Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS INTERVENSI LATIHAN ISOMETRIK QUADRICEPS DAN ISOTONIK STRAIGHT LEG RAISE TERHADAP FUNGSI MOTORIK EKSTREMITAS BAWAH PADA PASIEN PASCA-STROKE DI RS RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA Yudiatma, Muh. Firman; Ahmad Darajat; Siti Fajriah
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan (SIKONTAN) Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lafadz Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47353/sikontan.v5i1.4700

Abstract

Kelemahan pada ekstremitas bawah sering dialami oleh pasien pasca-stroke sebagai bentuk gangguan fungsi motorik yang signifikan, di mana hal ini berkontribusi pada tingginya angka kecacatan global akibat serangan stroke. Implikasi dari kondisi tersebut adalah terhambatnya mobilisasi fisik dan mengurangi tingkat kemandiria pasien saat menjalankan rutinitas harian. Oleh karena itu, diperlukan intervensi rehabilitasi non-farmakologis untuk mengembalikan fungsi motorik atau kekuatran otot. Latihan Isometrik Quadriceps dan Latihan Isotonik Straight Leg Raise merupakan bentuk terapi fisik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan otot ekstremitas bawah. Tujuan penelitian ini untuk menilai efektitas kombinasi latihan isometrik quadriceps dan latihan isotonik Straight Leg Raise terhadap peningkatan fungsi motorik ekstremitas bawah pada pasien post stroke di RST Dompet Dhuafa Kabupaten Bogor. Penelitian ini Menggunakan metode desain pra-eksperimen (one group pre-test post-test), peneliti mengukur perkembangan fungsi motorik responden melalui instrumen Fugl-Meyer Assessment Lower Extremity (FMA-LE). Analisis data dengan uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik Z = -4,792 dan p = 0,000 (<0,05. Seluruh subjek penelitian menunjukkan perbaikan fungsi motorik, yang membuktikan bahwa intervensi ini sangat aplikatif. Kesimpulan, latihan isometrik quadriceps dan latihan isotonik Straight Leg Raise efektif dalam meningkatkan fungsi motorik ekstremitas bawah pada pasien post stroke. Saran, program latihan ini layak dipertimbangkan sebagai bagian dari intervensi keperawatan rutin serta menjadi acuan bagi studi lanjutan dengan cakupan populasi yang lebih besar.
STRATEGI PENGUATAN PERAN AYAH MELALUI PENDAMPINGAN BERBASIS KOMUNITAS UNTUK PENCEGAHAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA DI DESA TANJUNG RAYA Reni Septiyanti; Liyra Vanessa; Amrina Rosyada; Darsy Dwi Putri; Deli Firmansyah; Siti Fajriah; Arvina Nur Hidayah; Ani Wulandari
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6360

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi persoalan sosial yang berdampak serius terhadap kesejahteraan keluarga, khususnya perempuan. Upaya pencegahan yang selama ini lebih berfokus pada perempuan belum sepenuhnya melibatkan laki-laki sebagai agen perubahan dalam keluarga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat peran ayah melalui pendampingan berbasis komunitas sebagai strategi pencegahan KDRT di Desa Tanjung Raya, Kecamatan Rambang. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi tentang KDRT dan regulasinya, pendampinga keterampilan komunikasi, serta pembentukan kelompok ayah sebagai wadah dukungan sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pemberian pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator pengetahuan, terutama terkait regulasi hukum KDRT, serta pergeseran sikap peserta menuju penerimaan kesetaraan peran dan komitmen keterlibatan aktif dalam pengasuhan. Selain itu, terbentuknya Kelompok Ayah Peduli menjadi indikator keberlanjutan program berbasis komunitas. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan peran ayah melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan merupakan strategi efektif dalam pencegahan KDRT di tingkat keluarga dan masyarakat.