Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kriteria dan Kinerja Bongkar Muat di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Priok Anggi Widya Purnama; Syafrianita Syafrianita; Pradhana Wahyu Nariendra
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-13 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengeluaran barang dari kapal dagang yang singgah di pelabuhan membutuhkan peralatan bongkar muat. Jasa bongkar muat di pelabuhan dilaksanakan oleh perusahaan bongkar muat.  Kinerja di pelabuhan Tanjung Priok tidak terlepas dari waiting time dan dwelling time. Semakin kecil waktu tunggu kapal untuk dapat bersandar di dermaga dan melakukan aktivitas bongkar muat barang maka kinerja bongkar muat di terminal/pelabuhan semakin baik.Oleh sebab itu, dalam penelitian ini mencoba untuk  mengetahui kriteria yang menjadi pertimbangan dalam analisa kinerja, mengetahui nilai preferensi, dan menentukan matriks keputusan pemilihan perusahaan bongkar muat yang memiliki kinerja paling baik. Metode pendukung dalam memecahkan masalah yakni metode Analytical Hierarchy Process dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Dari hasil penelitian, dapat diketahui bahwa quality merupakan kriteria yang paling dipilih dalam melakukan evaluasi terhadap kinerja perusahaan bongkar muat  dengan presentase sebesar 60% dibandingkan dengan kriteria man sebesar 23%, performance sebesar 14% dan company sebesar 8%. Nilai preferensi Perusahaan bongkar muat terbesar adalah PT. Tangguh Samudera Jaya dengan nilai 0,9982 diurutan pertama, PT. Dwipahasta Utamaduta dengan nilai 0,0080 diurutan kedua,  PT. Prima Nur Panurjwan diurutan ketiga dengan nilai 0,0070, PT. Adipurusa diurutan keempat dengan nilai 0,0056, dan PT Mahardi Saranatama diurutan kelima dengan nilai 0,0017
ANALISIS BIAYA TRANSPORTASI DALAM PENDISTRIBUSIAN IKAN MAS Purnama, Anggi Widya; Syakila , Fitri; Dewi , Nurlaela Kumala
LOGISTIK Vol. 18 No. 01 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.54580

Abstract

Pihak perusahaan belum pernah melakukan perhitungan biaya transportasi pada pendistribusian ikan mas, oleh sebab itu perusahaan perlu melakukan penghitungan biaya transportasi yang aktual. Metode Activity Based Costing (ABC) mampu memberikan informasi biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional, informasi yang lebih akurat ini dapat mendukung penetapan strategi harga yang kompetitif sehingga berkontribusi pada peningkatan profitabilitas dan daya saing perusahaan serta dapat menjadi dasar bagi pihak manajemen dalam menentukan keputusan harga yang optimal dan kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya transportasi dalam pendistribusian ikan mas pada rute Padang Gelugur–Gunung Tua dan Padang Gelugur–Muara Labuh. Stuktur biaya transportasi pada pendistribusian ikan mas di CV. Nadika berdasarkan 4 activity center yaitu aktivitas perjalanan, aktivitas bongkar muat, aktivitas penyusutan serta aktivitas KIR dan pajak kendaraan. Aktivitas perjalanan terbentuk dari: biaya pembelian BBM, biaya menyetir kendaraan, biaya servis kecil dan biaya servis besar. Aktivitas bongkar muat terbentuk dari biaya muat dan biaya bongkar. Aktivitas KIR dan pajak kendaraan terbentuk dari biaya pembayaran pajak kendaraan dan biaya pembayaran uji KIR. Biaya transportasi yang dikeluarkan oleh CV. Nadika berdasarkan perhitungan menggunakan Activity Based Costing untuk pendistribusian ikan mas rute Padang Gelugur- Muara Labuh sebesar Rp 937.689,4 per rit nya, sedangkan untuk rute Padang Gelugur-Gunung Tua sebesar Rp 1.009.203,2 per rit nya. Minimal pengiriman ikan mas untuk rute Padang Gelugur- Muara Labuh yaitu sebesar 156 Kg dan rute Padang Gelugur-Gunug tua sebesar 168 Kg, jika CV. Nadika melakukan pengiriman dibawah angka tersebut maka perusahaan harus menanggung biaya tambahan atau dapat mengurangi profit perusahaan, sedangkan jika perusahaan melakukan pengiriman sesuai angka minimal pengiriman maka perusahaan dapat menutupi biaya pengiriman dan jika perusahaan melakukan pengiriman diatas angka minimal pengiriman maka akan dapat menambah profit atau penghasilan perusahaan.
Analisis Pengaruh Kinerja Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dalam Meningkatkan Produktivitas Kinerja di Pelabuhan Patimban Yunanto, Riki Achmad; Purnama, Anggi Widya; Lestiani, Melia Eka
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 5 No. 2 (2024): Juli - Desember 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.5.2.111-121.2024

Abstract

Menurut data kecelakaan kerja Pelabuhan Patimban 2020 – 2023 masih terjadi kecelakaan kerja dan belum mencapai zero accident serta penilaian kinerja karyawan masih belum baik dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan sesuai Pasal 18 ayat 1 UU No. 3 Tahun 1992 bahwa perusahaan harus mengukur tingkat frekuensi, severity, safe t score dengan mengidentifikasi penyebab kecelakaan dan membuat usulan perbaikan. Metode yang digunakan berupa Analisis Regresi Linier Berganda yang digunakan untuk mengetahui pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan pada aktivitas bongkar muat, dan Fault Tree Analysis (FTA) digunakan untuk mengetahui sumber penyebab kecelakaan kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kinerja karyawan dengan nilai r sebesar 0,894. Hasil penelitian menunjukkan kecelakaan berpengaruh terhadap produktivitas. Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pelabuhan Patimban dikatakan terlaksana cukup baik. Dari data yang diolah bahwa semakin menurunnya tingkat frekuensi dan tingkat severity akan meningkatkan produktivitas karyawan. Berdasarkan Risk Priority Number (RPN) tertinggi dari 5 aktivitas bongkar muat, digunakan Fault Tree Analysis (FTA) untuk melihat akar permasalahan kecelakaan. Dari Fault Tree Analysis (FTA), dapat diberi usulan perbaikan yaitu melaksanakan safety induction secara rutin dan safety patrol setiap shift.
Implementasi Lean Service Dengan Metode Value Stream Mapping Untuk Mengurangi Pemborosan Waktu Pick Up Kargo Ahsan, Tegar Abid; Syafrianita; Purnama, Anggi Widya
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.145

Abstract

Ketepatan waktu pengambilan kargo merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses distribusi logistik. Pada aktivitas pengambilan kargo yang dilakukan oleh PT XYZ masih ditemukan berbagai pemborosan waktu (waste) yang berdampak pada efisiensi proses kerja, terutama dalam alur informasi, pembuatan dokumen, dan kesiapan armada. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan usulan perbaikan proses dengan cara mengidentifikasi aktivitas yang tidak bernilai tambah dan merancang alur sistem kerja yang lebih efisien. Penelitian ini menggunakan pendekatan lean service dengan metode value stream mapping (VSM) untuk memetakan seluruh aktivitas proses pengambilan kargo. Pengamatan dilakukan pada delapan aktivitas kerja representatif dari rata-rata harian 507 ritase pick up dalam tiga bulan. Analisis dilakukan melalui current state map yang memetakan nilai dan waktu setiap aktivitas dan mengidentifikasi aktivitas value added dan non value added. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu aktivitas non value added pada current state map sebesar 76,4 menit (66%) dan value added sebesar 38,9 menit (34%). Setelah penerapan perbaikan alur proses kegiatan, waktu non value added berkurang menjadi 39,3 menit (50%) dan aktivitas value added menjadi 38,6 menit (50%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan lean service mampu meminimalkan waste dan meningkatkan efisiensi proses pick up kargo.
Selection of 3PL Vendors for The Distribution of Garment Products Using The ANP: A Case at An Indonesia Garment Company Hudaya, Wafi; Purnama, Anggi Widya; Syafrianita, Syafrianita
Jurnal Logistik Indonesia Vol. 9 No. 2: Oktober 2025
Publisher : Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Decision-making for the selection of a 3PL vendor needs to look at many factors, currently PT BASIL has not determined a vendor for the new delivery route as well as previously the selection of a vendor based on price and fleet availability. This study uses the Analytical Network Process (ANP) method assisted by super decision which provides value information in the form of weight, alternatives that have high weight are recommended recommendations. The results of data processing from the highest order for the criteria are delivery 19%, service 16%, experience 15%, quality 14%, responsive 12%, performance 11%, insurance 7%, price 5%. For the sub-criteria, namely the reputation of the vendor, the availability of the car carrier when there is demand and the ability to fulfill the specified schedule when there is a demand 12.50%, the safety of goods 7.54%, payment 6.48%, good complaint handling 6.39%, low price 6.02%, the condition of the goods 4.96%, good communication 4.84%, liability 4.80%, late goods insurance 4.75%, damaged goods insurance 4.26%, flexible 4.24%, lost goods insurance 3.49%, punctuality 3.06%, ability to respond to defective and surviving goods claims 2.86%, non-defective goods 2.11%, accuracy of the quantity of units delivered and units received in good condition 2.10%, goods not lost 2.01%, fleet condition 1.40%, accurate 1.12%, documents 0.48%, paying attention to K3 in operational activities 0%. For the alternative with the highest weight, Lion Parcel is 36%, because Lion Parcel is a vendor that matches the priority needs of the company.