Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS SPASIAL SEBARAN TINGKAT KEKRITISAN LAHAN DI SUB DAS BIYONGA KABUPATEN GORONTALO Sri Rahayu Ayuba
Jurnal Azimut Vol 4 No 2 (2022): Volume 4, No.2
Publisher : Universitas Tamansiswa Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31317/jaz.v4i2.854

Abstract

This research was conducted in the Biyonga Sub-watershed of Gorontalo Regency. The purpose of this research is to look spatially at the level of land criticality in the Biyonga Sub-watershed and see the effect of the effective depth of the soil. This study uses scoring and overlay methods with the help of Geographic Information Systems. The results showed that the Biyonga Sub-watershed has four land criteria including Critical Potential with an area of ??170.7 Ha, Somewhat Critical 4048 Ha, Critical 2396 Ha and Very Critical 2300.4 Ha which influence on the effective depth of the land based on field measurements marked on the land very critical and critical with the condition of the effective depth of relatively shallow soils that is between 60-30 cm.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING BAGI KETERAMPILAN USAHA RUMAHAN DI DESA PRIMA UNTUK MENINGKATKAN DAN MEMPERLUAS JANGKAUAN PEMASARAN Nursetia Wati; Sri Rahayu Ayuba
Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG) Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Abdimas Gorontalo (JAG), November 2022
Publisher : UPPM Politeknik Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30869/jag.v5i2.972

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membekali para ibu rumah tangga yang memiliki usaha agar mendapatkan pengetahuan dan dapat menguasai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pemasaran yang baik, serta melatih penguasaan Teknik pemasaran melalui media social dan jaringan internet agar dapat menghasilkan pendapatan yang signifikan. Adapun target dan sasaran dari kegiatan pelatihan ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha rumahan agar lebih berinovasi dalam memanfaatkan internet melalui pelatihan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di desa Prima dan sekitarnya. Tujuan akhir dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah peserta mampu memahami materi pelatihan digital marketing dan mampu menyusun strategi dan dapat menerapkan metode-metode yang telah didapat untuk memperluas jangkauan pemasaran. Adapun Teknik pendekatan yang dilakukan dengan metode seminar dan simulasi secara langsung menggunakan perangkat komputer yang disediakan.
Analysis of Infiltration in Various Land Use in The Alo River Sub-Region Wiranto Djauhari; Arthur Gani Koto; Risman Jaya; Sri Rahayu Ayuba; Ahmad Syamsu Rijal; Tisen Tisen
Jurnal Geografika (Geografi Lingkungan Lahan Basah) Vol 4, No 1 (2023): GEOGRAFIKA
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jgp.v4i1.8060

Abstract

In the Alo sub-watershed, the study compares the rates of various types of land use. The Alo sub-watershed is 7,959.98 areas in total. Measurement of infiltration rates for various land uses in the Alo sub-watershed and analysis of differences in infiltration rates for various land uses in the Alo sub-watershed are the problems at hand in this study. The Horton method was used in this study's infiltration measurements. This approach uses a model of time-dependent empirical equations. It is known that multiple infiltration categories exist for plantations, villages, vacant land, bushes, and woods in the infiltration rate class for the kind and usage of dry land used in this study's Alo sub-watershed. It has classes for Fast, Moderate, and Moderate infiltration rates. For the type of land use and paddy field, the infiltration rate falls into the category of being fairly slow. This is due to the high water content of paddy fields, which makes the infiltration process take a while to complete. As a result, the infiltration rate in the Alo sub-watershed, Tibawa District, Gorontalo Regency, and Gorontalo Province reveals that the medium class dominates in the Alo sub-watershed. The cumulative infiltration rate or total amount of infiltrated water is 123,899 mm/hour at point 14 types of vacant land, and 8,476 mm/hour at point 16, which is the smallest cumulative value. The infiltration rate class in the Alo sub-watershed, Tibawa District, Gorontalo Regency, and Gorontalo Province reveals that the Medium Class dominates the sub-watershed.
Arahan Zonasi Aktivitas Wisata Di Sempadan Sungai Bolango Afivah Virgiani Putri Sadrach; La Ode Juni Akbar; Sri Rahayu Ayuba; Bambang Djau
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2568

Abstract

Tujuan penelitian yaitu menentukan arahan zonasi sempadan sungai Bolango yang dapat digunakan untuk aktivitas wisata. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi lapangan dan dokumentasi. Jenis penelitian deskriptif kualitatif menggunakan analisis stakeholder yaitu pemetaan dan pemahaman kekuasaan, posisi dan sudut pandang dari para stakeholder yang memiliki kepentingan dalam pembuatan kebijakan, atau mereka yang dipengaruhi oleh kebijakan tersebut serta menjadi bagian dari kebijakan dan analisis spasial untuk menentukan arahan zonasi pola ruang berdasarkan hasil skoring dan pembobotan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa metode overlay. Berdasarkan matriks ITBX berhasil mengidentifikasi arahan zonasi aktivitas wisata di sempadan Sungai Bolango dengan mempertimbangkan aspek regulasi, lingkungan, dan sosial-ekonomi. Berdasarkan analisis stakeholder, ditemukan bahwa aktivitas wisata harus disesuaikan dengan ketentuan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang melarang pembangunan permanen di sempadan sungai. Persepsi stakeholder bervariasi, di mana pemerintah menekankan kepatuhan terhadap regulasi, akademisi dan LSM lebih berfokus pada dampak lingkungan, sementara masyarakat lokal dan pelaku usaha cenderung mendukung aktivitas yang meningkatkan pendapatan. Hasil analisis menggunakan matriks ITBX menunjukkan bahwa aktivitas seperti fotografi dan piknik dapat diizinkan secara penuh (I), sedangkan river tubing dan arung jeram diizinkan dengan pembatasan (T) atau syarat tertentu (B), seperti pengawasan keselamatan dan mitigasi dampak lingkungan. Sementara itu, aktivitas berisiko tinggi seperti snorkeling dan pembangunan cottage/villa tidak diizinkan (X) karena ketidaksesuaian dengan kondisi sungai dan potensi kerusakan ekosistem.