Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMASI USAHA BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR PADA KERAMBA JARING APUNG DI WADUK PLTA KOTO PANJANG KABUPATEN KAMPAR PROVINSI RIAU Hajry Arief Wahyudy; Saipul Bahri; Tibrani Tibrani
Jurnal Agribisnis Vol. 18 No. 1 (2016): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.942 KB) | DOI: 10.31849/agr.v18i1.752

Abstract

Usaha budidaya ikan pada keramba jaring apung di waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar dihadapkan pada beberapa keterbatasan. Diantaranya modal usaha, ketersediaan tenaga kerja, dan kemampuan produksi untuk memenuhi permintaan. Oleh sebab itu perlu dilakukan upaya untuk mengatasi masalah keterbatasan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah optimasi menggunakan analisis program linier. Penelitian bertujuan untuk menganalisis (1) ketersediaan dan penggunaan faktor produksi. (2) biaya, produksi, pendapatan.(3) optimasi usaha budidaya ikan air tawar pada keramba jaring apung. Berdasarkan hasil kajian menunjukkan bahwa usaha budidaya ikan dalam keramba jaring apung di waduk PLTA Koto Panjang Kabupaten Kampar mengalami masalah ketersediaan sarana produksi, khususnya ketersediaan benih unggul, baik secara kuantitas, kualitas, maupun kontinuitas, serta teknis budidaya yang belum sesuai dengan anjuran pelaksanaan. Hal ini menyebabkan tingkat keuntungan yang diperoleh belum maksimal. Usaha budidaya ikan air tawar yang optimal yaitu jika membudidayakan ikan mas pada volume keramba jaring apung 263 m3, nila 78 m3 dan patin 512 m3. Kata Kunci: Keramba Jaring Apung, Ikan Air Tawar, Optimasi.
Analisis Usaha Budidaya dan Pemasaran Ikan Baung Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung di Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Ivan Jesmiler; Tibrani Tibrani
Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur Edisi Januari 2023
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jaaa.v3i1.12273

Abstract

Usaha budidaya ikan baung dalam keramba jaring apung (KJA) di Desa Lubuk Siam banyak menghadapi berbagai permasalahan seperti keterbatasan benih dan pakan yang berkualitas, teknologi budidaya yang rendah, serta manajemen air yang buruk. Penelitian ini bertujuan menganalisis: (1) karakteristik petani dan pedagang; (2) Biaya, pendapatan,efisiensi,dan BEP usahatani ikan baung; (3) lembaga, saluran, biaya, margin, keuntungan, dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini menggunakan metode survei, yang mengambil lokasi di di Desa Lubuk Siam Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Pengambilan sampel petani dilakukan secara acak (simple random sampling) sebanyak 10 orang dan sampel pedagang dipilih secara sengaja (purposive) sebanyak 6 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, dan data sekunder. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Karakteristik petani ikan baung yaitu: rata-rata umur petani diperoleh yaitu 38,80 tahun (produktif); rata lama pendidikan 10,30 tahun (setara SMA); rata-rata pengalaman berusaha tani yaitu 10,90 tahun (cukup lama); dan rata-rata tanggungan keluarga petani yaitu sebanyak 3 orang (kecil). Sedangkan pedagang memiliki rata-rata umur sebesar 51,33 tahun (produktif), lama pendidikan 10,00 tahun (setara SMP), pengalaman berusaha 12,33 tahun (cukup lama), dan jumlah tanggungan keluarga 3 orang. (2) Pada usahatani ikan baung biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 20.096.588/periode produksi, yang terdiri dari biaya variabel Rp 18.712.875/periode produksi (93,11%) dan biaya tetap Rp 1.383.713/periode produksi (6,89%); (b) pendapatan kotor diperoleh yaitu senilai Rp 26.875.000/periode produksi, dengan produksi sebanyak 538 kg dan harga Rp 50.000/kg; pendapatan bersih diperoleh sebesar Rp 6.778.412/periode produksi. (c) Efisiensi atau RCR diperoleh sebesar 1,34 yang artinya sudah menguntungkan dan layak untuk diusahakan. (3) Pada Pemasaran diketahui terdapat 2 lembaga pemasaran yaitu pedagang pengumpul dan pedagang pengecer, yang membentuk 2 saluran pemasaran, yaitu dari petani -> pedagang pengumpul -> pengecer -> konsumen; dan dari petani -> pengecer -> konsumen. Biaya pemasaran pada saluran I yaitu sebesar Rp 2.460/kg dan saluran II Rp. 1.780/kg. Margin pemasaran pada saluran I yaitu sebesar Rp 15.000/kg dan saluran II Rp 15.000/kg. Keuntungan pemasaran pada saluran I yaitu sebesar Rp 12.540/kg dan saluran II Rp. 13.220/kg. Efisiensi pemasaran menunjukkan bahwa saluran II (Ep = 2,74%) lebih efisien dibandingkan saluran I (Ep = 3,78%).
PEMANFAATAN SAMPAH KULIT JERUK (Citrus nobilis Lour.) SEBAGAI ECO ENZYME (EE) DI DESA KOLOK NAN TUO, KECAMATAN BARANGIN, SAWAHLUNTO Solfiyeni Solfiyeni; Mairawita Mairawita; Mildawati Mildawati; Chairul Chairul; Suwirmen Suwirmen; Aldi Yulianda; Kasman Karimi; Tibrani Tibrani
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i2.596

Abstract

Recently, environmental problems have become a significant concern throughout the world. One of the most pressing issues is effective and sustainable waste management. In connection with this issue, community service activities have been carried out with the title efforts to use orange peel waste as an Eco enzyme, one of the efforts to utilize household organic waste. Kolok Nan Tuo Village is one of the villages that have orange crop commodities. So far, people must learn how to manage orange peel waste so it only becomes waste in the surrounding environment. The use of enzymes in organic waste processing has been widely researched. Eco enzyme, namely an enzyme developed with an environmentally friendly approach. This activity aims to inform the public about the impact of unmanaged organic waste (organic waste), the benefits and advantages of using Eco enzyme, how to make the Eco enzyme, and practice how to make Eco enzyme from orange peel waste. The methods used in this activity are the literature study, survey, counseling, and direct practice on making Citrus nobilis Lour Eco enzyme. The community was enthusiastic about this activity, as shown by the many questions and the desire to participate in direct practice in making Eco enzymes. Keywords: Eco enzyme, Kolok Nan Tuo Village, Orange Peel Abstrak Akhir-akhir ini masalah lingkungan menjadi perhatian utama di seluruh penjuru dunia. Salah satu isu yang paling mendesak adalah pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan. Berkaitan dengan isu ini, maka telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul upaya pemanfaatan sampah kulit jeruk sebagai eco enzyme, yang merupakan salah satu upaya pemanfaatan sampah organik rumah tangga. Desa Kolok Nan Tuo adalah salah satu desa yang memiliki komoditas tanaman jeruk. Selama ini masyarakat belum mengenal cara pengelolaan sampah kulit jeruk, sehingga hanya menjadi limbah di lingkungan sekitarnya. Penggunaan enzim dalam proses pengolahan sampah organik telah banyak diteliti. eco enzyme, yaitu enzim yang dikembangkan dengan pendekatan ramah lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai dampak limbah organik (sampah organik) yang tidak dikelola, manfaat dan keuntungan dari penggunaan eco enzyme, cara pembuatan eco enzyme serta praktik cara pembuatan eco enzyme dari limbah kulit buah jeruk. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode studi pustaka, metode survei, metode penyuluhan, dan praktik langsung cara pembuatan eco enzyme Citrus nobilis Lour. Masyarakat sangat antusias dengan kegiatan ini yang ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dan keinginan untuk ikut praktek langsung dalam pembuatan eco enzyme. Kata kunci: Eco enzyme, Desa Kolok Nan Tuo, Kulit Jeruk