Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDENTS’ MOTIVATION IN LEARNING ENGLISH BY GIVING WARM UP ACTIVITIES IN BEGINNING OF CLASS Syahrul Syahrul
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 11, No 2 (2022): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v11i2.8172

Abstract

The objective of this research was to find out Students’ motivation in learning English by giving warm-up activities at the beginning of class, (An Experimental Study at the Second Grade of SMPN 2 Mangarabombang, Kabupaten Takalar). This research applied a pre-experimental design with Pre-Questionnaire, Treatment and Post-Questionnaire. The population of this research was the second-grade students of SMPN 2 Mangarabombang, Kabupaten Takalar which consisted of VIII A, VIII B, and VIII. To find out the students’ involvement motivation, the researchers used a questionnaire. The questionnaire aimed to find the effects of warm-up activities on students’ motivation in learning English. The questionnaire used an attitude scale, they were: Strongly Agree (SA), Agree (A), Undecided (UN), Disagree (D), or Strongly Disagree (SD). The students answered the question based on their perspective and their opinion. Warm-up activities affected the students’ perspective on learning English after being treated. The mean was improved by 8.24%, ranging from54.3 to 60.9. It indicates that students have a positive perspective on learning English after giving warm-up activities at the beginning of class. Warm-up activities affected the students’ extrinsic motivation in learning English after being treated. The mean is improved (5.78%) ranging from 55 to 59.56, which indicates that students’ extrinsic motivation is increased after giving warm-up activities at the beginning of class. It also shows that warm-up activities can create a good atmosphere and positive perspective for students and encourage students to be involved in classroom activities. Concern about that facts and based on the data analysis above and students’ journal analysis, the researcher would like to conclude that warm-up activities can affect students’ perspective and student's extrinsic motivation in learning English. So, we can make warm-up activities one of the options to face the class.
ANALISIS SIKAP TOLERANSI SISWA PADA PERKEMAHAN MODERASI BERAGAMA SEINDONESIA DI KABUPATEN GOWA Syahrul Alfarabi; Muhammad Ikram
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 1 No. 1: APRIL 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.232 KB) | DOI: 10.61169/el-fata.v1i1.8

Abstract

Pendidikan merupakan proses terus-menerus yang dilakukan baik formal dan nonformal. Pada proses perjalanannya, terjadi perubahan dalam sistem pendidikan diakibatkan ikut berubahnya konteks dan karakter peserta didik di Indonesia. Pemerintah telah melakukan upaya-upaya panjang dan terstruktur yang melibatkan banyak stakeholder, salah satunya perubahan sistem kurikulum 2013. Ada empat indikator dan 18 karakter terkait perilaku baik siswa dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku dan sikap toleransi beragam siswa yang hadir sebagai peserta Kemah Toleransi Beragama di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam. Teknik pengumpulan datanya melalui kuesioner dan wawancara dengan teknik analisis data berupa angka-angka statistik yang mengacu pada skala likert kemudian dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini bahwa siswa memiliki sikap toleransi dengan kategori sangat tinggi serta sangat toleransi pada sesama temannya. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan memperluas wawasan peneliti dibidang pendidikan khususnya dalam sikap toleransi. Kata Kunci:. Analisis, Toleransi, Siswa
COOPERATIVE LEARNING IN TEACHING READING: How does the English teacher perceive cooperative learning? Hermawan, Heri; Ibnumal, Ibnumal; Syahrul, Syahrul
EXPOSURE : JURNAL PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Vol 13, No 2 (2024): Exposure
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/exposure.v13i2.17344

Abstract

Learning to read is not merely a classroom requirement; it is a skill that empowers individuals, enabling them to navigate the complexities of the world and fostering a lifelong love for learning. The objectives of this research are formulated to investigate the English teacher of perception about cooperative learning. The study employed a case study research approach. A case study is a method used to gain a comprehensive comprehension of a subject or event in an authentic environment. The result study shows that The effectiveness of a teaching method is contingent upon various factors, including the specific context, learning objectives, and the preferences of both teachers and students. While cooperative learning has demonstrated efficacy in numerous scenarios, it is recognized that alternative methods may also be suitable depending on the unique needs and characteristics of the class. This highlights the value of educators being open to exploring and adapting different instructional strategies to best meet the requirements of their students.
PENINGKATAN LITERASI BAHASA INGGRIS SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI INTEGRASI APLIKASI DUOLINGO Syahrul, Syahrul; Hamzah, Muh.qardawi
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i3.6394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi Duolingo sebagai alat bantu pengajaran dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris pada peserta didik sekolah dasar, khususnya di wilayah pedesaan yang memiliki akses terbatas terhadap sumber daya pembelajaran bahasa. Literasi bahasa Inggris di tingkat sekolah dasar merupakan fondasi krusial bagi pengembangan kemampuan komunikasi dan akademik di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan campuran (mixed methods), mengintegrasikan data kuantitatif dari nilai pre-test dan post-test kemampuan literasi bahasa Inggris serta data kualitatif dari observasi partisipatif dan wawancara dengan peserta didik dan guru. Subjek penelitian melibatkan 50 peserta didik kelas 4 dan 5 dari dua sekolah dasar di Kabupaten Takalar yang dibagi menjadi kelompok eksperimen (menggunakan Duolingo) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor literasi bahasa Inggris kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Peserta didik menunjukkan peningkatan dalam penguasaan kosakata, pemahaman tata bahasa dasar, dan kemampuan membaca sederhana. Aspek motivasi belajar juga terlihat meningkat pada peserta didik yang menggunakan Duolingo, karena fitur gamifikasi dan umpan balik instan yang ditawarkan aplikasi. Namun, tantangan seperti keterbatasan perangkat dan konektivitas internet masih menjadi kendala di beberapa area. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Duolingo memiliki potensi besar sebagai suplemen efektif dalam pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar, terutama dalam konteks keterbatasan sumber daya, asalkan diimplementasikan dengan strategi yang terencana dan didukung oleh infrastruktur yang memadai. Rekomendasi diberikan untuk pengembangan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital dan pelatihan guru dalam pemanfaatan aplikasi pembelajaran bahasa.