Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INFESTASI CAPLAK PADA TERNAK SAPI POTONG DI KANDANG PETERNAKAN SAPI KAMPUS II POLBANGTAN GOWA DI KABUPATEN BONE, PROVINSI SULAWESI SELATAN Sri Wahyuni Ruslan; Sri Lestari
Cannarium Vol 21, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/cannarium.v21i1.6095

Abstract

In general, the obstacles experienced by breeders in efforts to increase livestock productivity include management or management of maintenance, fulfillment of feed nutrition, and safeguarding livestock health. One of the obstacles faced by cattle breeders is the emergence of parasitic agents that need to be overcome, namely ectoparasites. Ticks are one of the most common ectoparasites found in livestock and can reduce the quality and quantity of livestock products. Therefore, this study was conducted to determine the prevalence and preferences of tick infestation according to body part in beef cattle kept in Cattle Cages, Campus II Polbangtan Gowa, Bone Regency. This study used a purprosive sampling method, namely taking samples of adult beef cattle aged 2-7 years and over with an extensive and intensive rearing system. The number of beef cattle is 20 heads consisting of 7 males and 13 females. The collection of ticks was carried out manually using tweezers sequentially, starting from the head, neck, back, abdomen, groin of the forelegs, and groin of the hind legs. The identification of the type of tick found was Boophilus microplus, a species of tick from the sub-genus Boophilus with an infestation prevalence of 1.17% with the highest preference on the neck with an average of 44.9% individual ticks per cow in this study. Boophilus microplus ticks are a type of tick that is now commonly found in cattle and the way of maintenance greatly influences the infestation of Boophilus microplus ticks in cattle where the prevalence of tied cattle is greater than that of cows in pens.
PELATIHAN PEMBUATAN OBAT HERBAL DARI TANAMAN TRADISIONAL DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT MULUT DAN KUKU DI KAMPUS IV UNIVERSITAS KHAIRUN Sri Wahyuni; Muhammad Ade Salim; Sri Utami
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3: September-Desember 2024
Publisher : LP2M STP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/eamal.v4i3.3513

Abstract

Foot and Mouth Disease (FMD) is currently endemic in Indonesia. FMD is caused by the Foot and Mouth Disease Virus (FMDV), which affects various livestock such as cattle, buffalo, goats, and sheep, as well as wild animals like deer, elephants, and camels. It is classified as an acute disease that spreads rapidly through viral infection and is highly contagious. North Maluku Province currently holds a green zone status for Foot and Mouth Disease (FMD). Campus IV of Khairun University (Unkhair), located in Bangko Hamlet, Bobaneigo Madihutu Village, West Halmahera Regency, North Maluku Province, covers an area of approximately 150 hectares. The majority of cattle breeders on Campus IV are traditional breeders, where management practices for maintenance and health are often still conducted traditionally, with knowledge passed down from older generations of breeders to their successors. In recent years, herbal medicines have gained popularity not only for humans but also among livestock breeders. Community service activities will be conducted in May 2024, involving livestock groups in Bangko Hamlet, Bobaneigo Madihutu Village, West Halmahera Regency, North Maluku Province. Ten participants, including lecturers from the Animal Husbandry Study Program and local breeders, will take part in this initiative. The aim of the community service is to introduce Foot and Mouth Disease to the local community and to provide practical training on making herbal medicine for livestock. The community service activities are well-received and valued by the local breeders. During the service, participants have shown great enthusiasm in engaging with the activities, which range from discussion-based counseling to the practical preparation of herbal medicine for cattle
KEGIATAN PENANAMAN HIJAUAN MAKANAN TERNAK (HMT) DI LOKASI KAMPUS IV UNIVERSITAS KHAIRUN Muhammad Ade Salim; Sri Wahyuni; Eny Endrawati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v3i7.6937

Abstract

Kampus IV Universitas Khairun di Dusun Bangko Pulau Halmahera Provinsi Maluku Utara memiliki luas lahan sekitar 150 ha, namun belum terisi infrastruktur bangunan sehingga ditumbuhi semak belukar. Kondisi lahan seperti ini dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai lokasi pengembangan pakan ternak ternak sapi. Tanaman Gamal (Gliricidia sepium) ditanami pada lokasi kampus dengan tujuan untuk pakan ternak sekaligus sebagai pembatas penanda lahan kampus. Penanaman dilakukan dari Utara ke Selatan sepanjang 440m sebanyak 500 batang tanaman Gamal. Sumber bibit tanaman Gamal diperoleh dari Pulau Tidore diangkut dengan Kapal Fery dengan mobil pick up. Penanaman dilakukan menggunakan linggis kemudian ditancapkan batang Gamal. Penanaman dilakukan pada tanggal 9 Juli 2023 dan Produksi diperkirakan 3 bulan kemudian yaitu sekitar bulan Oktober 2023. Hasil dari kegiatan ini adalah percabangan terjadi setelah 2 minggu penananaman. Keberlanjutannya yaitu hasil dari tanaman ini berupa batangnya yang telah besar ditebang dan ditanam pada lokasi lain sekaligus daunnya sudah bisa dijadikan makanan ternak dari jenis leguminsoa. Manfaatnya pada masyarakat peternak sekitar adalah dapat dijadikan sebagai pakan ternak sapi mereka
FELINE PANLEUKOPENIA VIRUS (FPV) : ETIOLOGI, PATOGENESIS, GEJALA KLINIS, TRANSMISI, DIAGNOSA, PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PADA KUCING wahyuni, sri wahyuni
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4205

Abstract

ABSTRAKFeline panleukopenia adalah penyakit yang sangat menular disebabkan oleh feline panleukopenia virus (FPV) yang merupakan anggota famili Parvoviridae dan termasuk prototipe parvovirus yang paling sering terjadi pada kucing. Feline panleukopenia virus adalah virus dengan DNA untai tunggal dari keluarga Parvoviridae dan genus Parvovirus yang simetri ikosahedral dan tidak berkembang serta FPV memerlulan DNA polymerase seluler untuk replikasi. Feline panleukopenia merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus ss-DNA dari famili Parvoviridae dan genus parvovirus dengan ukuran 18-22 nm. Virus ini dapat menyerang kucing, singa dan harimau serta paling umum ditemukan pada kucing yang berusia lebih muda atau kurang dari 12 bulan tetapi mungkin juga terjadi pada hewan yang belum divaksinasi. Feline panleukopenia yang teramati pada setiap hewan menunjukkan gejala klinis yang paling dominan adalah anoreksia,  lesu, depresi atau stress berat, muntah, dan diare yang mungkin mengandung darah serta lapisan rambut dengan cepat menjadi kusam dan kasar. Gejala klinis lainnya adalah limfopenia, neutropenia yang diikuti trombositopenia dan anemia, penekanan imun (karena terjadi neutropenia dan limfopenia), dan kucing yang terinfeksi sering mengeluarkan cairan puluren dari mata dan hidung. Untuk tindakan dan pengendalian Feline panleukopenia virus diantaranya penanganan dengan obat-obatan Anti Histamin, Antasida, Analgesik, Antipiretik, Antibiotik, Vitamin dan  Infus untuk menggantikan cairan tubuh, serta vaksinasi dan karantina.Kata Kunci : Feline panleukopenia virus, Kucing