Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN EFIKASI DIRI PERAWAT DALAM MELAKUKAN PENANGANAN RESUSITASI NEONATUS DI RSUD SUMBAWA Sri Astuti Meilani; Mita Farilya; Alfian Alfian
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Efikasi diri merupakan hal yang sering dilewatkan dalam penilaian pelatihan resusitasi neonatus. Penilaian lebih difokuskan pada pengetahuan dan keterampilan prosedur resusitasi. Padahal efikasi diri, keterampilan dan pengetahuan adalah satu kesatuan yang utuh dalam keberhasilan tindakan perawat untuk melakukan resusitasi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran efikasi diri perawat dalam melakukan penangan resusitasi neonatus di RSUD Sumbawa. Metodelogi : Penelitian ini mengunakan desain deskriftif dengan 16 orang responden di ruang NICU RSUD Sumbawa. Instrument yang digunakan adalah kuesioner efikasi diri yang diadopsi dari penelitian Pangestu. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki efikasi diri sedang sejumlah 43,75 %, efikasi rendah 31.25%, efikasi diri tinggi 25 %. Kesimpulan : Gambaran efikasi diri perawat dalam melakukan penanganan resusitasi neonatus di RSUD Sumbawa sebagian besar berada dalam kategori sedang.
PENERAPAN DIAPHRAGMATIC BREATING TERHADAP SATURASI OKSIGEN ARTERI PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD RSUD SUMBAWA Raman Safilda; Mita Farilya; Muhammad Fauzi; Laily Widya Astuti
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 2 (2025): JKS
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis heterogen yang ditandai dengan inflamasi saluran napas serta gejala periodik berupa sesak napas, batuk, dan keterbatasan aliran udara ekspirasi. Berdasarkan data WHO dan GINA, jumlah penderita asma secara global terus meningkat dan diperkirakan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025. Salah satu tantangan utama dalam penatalaksanaan asma adalah menjaga saturasi oksigen pasien agar tetap optimal, karena penurunan saturasi dapat berujung pada komplikasi serius. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien asma bronkial yang menjalani terapi diaphragmatic breathing di IGD RSUD Sumbawa. Hasil pengkajian awal menunjukkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan kelemahan pada kedua pasien. Setelah diberikan terapi diaphragmatic breathing sebanyak tiga sesi dalam satu hari, terdapat peningkatan signifikan pada saturasi oksigen (SpO2 meningkat dari 94–95% menjadi 98%) serta penurunan gejala sesak napas dan kelelahan. Evaluasi menunjukkan terapi ini efektif memperkuat otot diafragma, meningkatkan efisiensi paru, menurunkan kerja pernapasan, serta menambah kenyamanan pasien. Kesimpulannya, penerapan terapi diaphragmatic breathing dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang bermanfaat dalam meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi gejala pada pasien asma, sehingga direkomendasikan sebagai terapi suportif dalam asuhan keperawatan pasien asma di fasilitas kesehatan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DENGAN PERILAKU SADARI PADA SISWI SMP NEGERI I MOYO HILIR Sagita Eka Putri; Seftiani Utami; Mita Farilya
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengetahuan remaja mengenai SADARI berperan penting dalam membentuk perilaku deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 siswi kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku SADARI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 32 responden (78,06%), kategori baik sebanyak 7 responden (17,07%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (4,87%). Perilaku SADARI sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 21 responden (51,21%), kategori cukup sebanyak 20 responden (48,79%), dan tidak terdapat responden dengan kategori baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,325 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan yang cukup belum tentu dapat membentuk perilaku SADARI yang baik pada remaja putri. Diperlukan edukasi berkelanjutan serta demonstrasi praktik SADARI secara langsung untuk meningkatkan perilaku SADARI pada remaja.