Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pemanfaatan Lahan Pekarangan Sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Kelapa Tujuh Kecamatan Kotabumi Selatan, Lampung Utara Desy Sasri Untari; Tri Adi Wibowo; Arlin Wijayanti; Citra Puspitaningrum
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.956

Abstract

Masyarakat Kelurahan Kelapa Tujuh rata- rata memiliki pekarangan rumah baik ukuran luas atau terbatas yang belum termanfaatakan secara optimal. Pemanfaatan lahan yang optimal untuk kegiatan budidaya dapat memberikan profit dan sebagai upaya pemenuhan gizi protein keluarga. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk memberikan informasi dan wawasan tentang optimalisasi lahan yang belum termanfaatkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dalam hal ini yaitu menggunakan pendekatan melalui sosialisasi dan tanya jawab secara langsung dan terdiri dari tiga proses yaitu persiapan, pelaksanaan dan penyelesaian. Hasil dari kegiatan PkM ini yaitu pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan lahan untuk budidaya ikan lele meningkat. Hal tersebut diukur dari hasil analisis kuesoner yang dilakukan, sebelum kegiatan sosialisasi pengetahuan dan pemahaman mahasiswa sebesar 38% dan sesudah sosialisasi sebesar 68 %.
Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Limbah Produksi Ikan Asin Sebagai Bahan Baku Tepung Ikan di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan Suci Hardina Rahmawati; Arlin Wijayanti; Mahmudi Mahmudi; Ferdi Zulkarnain; Binti Khoiriyah; Nina Ikhwati Wahidah
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 11, No 1 (2023)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v11i1.4431

Abstract

Desa Tarahan terletak di kawasan pesisir, Kabupaten Lampung Selatan. Sebagaian besar masyarakat di desa ini menggantungkan hidupnya dari hasil perikanan dan kelautan. Pemanfaatan limbah hasil olahan ikan asin di Desa Tarahan masih sangat minim dan belum teratasi dengan baik. Pemberdayaan terhadap masyarakat nelayan di Desa Tarahan perlu dilakukan untuk mengatasi persoalan limbah ikan asin. Salah satunya melaui diversifikasi produk dengan pembuatan tepung ikan. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat nelayan di Desa Tarahan memanfaatkan limbah ikan agar memiliki nilai tambah ekonomi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah melalui penyuluhan dan diskusi kepada masyarakat setempat mengenai pengelolaan dan pemanfaatan limbah hasil kegiatan produksi ikan asin serta kendala-kendala yang mungkin dihadapi. dalam sesi penyuluhan dan diskusi terbagi menjadi 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penyelesaian. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat dalam pengelolaan limbah ikan asin menjadi tepung ikan agar memiliki nilai tambah secara ekonomi. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap upaya pemanfaatan limbah ikan asin sebagai bahan baku pembuatan tepung ikan yang ditunjukkan dengan nilai presentasi sebelum kegiatan yaitu sebesar 42,8% dan sesudah adanya kegiatan pengabdian meningkat menjadi 67,6%. 
Addition of Euchema cottoni Carrageen to the Characteristics of Kurisi Fish (Nemipterus nematophorus) Pempek TRI ADI WIBOWO; DESY SASRI UNTARI; ARLIN WIJAYANTI
JURNAL LEMURU Vol 8 No 1 (2026): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v8i1.7343

Abstract

Gel-based diversified fish products such as pempek generally have a chewy texture due to the formation of a fish protein gel matrix that is reinforced by tapioca starch during mixing and cooking processes such as boiling. However, in their processing, errors in stages commonly occur that can result in a final product that is not chewy. Therefore, a gelling agent is needed to maintain its chewy texture, such as carrageenan. Threadfin bream fish (Nemipterus nematophorus) is a type of fish with white flesh that is high in protein, but its potential as a raw material for diversified fish products has not been fully utilized. This study aims to examine the effect of adding carrageenan extracted from Eucheuma cottonii seaweed on the sensory characteristics of pempek from Threadfin bream fish, including appearance, odor, taste, and texture. The method used was a completely randomized design (CRD) non-factorial with four carrageenan addition treatments (0%, 2%, 4%, and 6%) and three replications. The characteristic tests included appearance, aroma, taste, and texture. The results showed that the addition of carrageenan had a significant effect on the appearance, aroma, and taste of pempek (P<0.05), but did not significantly affect the texture (P>0.05). The best treatment was obtained with the addition of 2% carrageenan. The highest carrageenan concentration (6%) had the lowest value, as it produced a darker product, a slightly rancid aroma, and a firmer texture. Overall, the addition of 2% Eucheuma cottonii carrageenan improved the sensory quality of pempek from Threadfin bream fish
Akselerasi Kemandirian Pangan Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo melalui Edukasi Agribisnis Terintegrasi: Pilot Project Unit Usaha Ternak dan Pengolahan Ikan Higienis Novia Ambar Sari; Arlin Wijayanti; Diah Reni Asih
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9680

Abstract

Pondok pesantren memiliki potensi strategis dalam mendukung kemandirian pangan melalui pengembangan unit usaha produktif berbasis sumber daya lokal. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan agribisnis terintegrasi, budidaya peternakan, serta pengolahan hasil perikanan masih menjadi kendala dalam mewujudkan sistem pangan yang berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas santri dan pengurus Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo dalam mengembangkan unit usaha berbasis agribisnis melalui pelatihan pengolahan produk diversifikasi perikanan dan sistem agribisnis pertanian-peternakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang meliputi identifikasi kebutuhan mitra, edukasi dan pelatihan, implementasi pilot project, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Materi pelatihan mencakup pengolahan ikan higienis dan marinasi ikan berdasarkan prinsip Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), manajemen budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), serta penerapan Integrated Farming System (IFS) berbasis Circular Economy. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas santri dan pengurus pesantren. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata pre-test dari 62,5 menjadi 91,0 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 28,5 poin atau 45,6%. Selain itu, peserta mampu menerapkan teknik pengolahan ikan secara higienis, memahami manajemen budidaya ayam KUB, serta mengimplementasikan konsep agribisnis terintegrasi sebagai dasar pengembangan pilot project unit usaha pesantren. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta dan menjadi model awal penguatan kemandirian pangan Pondok Pesantren Minhajur Rufaqo secara berkelanjutan.
Aplikasi Infusa Daun Salam (Syzygium polyanthum) Terhadap Mutu Organoleptik Fillet Ikan Patin (Pangasius sp.) Arlin Wijayanti; Desy Sasri Untari; Suci Hardina Rahmawati; Muhammad Khoirudin
Jambura Fish Processing Journal Vol 8, No 2 (2026): VOLUME 8 NOMOR 2, JULY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jfpj.v8i2.39313

Abstract

Pangasius sp. fillets are highly perishable fishery products that readily undergo quality deterioration during storage due to enzymatic, microbiological, and oxidative activities. The use of natural preservatives, such as Indonesian bay leaf (Syzygium polyanthum), may serve as an alternative approach to maintain fillet quality because this plant contains bioactive compounds with potential antimicrobial and antioxidant properties. This study aimed to analyze the effect of Indonesian bay leaf infusion on the organoleptic quality of Pangasius fillets during chilled storage. The study employed a single-factor Completely Randomized Design with four Indonesian bay leaf infusion concentrations: 0% (P0), 5% (P1), 10% (P2), and 15% (P3) (w/v), with three replications for each treatment. Pangasius fillets were immersed in the infusion for 15 min, drained, and stored at 5±2°C for 7 days. Observations were conducted on days 0, 1, 3, 5, and 7 for color, odor, texture, brightness, and slime using a hedonic test involving 40 untrained panelists. Data were analyzed using analysis of variance, followed by Duncan’s multiple range test at a 95% confidence level. The results showed that Indonesian bay leaf infusion concentration, storage duration, and their interaction significantly affected all organoleptic parameters (p