Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DIII KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PRAKTEK KLINIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Seftiani Utami; Laily Widya Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.472 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i1.194

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pandemi covid 19 membawa perubahan kehidupan tidak terkecuali di dunia pendidikan. Pendidikan diploma III keperawatan sebagai pendidikan vokasional diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan dan ketrampilan di bidang keperawatan serta menampilkan sikap professional. Perasaan cemas adalah suatu masalah yang disebabkan oleh gagalnya saraf-saraf otak untuk mengontrol emosi dan rasa takut. Mahasiswa yang akan melakukan praktek klinik umumnya memiliki variasi tingkat kecemasan mulai dari tidak ada cemas, ringan, dan sedang, hingga berat. Tujuan: penelitian in untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam melakukan praktek klinik di Rumah Sakit pada masa pandemi. Metode penelitian : metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti adalah mahasiswa semester lima (V) prodi DIII keperawatan fakultas kesehatan universitas samawa dengan jumlah mahasiswa 21 mahasiswa. Pengambilan sampel total sampling. Kecemasan diukur dengan kuisioner Hamilton anxiety rating scale (HARS). Hasil penelitian : responden mayoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 10 responden (47.6%), sebanyak 3 responden (14.3%) mahasiswa berada di kategori tidak ada kecemasan, sebanyak 8 responden (38.1 %) mahasiswa mengalami kecemasan sedang dan tidak ada mahasiswa yang mengalami kecemasan berat 0%. Kesimpulan : tingkat kecemasan mahasiswa mahasiswa diii keperawatan dalam menghadapi praktek klinik di masa pandemi covid-19 adalah mayoritas dalam kategori mengalami kecemasan ringan.
Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Rsud Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Tahun 2022 Muhammad Fauzi; Yasinta Aloysia Daro; Nila Yuliana; Laily Widya Astuti; Seftiani Utami
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12959

Abstract

Survei Kepuasan dibutuhkan untuk memperolah informasi tentang kepuasan yang dirasakan pasien. Survei juga digunakan rumah sakit untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan pasien serta mampu memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing sehingga pengukuran kepuasan pasien perlu dilakukan secara berkala dan akurat. Responden dipilih secara acak, dan untuk besaran sampel menggunakan penentuan sampel dari Krejcie and Morgan. Sampel yang dibutuhkan untuk memenuhi akurasi hasil penyusunan survei adalah 967 orang untuk Instalasi Pelayanan Medik dan Perawatan dan 226 orang untuk instalasi penunjang. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 14 tahun 2017 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Setiap pertanyaan survei masing-masing unsur diberi nilai. Nilai dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Berdasarkan hasil survei kepuasan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar usia responden adalah usia 31-40 tahun (30,34%). Sebagian besar jenis kelamin responden adalah Jenis Kelamin Perempuan (60,52%). Sebagian besar Pendidikan responden adalah SMA (37,80%). Sebagian besar Pekerjaan responden adalah Lainnya (63,12%). Sebagian besar Penjamin Pelayanan responden adalah BPJS (80,13%). Jadi hasil survei kepuasan masyarakat RSUD Sumbawa Tahun 2022 mempunyai kategori BAIK, yaitu dengan nilai rata-rata tertimbang adalah 3,26 atau nilai konversi sebesar 81,42.
ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU DIET HIPERTENSI PADA LANSIA Harmili Harmili; Nikodimus Margo; Evi Gustia Kesuma; Seftiani Utami
Journals of Ners Community Vol 12 No 2 (2021): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v12i2.1410

Abstract

Beberapa masyarakat mengatakan gangguan klinis yang ditimbulkan dari hipertensi berupa sakit kepala hebat hingga tidak bisa bangun dari tempat tidur, pusing saat berdiri dan pandangan menjadi kabur. Banyak masyarakat yang berasumsi bahwa hipertensi hanya disebabkan oleh makanan dan stress pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi lansia sebanyak 30 responden sehingga sampel yang digunakan terdiri dari 30 responden dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner. Uji hipotesis menggunakan Kendall Tau C. Hasil uji bivariat antara tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia diperoleh p-value=0,000. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku diet hipertensi pada lansia di Daerah Terpencil (Pulau Ngali). Disarankan pada tenaga kesehatan untuk lebih meningkatkan promosi kesehatan dan pemeriksaan kesehatan berbasis masyarakat daerah terpencil. Sehingga terjadi peningkatan status kesehatan masyarakat khususnya pada lansia. DOI: 10.5281/zenodo.6005273
KARAKTERISTIK MASYARAKAT LOKAL PENGGUNA TANAMAN OBAT PADA ETNIS DI PULAU SUMBAWA Laily Widya Astuti; Nila Yuliana; Yasinta Aloysia Daro; Muhammad Fauzi; Seftiani Utami
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal budaya di Pulau Sumbawa yang berhubungan dengan kesehatan masih kurang, dalam hal ini perlunya mendapat perhatian dari tenaga kesehatan khususnya masyarakat yang menggunakan tanaman obat lokal. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui usia masyarakat Pulau Sumbawa (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat, (2) mengetahui jenis kelamin (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat (3) mengetahui pendidikan (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat, dan mengetahui lama tinggal (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat. Metode pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu usia responden lebih banyak berusia 41-50 tahun, jenis kelamin lebih banyak perempuan, pendidikan lebih banyak yang berpendidikan Diploma/Sarjana, dan berdasarkan lama tinggal masyarakat di tempat tinggalnya paling banyak lebih dari 20 tahun.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA DENGAN PERILAKU SADARI PADA SISWI SMP NEGERI I MOYO HILIR Sagita Eka Putri; Seftiani Utami; Mita Farilya
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui deteksi dini, salah satunya dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengetahuan remaja mengenai SADARI berperan penting dalam membentuk perilaku deteksi dini kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 41 siswi kelas IX yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan dan perilaku SADARI. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada pada kategori cukup sebanyak 32 responden (78,06%), kategori baik sebanyak 7 responden (17,07%), dan kategori kurang sebanyak 2 responden (4,87%). Perilaku SADARI sebagian besar berada pada kategori kurang sebanyak 21 responden (51,21%), kategori cukup sebanyak 20 responden (48,79%), dan tidak terdapat responden dengan kategori baik. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,325 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan remaja dengan perilaku SADARI pada siswi SMP Negeri 1 Moyo Hilir. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan yang cukup belum tentu dapat membentuk perilaku SADARI yang baik pada remaja putri. Diperlukan edukasi berkelanjutan serta demonstrasi praktik SADARI secara langsung untuk meningkatkan perilaku SADARI pada remaja.
The Effect of Therapeutic Communication of Nurses on the Mental Health Condition of Patients in the Inpatient Room Seftiani Utami; Qamariah; Rahmania Siregar
Professional Evidence-based Research and Advances in Wellness and Treatment Vol. 3 No. 2 (2026): April, 2026
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/perawat.v3i2.584

Abstract

The mental health of patients in inpatient settings is a critical concern in healthcare services, and nurses’ therapeutic communication plays an important role in influencing patients’ psychological conditions. Limited understanding of this relationship may negatively affect recovery. This study aimed to examine the effect of nurses’ therapeutic communication on patients’ mental health in the inpatient unit. This study used a quantitative design with a correlational approach. The research was conducted at RSUD M. Natsir Solok, involving 50 inpatients selected through purposive sampling based on inclusion criteria. Data were collected using two instruments: a therapeutic communication questionnaire to evaluate nurse–patient interactions and the Self Reporting Questionnaire (SRQ) to assess patients’ psychological and emotional conditions. Data analysis was performed using the chi-square test. Ethical principles were applied by obtaining informed consent and ensuring data confidentiality. The results showed that 70% of patients perceived good therapeutic communication from nurses. Regarding anxiety levels, 50% of patients experienced moderate anxiety and 30% reported high anxiety. The chi-square test indicated a significant relationship between therapeutic communication and anxiety levels (p = 0.035). In conclusion, therapeutic communication positively influences patients’ mental health, emphasizing the need for structured training to enhance nurses’ communication skills.
THE RELATIONSHIP BETWEEN ACADEMIC STRESS AND MENSTRUAL CYCLE REGULARITY AMONG NURSING STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH, SAMAWA UNIVERSITY Seftiani Utami; Mita Farilya
JTH: Journal of Technology and Health Vol. 4 No. 2 (2026): October: JTH: Journal of Technology and Health
Publisher : CV. Fahr Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61677/jth.v4i2.932

Abstract

High academic and clinical practice demands can trigger academic stress, a mental health condition frequently experienced by nursing students. This condition can affect menstrual cycle regularity due to its impact on the hormonal system. This study aimed to examine the relationship between academic stress and menstrual cycle regularity among female nursing students at the Faculty of Health, Samawa University. A quantitative method with a cross-sectional design was employed. A total of 121 students from the Diploma III Nursing program and 42 students from the Bachelor of Nursing program were randomly selected from the population. The Perception of Academic Stress (PAS) scale was used to measure academic stress levels, while a questionnaire was used to collect data on menstrual cycle regularity. Data analysis was conducted using Fisher's Exact test and other univariate and bivariate techniques, with a significance level of 95% (α = 0.05). The majority of respondents reported moderate academic stress levels (50.8%), followed by high (36.5%) and low (12.7%) levels. Menstrual cycle irregularity was reported by 35 participants (55.6%). Based on Fisher's Exact test, no statistically significant relationship was found between academic stress and menstrual cycle regularity among female nursing students at the Faculty of Health, Samawa University (p > 0.05). To gain a deeper understanding of menstrual cycle regularity, future research should consider additional variables not covered in this study.