Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Chief Engineer dalam Meningkatkan Produktifitas Kerja di Engine Room pada Mt. Griya Flores Victor Wiku Widyo Bharoto; Budi Purnomo; Puryadi Puryadi
Majalah Ilmiah Gema Maritim Vol 21 No 2 (2019): Gema Maritim Vol 21 No 2 tahun 2019 tanggal 30 September 2019
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1224.31 KB) | DOI: 10.37612/gema-maritim.v21i2.29

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa jauh peran dari Cief Engineer dalam meningkatkan produktivitas kerja dikapal terutama pada bagian mesin. Teknik pengumpulan data dilakukan berdasarkan pengamatan langsung dilapangan ketika penulis bekerja menjadi masinis di atas kapal tanker MT.Griya Flores milik dari PT.Humpuss Transportasi Kimia - Jakarta Selatan. Adapun pengamatan yang dilakukan antara lain: Melakukan pengamatan secara langsung kondisi diatas kapal khususnya dikamar mesin saat penulis berada diatas kapal. Penulis juga melakukan pencatatan dan monitoring langsung kinerja dari Kepala Kamar Mesin dan beberapa perwiral mesin kapal dan beberapa data. Mengingat begitu banyak masalah yang timbul dalam pembahasan penelitian, penulis membatasi lingkup bahasan permasalahan ini khususnya hanya pada masalah organisasi dan administrasi personal pada MT. Griya Flores Untuk lebih memudahkan pembahasan masalah setelah diidentifikasi masalahnya, maka dilaksanakanlah pemilihan masalah sesuai USG, adapun USG itu sendiri adalah sebagai berikut (Urgency adalah masalah yang apabila tidak segera diatasi akan berakibat fatal dalam jangka waktu panjang. (Seriousness) adalah masalah yang apabila terlambat diatasi akan berdampak fatal terhadap kegiatan tetapi berpengaruh pada jangka pendek. (Growth) Adalah masalah potensial untuk tumbuh dan berkembangnya masalah dalam jangka panjang dan timbulnya masalah baru dalam jangka panjang. Identifikasi Masalah Bahwa sehubungan dengan produktivitas kerja yang rendah penulis telah mengidentifikasi beberapa masalah, antara lain Timbulnya Kejenuhan Kerja Perbedaan latar belakang budayaAkibat perbedaan bahasa, SDM Kurang terampil ,Kurangnya disiplin kerja membuat ABK mesin terampil agar operasional kapal lancar. Peranan tugas dan tanggung jawab Cief Engineer yang berlaku di lingkungan perusahaan dalam meningkatkan kelancaran operasional kapal, Peningkatan keterampil ABK mesin dalam Bekerja, Menegakkan disiplin kerja Disarankan kepada seluruh perwira di atas kapal untuk meningkatkan kemampuan manajemen, agar supaya dapat mengatasi setiap permasalahan yang bersangkutan dengan kerja di kamar mesin, sehingga produktifitas kerja dapat dicapai semaksimal mungkin.Untuk mempromosikan seorang masinis untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi, sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan ijazah yang dimiliki tetapi juga mempertimbangkan pengalaman kerja diatas kapal, serta prestasi selama kerja. Cief engineer sebagai pimpinan tertinggi di Engine room agar lebih mendalami masalah manajemen dan kepemimpinan yang baik agar dapat membimbing dan mengayomi anak buah kamar mesin
Analisis Kerusakan Crankpin Bearing pada Motor Diesel Generator di MV. CM Laurencia Angga Hani Pratama; priyanto Priyanto; Noerimawan Noerimawan; Puryadi Puryadi
JURNAL BARTEK Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Bahari dan Teknologi [BARTEK]
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6425/2syy8f69

Abstract

This study investigates the crank pin bearing failure of the diesel generator engine aboard MV. CM Laurencia, which led to a blackout during cargo operations. The failure was indicated by reduced lubricating oil pressure, rising oil temperature, abnormal vibrations, and decreased generator output. A descriptive qualitative approach was applied through direct observation during sea practice, interviews with engine crew, and documentation review. The findings reveal that the primary cause was ineffective lubrication due to clogged oil filters containing metal particles, thermal degradation of oil, and delayed maintenance. The bearing experienced wear exceeding tolerance, with a clearance deviation of 0.3 mm versus the standard 0.10-0.12 mm. This resulted in crankshaft imbalance, combustion disruptions, decreased thermal efficiency, and higher fuel consumption. The study recommends implementing running-hour-based maintenance, timely oil and filter replacement, and real-time monitoring of oil parameters to prevent similar failures, aiming to improve crew awareness and technical competence in maintaining diesel generator components..
Analisis Keselamatan Kerja di Kamar Mesin Berbasis Fault Tree Analysis (FTA) dan Risk Priority Number (RPN) Puryadi Puryadi; Karjono Karjono; Evyana Diah Kusumawati
JURNAL BARTEK Vol 2 No 2 (2026): Jurnal Bahari dan Teknologi [BARTEK]
Publisher : Politeknik Bumi Akpelni Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6425/h2kbr014

Abstract

The engine room is the most critical area on a ship with a high potential for work accidents due to the complexity of machinery systems and hazardous working conditions. This study aims to identify and analyze occupational safety risks in the ship's engine room using Fault Tree Analysis (FTA) and Risk Priority Number (RPN). The research employs a quantitative descriptive approach with data collected through direct observation, interviews with crew members, and review of maintenance documents. FTA is applied to map system failures and identify root causes of accidents through a top-down deductive approach, while RPN is calculated based on Severity (S), Occurrence (O), and Detection (D) parameters to determine risk priority levels. The analysis results identify that failures in the lubrication system, cooling system, and fuel system constitute the primary risk factors, with the highest RPN value reaching 240, indicating a significant safety hazard. The FTA analysis reveals that human error, equipment failure, and inadequate maintenance procedures are the dominant root causes of potential accidents. Based on these findings, recommendations include routine maintenance of critical systems, periodic component inspections, safety training for crew, and implementation of automated detection systems. This research contributes to improving occupational safety in the engine room and supporting zero-accident operations in the maritime industry.