Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IDENTIFIKASI MIKOSIS PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS DENGAN BTA POSITIF DI KOTA JAMBI Ahmad Syarthibi; Rd Mustopa; Anggraini Anggraini
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v6i1.536

Abstract

Background: Smear positive TB patients take a long time to undergo treatment. Therapeutic antibiotics have the effect of attacking the causative organism and eliminating other bacteria that are not. This causes changes in the normal flora ecosystem so that natural microbial ecological disturbances occur. Imbalance of normal flora can result in colonization of respiratory tract fungi that will invade the mucosa and multiply. This study aimed to analyze the incidence of fungal infections in smear-positive TB patients which include the incidence of fungal infections, determine the types of fungi that infect and determine fungal infections based on the phase of ATD consumption in the observed patients. Method: A descriptive cross sectional design was used in this study. The patient came from several Microscopic Referral Health Centers in Jambi city. The TB examination was carried out at the puskesmas while the fungal examination was carried out at the Mycology Laboratory of the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Jambi, TLM Department. Total sampling was carried out during the data collection period July - August 2021. Result: In the culture examination, it was found that 47.6% of the fungus in the sputum of the patients were observed. The percentage was found in male patients and pulmonary TB patients with treatment duration of more than 2 months/advanced phase. From the identification carried out, several types of fungi were found consisting of Candida Sp (60%), Aspergilus Sp (30%) and other fungi (10%) as the cause of mycoses. Conclusion : micosis were found on patients with Pulmonary TB and had 2 months duration of treatment and caused by Candida Sp. Infection.
Aktivitas Enzim Metabolik Dalam Saliva Sebagai Penanda Biologis Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Siti Sakdiah; James Perdinan Simanjuntak; Fardiah Tilawati Sitanggang; Ahmad Syarthibi; Tamrin Tamrin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.293 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11483

Abstract

PPOK menjadi permasalahan kesehatan yang semakin mengkhawatirkan pada masyarakat di seluruh dunia. Usaha deteksi dini PPOK terus dikembangkan untuk mencegah perkembangan penyakit. Penggunaan parameter pemeriksaan laboratorium rutin dan sederhana dinilai berpotensi sebagai penanda perkembangan PPOK. Pengujian aktivitas enzim terhadap spesimen darah adalah parameter yang biasa diterapkan untuk diagnosis berbagai penyakit akut dan kronik. Pengujian tersebut belum dilakukan terhadap spesimen saliva dalam analisis rutin. Pengujian terhadap spesimen saliva masih sedikit dipelajari dan belum mendapat pengakuan sebagai parameter uji laboratorium. Sementara itu saliva diketahui memiliki kandungan enzim-enzim yang cukup tinggi dan telah dibuktikan keterkaitannya dengan perubahan kondisi pada penyakit-penyakit lainnya. Pengujian dilakukan untuk menganalisis profil enzim LDH, ALT, AST, GGT dan ALP sebagai penanda biologis untuk deteksi dini PPOK. Penelitian menggunakan desain case control dengan 20 responden PPOK dan 40 kontrol, terdiri dari 20 orang perokok aktif dan 20 orang bukan perokok. Saliva diperiksa aktivitas enzim menggunakan spektrofotometer di laboratorium kimia klinik jurusan TLM Poltekkes Kemenkes Jambi. Data dianalisis menggunakan Anova dan Benferonni. Hasil penelitian mendapatkan bahwa rata rata aktivitas ALT dan GGT signifikan lebih tinggi dibanding kontrol non PPOK perokok dan bukan perokok (p<0.05). Rata rata aktivitas LDH signifikan lebih rendah dibanding kontrol non PPOK perokok dan bukan perokok (p<0.05). Hasil analisis lebih lanjut membuktikan bahwa kelompok yang berbeda signifikan adalah aktivitas GGT dengan PPOK dan non PPOK bukan perokok. Rata-rata aktivitas AST dan ALP tidak berbeda signifikan antara ke 3 kelompok. Kesimpulan aktivitas LDH, ALT terutama GGT dalam saliva berpotensi sebagai penanda biologis untuk deteksi dini diagnosa PPOK.
Edukasi Kader Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Kolesterol di Wilayah Kerja Puskesmas Putri Ayu Jambi Agraini Agraini; Ahmad Syarthibi; Abdan Saquro
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v6i1.1137

Abstract

Kolesterol tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung dan stroke, yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, termasuk di Provinsi Jambi. Pencegahan kolesterol tinggi perlu dilakukan melalui edukasi dan promosi kesehatan yang berkesinambungan, terutama oleh kader kesehatan sebagai ujung tombak di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu Jambi dalam melakukan edukasi tentang pencegahan kolesterol. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi melalui penyuluhan interaktif, simulasi penyuluhan, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan kader setelah diberikan edukasi. Selain itu, kader juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu melakukan simulasi penyuluhan dengan baik. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran kader sebagai agen perubahan dalam mendukung upaya pencegahan kolesterol tinggi di masyarakat secara berkelanjutan
Edukasi Kader dan Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Pencegahan Anemia Pada Pasien Penyakit Saluran Pernapasan di Desa Muara Kumpeh RD. Mustopa; James Perdinan; Ahmad Syarthibi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i1.107

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada pasien dengan penyakit saluran pernapasan. Di Desa Muara Kumpeh, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan anemia memperburuk kondisi ini. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemberdayaan masyarakat dalam mencegah anemia melalui edukasi dan pelatihan kader Posyandu serta Karang Taruna. Kegiatan ini melibatkan berbagai metode, termasuk sosialisasi masyarakat, pelatihan kader, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan program dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Muara Kumpeh, dengan pelatihan kader yang diselenggarakan di Aula Dera Kota Karang pada bulan September 2024. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, seperti diskusi kelompok dan simulasi praktik, untuk memaksimalkan pemahaman dan keterampilan peserta. Materi edukasi meliputi pentingnya pola makan bergizi, pengenalan gejala anemia, dan langkah pencegahannya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Selain itu, masyarakat mulai menunjukkan perubahan perilaku menuju pola hidup sehat untuk mencegah anemia. Monitoring dan evaluasi mengonfirmasi efektivitas pendekatan yang diterapkan dalam program ini. Kesimpulannya, program ini berhasil memberdayakan kader Posyandu dan Karang Taruna sebagai agen perubahan dalam masyarakat, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan anemia