absorbing water was obtained at a ratio of PVA: glycerol 8%. The results of biofoam characteristics obtained by the water absorption test were 9.76%, maximum bending strength was 9.20 MPa and biofoam can be degraded 100% on day 15. The results of FTIR analysis showed the presence of absorption spectra at wave numbers 3410,15 cm-1, which is a typical region of O-H functional groups (strong and broad) carbohydrates and polyphenols. Modification of starch with fiber and plasticizer in research improves the physicochemical characteristics of biofoam in terms of increasing water absorption and biofoam biodegradation. In contrast, in terms of mechanical properties, the bending strength of biofoam requires further research referring to the characteristics of biofoam mechanical properties toward SNI standards.
Preparasi Karbon Aktif Sekam Padi dan Serbuk Gergaji Kayu Jati melalui Proses Refluks sebagai Adsorben Larutan Multi Ion Fe(II)/Cu(II) Cucun Alep Riyanto; Yohanes Ariesto; Fidelis Tertius Aluh Christyawardana; Yehez Kiel Sandy Pradana; Nicho Vernanda Wina Puspita; Iga Permata Sari; Jose D Michael Yonggulemba; Marturia Ester Tumbelaka; Sarawinda Hutagalung; Fuady Hanief; Wawan Rustyawan
ALCHEMY Jurnal Penelitian Kimia Vol 21, No 1 (2025): March
Publisher : UNIVERSITAS SEBELAS MARET (UNS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/alchemy.21.1.92401.104-120

Abstract

Sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati merupakan bahan berlignoselulosa yang berpotensi sebagai bahan karbon aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh proses refluks terhadap karakter karbon aktif sekam padi (RHAC) dan serbuk gergaji kayu jati (TSAC) sebagai adsorben. Sekam padi dan serbuk gergaji kayu jati dikarbonisasi pada suhu 400 °C lalu direfluks menggunakan larutan NaOH 2 N pada suhu 100 °C. Karbon diimpregnasi dengan rasio karbon:H3PO4 1:3 (b/b). Karbon aktif RHAC/TSAC diaplikasikan menjerap multi ion Fe(II)/Cu(II) diikuti studi kinetika dan isoterm adsorpsinya. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif RHAC dan TSAC memiliki gugus aktif O–H, C-H stretching, C≡C, C=C/C=O, C–H, dan P=O dengan dominasi unsur C (~53%) dan O (~48,1%). Karbon aktif TSAC 2321 hasil refluks memiliki luas permukaan terbesar mencapai 49,6795 m²/g. Kajian kinetika adsorpsi multi ion Fe(II)/Cu(II) dengan RHAC dan TSAC mengikuti pemodelan pseudo second order (PSO), sedangkan kajian isoterm adsorpsi multi ion Fe(II)/Cu(II) mengikuti beragam pemodelan seperti Redlich-Peterson, Elovich, dan Jovanovich. Kapasitas adsorpsi terbaik RHAC 232 pada ion Fe(II) dan RHAC 2321 pada ion Cu(II) berturut-turut sebesar 0,3426 mg/g dan 0,4134 mg/g. Karbon aktif TSAC 232 dan 2321 cenderung menjerap ion Cu(II) dengan kapasitas adsorpsi masing-masing sebesar 0,4609 mg/g dan 0,5556 mg/g.Preparation of Activated Carbon from Rice Husk and Teak Sawdust using Reflux Process as Adsorbent for Multi Ion Fe(II)/Cu(II) Solutions. Rice husks and teak wood sawdust are lignocellulosic materials with potential as activated carbon sources. This study aims to determine the effect of the reflux process on the characteristics of RHAC and TSAC as an adsorbent. The rice husk and teak sawdust were carbonized at 400 °C and refluxed using 2 N NaOH solution at 100 °C. The carbon was impregnated using 30% H3PO4 with a carbon: H3PO4 ratio 1:3 (w/w). The RHAC/TSAC was applied to adsorb multi-ions Fe(II)/Cu(II), and its adsorption kinetics and isotherms studies were studied. The results showed that the RHAC and TSAC had O-H, C–H stretching, C≡C, C=C/C=O, C-H, and P=O functional groups with the dominance of C (~53%wt) and O (~48.1%wt) elements. The refluxed TSAC 2321 has the largest surface area of 49.6795 m²/g. The adsorption kinetics study of the Fe(II)/Cu(II) multi-ion using RHAC and TSAC follows the pseudo-second-order (PSO) modeling, while the adsorption isotherm study of the Fe(II)/Cu(II) multi-ion using RHAC and TSAC follows various models such as Redlich-Peterson, Elovich, and Jovanovich. The best adsorption capacity of RHAC 232 on Fe(II) ions and RHAC 2321 on Cu(II) ions is 0.3426 mg/g and 0.4134 mg/g, respectively. The TSAC 232 and 2321 tend to adsorb Fe(II) and Cu(II) ions with an adsorption capacity reaching 0.4609 mg/g and 0.5556 mg/g, respectively.
Pemberdayaan Jemaat GKJ Salatiga Utara Melalui Pelatihan Fermentasi Buah: - Hutagalung, Sarawinda; Alep Riyanto, Cucun; Hartini, Sri; Michael Yonggulemba, Jose Dimas; Anggaran, Diki; Wulandari, Gecia Ovi; Dwi Putri, Rima Angellika
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6261

Abstract

Perubahan dan perkembangan teknologi di abad 21 menyebabkan fenomena era disrupsi pada tatanan kehidupan manusia secara menyeluruh bahkan juga turut mempengaruhi gereja sebagai instituti. Gereja dituntut untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan berbagai aspek transformasi, mencakup aspek sosial, teknologi, maupun ekonomi. Universitas sebagai institusi pendidikan dapat berperan serta dalam meningkatkan pemberdayaan ekonomi di gereja melalui kegiatan pengadian kepada masyarakat. Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat di GKJ Salatiga Utara bertujuan untuk memberdayakan jemaat gereja dalam kegiatan fermentasi buah berbasis kearifan lokal dan secara khusus untuk mengadakan pelatihan fermentasi buah yang layak konsumsi dan dapat dimanfaatkan dalam acara perjamuan kudus. Metode fermentasi buah dilakukan dengan cara memotong halus buah nanas dan jambu kemudian ditambahkan ragi fermipan dan didiamkan selama 3-4 hari. Setelah 3-4 hari produk fermentasi minuman buah diukur pH dan uji organoleptiknya. Pengukuran pH buah nanas diperoleh pH 5-3,7 dari hari pertama hingga hari ketujuh, sedangkan pada buah jambu merah pH yang diperoleh pada hari ke-1 hari ke-7 yaitu pH 5,5 – 3,8. Adanya penurunan pH pada proses fermentasi karena pada proses fermentasi membentuk produk samping berupa asam lemah seperti asam asetat, asam laktat, asam sitrat, asam benzoat, asam sorbat atau asam lainnya sehingga mempengaruhi nilai pH dari minuman buah fermentasi.