Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI NILAI KEAGAMAAN DALAM SISTEM FULL DAY SCHOOL DAN BOARDING SCHOOL DI SMP IT SUMATERA SELATAN Mansur, Abu; Nurani, Qoim
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 8 No 1 (2022): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v8i1.21923

Abstract

This study aims to describe, analyze and interpret the religious values ​​implemented in SMP IT South Sumatra. This research is a comparative descriptive study. The sample in this study was determined by purposive sampling, namely SMP IT Izzuddin Palembang, SMP IT Raudlatul Ulum Ogan Ilir and SMP IT An-Nida Lubuk Linggau. Data collection using observation, interview and documentation techniques. The data analysis technique was carried out by combining the Creswell and Mathew and Huberman models by carrying out three stages, namely data reduction, data display and interpretation. To check the validity of the data, triangulation was carried out. The results showed that: First, the implementation of religious values ​​through three values, namely the value of faith, the value of worship and the value of morals. These three values ​​are all applied in SMP IT either on the basis of Full Day School or Boarding School. The implementation is through cognitive aspects in the form of an understanding of faith, worship and morals through the subjects taught, namely Akidah Akhlak and Fiqih; through affective aspects, namely through role models so that students feel that the good things that are seen must be followed; as well as the psychomotor aspect with habituation of activities that contain the values ​​of faith, worship and morals, namely habituation of midnight prayers, congregational prayers and tadarus al-Qur'an. Second, SMP IT in South Sumatra, both Boarding School and Full Day, has similarities in the implementation of religious values ​​from the same source, namely the JSIT curriculum which is implemented in the vision, mission and objectives of SMP IT. Meanwhile, the difference between Boarding and Full Day is when the implementation is more intense which can be done by Boarding-based SMPIT managers. The findings in this study are that the value of habituation and modeling are the main bases in the implementation of religious values ​​in schools.
ISLAM DAN PERADABAN RASIONAL (Melacak Akar dan Keemasan Peradaban Islam abad VII-XIII di bidang Sastra, Seni dan Politik) Mansur, Abu
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 1 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i1.480

Abstract

Islam sebagai “agama baru” bagi bangsa Arab masehi telah menjadi inspirator utama untuk menjadi bangsa yang besar dan terkenal. Dengan menginteralisasi ajaran dan nilai-nilai Islam ke dalam kehidupan pribadi dan kelompok secara mapan, dan memadukan kemapanan spiritual itu dengan peradaban modern yang dimiliki oleh bangsa Rumawi Timur dan Persia khususnya, umat Islam tampil sebagai bangsa yang berperadaban spektakuler, (khususnya di bidang sastra, seni, dan politik dan pemerintahan), dan Islam telah menjadi pusat peradaban dunia modern yang diukir dalam sejarah.
Islam dan Apresiasi Peradaban Mansur, Abu
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 15 No 2 (2014): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v15i2.487

Abstract

Ajaran Islam sebagai sistem kehidupan merupakan bukti kerasulan Muhammad SAW yang turun ke jazirah Arab mengandung nilai-nilai universal yang diperuntukkan bagi penataan kehidupan dan peradaban umat manusia sejagat hingga akhir zaman. Keutuhan ajaran Islam sebagai kelanjutan dari nilai-nilai hidup baik yang bersifat ilahiyah yang terdapat dalam berbagai ajaran yang telah diturunkan oleh Allah kepada para nabi dan rasul sebelumnya.Kenyataan itu mengisyaratkan bahwa ajaran Islam sebagai sistem nilai yang diberlakukan dalam kehidupan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai positif yang selama ini telah dipraktikkan dalam kehidupan umat manusia baik secara individual maupun komunal.Berbeda dengan kerasulan Muhammad SAW, Nabi dan Rasul yang diutus oleh Allah sebelum beliau relatif hanya membawa ajaran dan sistem nilai ditujukan untuk kelompok dan umat tertentu. Dengan pemahaman seperti itu, tentu sistem penurunan ajaran pada para nabi dan rasul itu disesuaikan dengan kebutuhan umat yang dihadapi para nabi dan rasul pada waktu itu. Sistem kehidupan yang harus ditata saat itu berlaku terhadap umat dengan kultur dan karakteristik yang relatif seragam atau tidak sekompleks dengan pola kehidupan umat yang dihadapi oleh nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman.  Keutuhan ajaran Islam yang diusung oleh nabi akhir zaman ini dan kemajemukan pola kehidupan umat yang akan ditata melalui ajaran Islam, menunjukkan bahwa Islam diproyeksikan oleh si pemilik kehidupan untuk seluruh umat dengan berbagai variannya, seperti suku bangsa, ras, budaya dan peradaban, bahasa, dan pandangan hidup.Berdasarkan pandangan seperti di atas, tulisan kecil yang ada di tangan ini anda saat ini mencoba untuk menyatakan secara sepintas tentang Islam dan apresiasi peradaban. 
The Difference in Abnormal Return and Trading Volume Activity Analysis During and After Presidential Election on 17 April 2019 In Transport, Infrastructure and Utility Company Listed in Indonesia Stock Exchange In 2019 Nafasati, Febrina; Indudewi, Dian; Mansur, Abu
Economics and Business Solutions Journal Vol. 5 No. 2 (2021): Economics and Business Solutions Journal
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/ebsj.v5i2.4285

Abstract

This study is an event study that aims to analyze whether or not there are any differences in Abnormal Returns Stock and Trading Volume Activity before and after the Presidential Elections on April 17, 2019 in the Indonesian Stock Exchange (IDX). 45 companies were observed for five-day before and after five days the event become samples of this study. In this study the independent variable is the election of the President and Vice President, while the dependent variable is Abnormal Return Stock and Trading Volume Activity. This study uses an event study, where observations are made on the average abnormal return of stocks and trading volume activity for five days before and after the event. The test equipment in this study used the Wilcoxon Sign Rank Test. The results of this study indicate that there are significant differences in abnormal returns stock and trading volume activity before and after the election of the President and Vice President on April 17, 2019.
Konsep Pendidikan Islam Berbasis Hakikat Penciptaan Alam Semesta dalam Membentuk Generasi Peduli lingkungan di SD Negeri 136 Palembang Nugraha, Muhamad Yudistira; Mansur, Abu; Wanto, Deri
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 5 No. 4 (2024): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION, Volume 5 Nomor 4, Desember 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v5i4.3339

Abstract

Transformational leadership, as one of the most studied leadership theories, has great potential to support and strengthen the implementation of multicultural education. Transformational leadership is characterized by a leader's ability to inspire, motivate and empower followers to achieve positive change and improved performance. Multicultural education is urgently implemented in Indonesia by considering the diversity of cultures, ethnicities, races and religions that surround it. This article discusses a school leadership model that is expected to design, foster, implement and maintain a multicultural culture in schools which in turn can form students' personalities who are friendly and respectful of differences and diversity. The author uses the literature study method by reviewing 20 journals divided into 10 national and 10 international journals. Data collection is done by sorting reference sources and scientific literature related to theories of school leadership, transformational leadership models and multicultural education, then reviewing and analyzing and presenting them in a systematic arrangement. The conclusion in this article states that transformational leadership by school principals is very important to improve the quality of education and encourage continuous improvement in schools. Principals' exemplary behaviors, such as punctuality, cleanliness and proactive problem-solving, earn them respect and positively influence school culture. Multicultural leadership in schools is interpreted as the extent to which principals implement policies, regulations and initiatives that promote a multicultural culture that is not limited to written documents but also includes the enforcement of rules and regulations.
Penerapan Metode Value Clarification Technique (VCT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matapelajaran PKn Materi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Siswa Kelas V SDN Klenang Lor II Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo Tahun Pelajaran 2019 Mansur, Abu
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v3i1.817

Abstract

Hasil belajar yang diperoleh dari penilaian formatif pada kelas PKn yang mencakup materi Memahami Negara Kesatuan Republik Indonesia belum sesuai dengan harapan guru. Hanya empat dari 18 siswa yang mengikuti pembelajaran dan memenuhi standar KKM yang mencapai tingkat ketuntasan sebesar 22,22 persen. Masih jauh dari perkiraan tingkat penyelesaian 75%. Pembelajaran guru masih jauh dari efektif, dibuktikan dengan 14 siswa atau 77,78 persen belum menyelesaikan KKM. Penulis memfokuskan masalah tersebut dan merumuskannya sebagai berikut setelah mengidentifikasi dan menganalisis masalah yang ada: Apakah siswa kelas V SDN Klenang Lor II Kabupaten Banyuanyar dapat memanfaatkan metode Value Clarification Technique (VCT) dalam pembelajaran? Ada tiga tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini, yaitu: pra siklus, siklus awal, dan siklus selanjutnya. Pada tanggal 29 September 2018, Pra-Siklus dimulai. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Pada tanggal 7 Oktober 2017 telah dilaksanakan pembelajaran Siklus I. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. Learning Cycle kedua berakhir pada 21 Oktober 2017. Ada dua pelajaran dan dua pertemuan 70 menit. 77,8% dan 22,2% siswa tidak menyelesaikan pendidikan mereka selama pra-siklus. Tindakan siklus I diselesaikan oleh 55,5 persen siswa, tetapi 44,5% tidak. Pada siklus II, 83,3 persen siswa menyelesaikan tugasnya, sedangkan 16,7 persen tidak menyelesaikannya. Setelah peningkatan pembelajaran dilaksanakan, tingkat keberhasilan, atau persentase siswa yang menyelesaikan pendidikannya, meningkat secara signifikan. Rata-rata hasil tes pra siklus hanya 65,50; 85 pada Siklus II dan 71,10 pada Siklus I.
The Application of Ai-Based Audio-Visual Learning Media To Student Learning Interest In The Subject of Islamic Cultural History In Madrasah Ibtidaiyah Mansur, Abu; Zuhdiyah, Zuhdiyah; Nurlaeli, Nurlaeli
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 001 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam (Special Issue 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i001.5510

Abstract

In the digital era the learning process is directed to computerization such as the application of Competency-Based National Assessment (ANBK) all schools have implemented computerization as well as MI Azizan Palembang has started the learning process and assessment using computer media, the purpose of this study was carried out to determine the Application of Interactive Video Learning Media at Madrasah Ibtidaiyah Azizan, the Effect of Application of Interactive Video on Student Learning Interest, the research method in this study used an experimental method with a pre-test post test design, data collection techniques in this study using questionnaires, interviews and documentation, data analysis techniques carried out with simple linear regression. The research uses validity, reliability, and hypothesis testing, the results of the study, the learning process at MI Azizan has been running properly, from the results of the calculation of the simple regression test shows the significance value of 0.000 <0.05. so it can be concluded that the media used has a significant effect in developing students' learning interest. meaning that Ha which reads "audio-visual media has an effect on developing students' learning interest" has been proven. And from the output the R Square value is 0.915. This means that the effect of audio-visual media in developing students' interest in learning at MI Azizan Palembang is 91.5% and 8.5% is influenced by other variables not examined in this study.
Nilai-Nilai Kepesantrenan KH. Imam Zarkasyi sebagai Fondasi Moderasi Beragama di Era Globalisasi Sepiana, Yelna; Darmanto; Fauzi, Muhammad; Mansur, Abu
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35503

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kepesantrenan yang dirumuskan oleh KH. Imam Zarkasyi serta relevansinya terhadap penguatan moderasi beragama di era globalisasi. Kajian ini berangkat dari pandangan bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter moderat umat. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis literatur, penelitian ini menelusuri nilai-nilai dasar pesantren seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan berpikir dalam bingkai adab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki korelasi kuat dengan prinsip-prinsip moderasi beragama, seperti komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap budaya lokal. Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam sistem pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor yang menekankan keseimbangan antara ilmu, akhlak, dan tanggung jawab sosial. Meskipun dihadapkan pada tantangan globalisasi dan digitalisasi, pesantren tetap menjadi benteng moderasi beragama yang adaptif dan relevan. Pemikiran KH. Imam Zarkasyi terbukti memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan moderasi beragama di Indonesia melalui model pendidikan Islam yang inklusif, rasional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN K.H. HASYIM ASY’ARI SERTA RELEVANSINYA BAGI SEKOLAH DAN PESANTREN DI KAWASAN MELAYU Mananna, Muhammad Albab; Mukjizat, Lailatul; Sausan, Mona Alyaa; Mansur, Abu; Nurlaila, Nurlaila
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 2 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i2.1181

Abstract

Sebagai ulama besar dan pendiri Pesantren Tebuireng, K.H. Hasyim Asy’ari merumuskan pendidikan Islam yang mengutamakan pentingnya adab, integritas moral, dan penyempurnaan akhlak sebagai inti pembelajaran. Artikel ini mengkaji secara komprehensif pemikiran pendidikan K.H. Hasyim Asy’ari serta relevansinya bagi sekolah dan pesantren pada kawasan Melayu. Studi ini menerapkan metode kualitatif dengan memanfaatkan pendekatan kajian literatur pustaka, melalui analisis literatur klasik maupun kontemporer relevan dengan konsep pendidikan beliau. Hasil kajian mengemukakan bahwasannya pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari mencakup beberapa aspek fundamental, yaitu tujuan pendidikan yang berorientasi pada pembentukan insan bertakwa, karakteristik guru sebagai figur teladan, sistem pendidikan berbasis nilai-nilai teosentris, integrasi ilmu agama serta ilmu umum, metode pembelajaran pesantren seperti bandongan dan sorogan, serta evaluasi bukan cuma menilai aspek kognitif akan tetapi terkait perilaku dan pengamalan ilmu. Pada konteks sekolah dan pesantren di wilayah Melayu, meliputi Indonesia bagian barat, Malaysia, Brunei, dan komunitas Melayu lainnya,gagasan Hasyim Asy’ari terbukti sangat relevan. Nilai-nilai akhlak, penghormatan terhadap guru, keseimbangan antara tradisi dan modernitas, serta pelestarian kitab kuning selaras dengan budaya masyarakat Melayu yang menjunjung tinggi adab dan moralitas. Dengan demikian, pemikiran K.H. Hasyim Asy’ari dapat dijadikan landasan filosofis serta praktis terhadap penguatan pendidikan Islam di kawasan Melayu, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi tanpa kehilangan identitas keilmuan dan karakter keislaman.
Internalization of Imam Zarkasyi's Educational Values in the Spiritual Program: Character Strengthening Strategies at SMAN 1 Makarti Jaya Koswara, Ari; Asmaisyah, Asmaisyah; Fauzi, Muhammad; Mansur, Abu
Journal of English Language and Education Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v11i1.1841

Abstract

Strengthening students’ character has become a major priority in modern education, requiring relevant and applicable value internalization models. This study is motivated by the limitations of previous research that tends to address character education in a general manner and the lack of studies integrating Imam Zarkasyi’s educational values within public senior high school contexts. This research aims to describe the forms of value internalization, analyze the implementation of spiritual programs, and evaluate the effectiveness of strategies applied at SMAN 1 Makarti Jaya. The study employs a qualitative approach with a case study design. Research informants include the principal, spiritual program supervisors, Islamic education teachers, and students. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques based on the Miles and Huberman model. The findings reveal that the internalization of Imam Zarkasyi’s values is realized through structured religious habituation, teachers’ exemplary behavior as role models, and the strengthening of a school culture grounded in discipline and responsibility. These strategies have proven effective in enhancing students’ religiosity, integrity, and discipline, while also reinforcing a value-based and character-oriented school ecosystem.