Globalisasi menyebabkan perubahan pola hidup masyarakat, termasuk kebiasaan makan yang berdampak pada kesehatan. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat desa mulai terpengaruh gaya hidup tidak sehat yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit. Sebagai upaya penanganan, ATLM melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL) berupa penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan penyakit tidak menular. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan jantung, mengidentifikasi risiko kesehatan melalui Pemeriksaan PTM (Penyakit Tidak Menular), serta mendorong perubahan perilaku hidup sehat melalui pembelajaran berbasis proyek (PjBL). Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan Project-Based Learning (PjBL) yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat, ditandai dengan kenaikan kategori pemahaman “baik” dari 37% menjadi 93%. Selain itu, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 67% peserta memiliki kadar kolesterol di atas normal dan 77% memiliki kadar glukosa darah tinggi, yang mengindikasikan tingginya risiko penyakit tidak menular di masyarakat. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa implementasi PjBL dalam pengabdian kepada masyarakat efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, kesadaran, serta deteksi dini risiko penyakit secara komprehensif.