Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali Untuk Anak-Anak di Sanggar Tari Warini Govardhana, Komang Ojas; Ruastiti, Ni Made; Kasih, Ni Nyoman
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 2 No 2 (2022): Terbitan Kedua Bulan November tahun 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.794 KB) | DOI: 10.59997/journalofdance.v2i2.1885

Abstract

Tujuan Penelitian ini dilakukan adalah untuk dapat memahami dan menjelaskan Strategi Pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali untuk Anak-anak di Sanggar Tari Warini. Penelitian ini dilakukan karena dilatari oleh seringnya Sanggar Tari Warini menyabet juara dalam lomba-lomba tari Bali, padahal di Bali banyak terdapat kursus-kursus tari serupa yang tersebar di Bali.  Pertanyaannya adalah: (1) bagaimanakah strategi pembelajaran gerak dasar tari Bali yang dilakukan di Sanggar Tari Warini sehingga anak didiknya terus mendapatkan juara?; (2) metode apa yang digunakan oleh Ibu Arini?; (3) apa dampak dari proses pembelajaran gerak dasar tari Bali bagi anak-anak yang bersangkutan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Metode Kualitatif digunakan untuk mengkaji strategi pembelajaran. Dampaknya dikaji dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Sanggar Tari Warini suskes mendidik anak-anaknya menjadi penari andal karena sanggar tersebut menggunakan strategi pembelajaran pedagogi, heutagogi dan imitasi; (2) Untuk menghasilkan lulusan yang handal, Sanggar Tari Warini mengimplementasikan gerak-gerak dasar tari Bali dengan menggunakan tahapan pembelajaran Gerak Dasar Tari Bali I, Gerak Dasar Tari Bali II dan Gerak Dasar Tari Bali Putra; (3) penerapan Gerak Dasar Tari Bali yang dilakukan secara bertahap tersebut berdampak pada mantapnya penguasaan gerak dasar tari Bali dan tingginya rasa percaya diri anak-anak yang belajar di Sanggar Tari Warini untuk menari.   Kata Kunci :Strategi, Pembelajaran, Gerak Dasar Tari Bali, Anak-Anak, Sanggar Tari Warini
Tari Lila Mahayu Ni Wayan Mirah Mayra Mentari; A.A Ayu Mayun Artati; Ni Nyoman Kasih
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Karya tari Lila Mahayu merupakan garapan tari baru yang terinspirasi dari tradisi yang berada di Desa Bantiran yaitu Rejang Ayunan. Dalam garapan ini tradisi Rejang Ayunan dikaitkan dengan proses kehidupan manusia dalam suatu pencapaian sehingga mencapai suatu kegembiraan. Kata Lila berasal dari bahasa Bali yang berarti senang sedangkan Mahayu berasal dari bahasa jawa kuno yang berarti gembira. Karya ini memiliki tema kegembiraan sesuai dengan makna dari rejang ayunan. Tari Lila Mahayu berbentuk tari kelompok dengan enam orang penari putri. Dalam penciptaan tari Lila Mahayu,metode yang digunakan adalah metode Anggripta Sesolahan. Karya tari Lila Mahayu berdurasi 10 menit dengan iringan tari Gong kebyar. adapun strukturnya terdiri dari Pepeson, Pengawak, Pengecet, Pekaad. Estetika dalam karya tari Lila Mahayu mengacu pada teori Estetika oleh A.A.M. Djelantik. Nilai yang terkandung dalam garapan tari Lila Mahayu adalah nilai perjuangan. Kata kunci : Lila Mahayu, Rejang Ayunan, perjuangan
Karya Tari Same Plin I Wayan Tisna Dana; I Kt Suteja; Ni Nyoman Kasih
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Charlie Chaplin adalah seorang tokoh dunia yang inspiratif dikenal sebagai pemain film, sutradara, dan komposer pada tahun 1889-1977. Dalam film-film yang diciptakan dan diperankan Chaplin, selalu menampilkan kelucuan, kebahagiaan, dan kekonyolan. Walaupun dikenal dengan karakter yang demikian, ternyata Chaplin mengalami keterpurukan dalam hidupnya, sejak Ia kecil hingga dewasa. Melalui fenomena tersebut, pencipta tertarik untuk menciptakan karya tari yang berjudul Same Plin. Proses penciptaan karya tari Same Plin menggunakan metode Bergerak Menurut Kata Hati Metoda Baru dalam Mencipta Tari oleh I Wayan Dibia. Metode Penciptaan tersebut didalamnya meliputi lima tahapan penting, yaitu merasakan, menghayati, mengkhayalkan, mengejawantahkan, dan memberi bentuk, serta menggunakan teori imaji dan imajinasi oleh Tedjoworo. Karya tari Same Plin adalah karya tari yang mengisahkan kebahagiaan dan kelucuan Charlie Chaplin di depan orang banyak atau di atas panggung, namun sebenarnya memiliki kehidupan yang sulit dan terpuruk. Karya ini bertemakan kehidupan sosial yang ditarikan oleh 8 (delapan) orang penari dengan menggunakan iringan musical instrument digital interface (MIDI) yang berisikan instrument dari plugin orkestra. Kata kunci: same plin, kebahagiaan, keterpurukan, kontemporer
Tari RESULT Pratama, I Putu Oka Surya; Kasih, Ni Nyoman; Saputra, I Putu Bagus Bang Sada Graha
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 4 No 1 (2024): Jurnal IGEL Vol 4 No 1 2024
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v4i1.4202

Abstract

Result is a contemporary dance work whose idea comes from dice. The creator has an interest in the form of a number game and the clash of dice which results in an uncertain number value, and is poured into the dance work Result. In the method of creating this dance work, the creator found a gambling game method that was applied spontaneously by both dancers and musicians with dice media, the creator wanted to visualize it in a dance work to try or experiment on dice media. Do not forget that the creators also used Jacqueline Smith's dance creation method, called the construction method. The construction method consists of five stages, namely I to V, each of which has a stage in the process of creating a dance work.
KEDALIH Ni Komang Putriana Agustini; Anak Agung Ketut Oka Adnyana; Ni Nyoman Kasih
Jurnal IGEL : Journal Of Dance Vol 5 No 2 (2025): Jurnal IGEL: Journal Of Dance VOL.5 NO.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jijod.v5i2.6065

Abstract

Abstract Kedalih is accusation or slander, Rangdaning Jero Agung was accused of killing her husband and slandered by the local community for having black magic so that Randaning Jero Agung's patience ran out, and she meditated at Pura Dalem Blanjong to ask for supernatural powers. And was given supernatural powers, namely Legu Gondong which made the local community restless because of the plague in the form of Legu (mosquitoes). The meaning of "Kedalih" is accusation or slander, so "Kedalih" is a new creative dance work danced by 7 dancers depicting the accusation of Rangdaning Jero Agung who killed her husband so that she became angry, and begged at Pura Dalam Blanjong Sanur to be given supernatural powers, namely Legu Gondong. The Kedalih dance work uses the method of I Kt. Suteja, namely Angripta Sesolahan which consists of the stages of ngarencana, nuasen, makalin, nelesin, and ngebah. The Kedalih work has 3 structural parts accompanied by LIVE Gambelan Semarandana. The makeup used is modified Balinese dance makeup with nuances of clothing taken from the colors White and Black. To realize the Kedalih dance work, the creator chose the partner of the Manubada Art Community, an art community engaged in the field of dance performing arts located in Singapadu Village, Br. Apuan Singapadu. Keywords : Kedalih, Wabah, Nyamuk
CHARACTER EDUCATION OF A LEADER IN THE DANCE THEATRE “THE MERCY OF DURGA DEVI” Yulianti, Dewi; Ni Nyoman Kasih; I Ketut Sumerjana
Yavana Bhasha : Journal of English Language Education Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7, Issue 1 (2024)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/yb.v7i1.3065

Abstract

Moral degradation such as corruption, murder, divorce, and others which are currently faced by Indonesia is the reason for the significance of character education in Indonesia. Apart from character education, it can also be carried out through performing arts in the form of dance theatre. Dance theatre which always contains moral values ​​is very beneficial for the audience which can be measured from character values. This study aims to find out the metaphors used in the dialogue and the values ​​of the national character contained in the dance theatre The Mercy of Durga Devi and the moral values ​​contained in the dance theatre. The method used is descriptive qualitative method, which includes three stages, namely (1) data collection stage, (2) data analysis stage, and (3) the presentation of results analysis stage. The results of the study show that the dance theatre The Mercy of Durga Devi, which was adapted from Srimad Bhagavatam, contains metaphors that make conveying character values ​​easier and more interesting to understand. The values ​​of the national character are religious, creative, tolerant, responsible, peace-loving, and independent which convey the message which every leader must carry out the scriptures, do yadnya, and give charity.