Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

GAMBARAN TEKANAN DARAH DAN SKALA NYERI MENSTRUASI HARI PERTAMA PADA MAHASISWI DIII KEPERAWATAN UNIVERSITAS SAMAWA LAILY WIDYA ASTUTI
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 13 No 1 (2022): MARET
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v13i1.632

Abstract

Menstruation is the discharge of blood from the uterus caused by the shedding of the endometrium. Complaints that women often feel during menstruation are pain and dizziness. This study is a descriptive with a cross sectional design, the purpose of this study was to determine blood pressure and the scale of menstruation pain on the first day of female students. Respondents in this study were 43 students of DIII nursing, Samawa University and used total sampling technique. The results showed that the blood pressure of students on the first day of menstruation was in the normal category 34 respondents (79.1%) and the hypotension category 9 respondents (20.9%), the most menstruation pain scale on the first day was in the moderate category 34 respondents (79.1%), mild pain category 5 respondents (11.6%) and severe pain controlled category 4 respondents (9.3%). The conclusion in this study are blood pressure of students on the first day of menstruation is in the normal category and the pain scale felt is in the moderate pain category. It is expected that women in the menstrual phase to pay attention to their health condition.
Gambaran Arus Puncak Ekspirasi Pada Penderita Asma Di Wilayah Kerja Puskesmas Mujur: Description of Peak Expiratory Flow in Asthma Patients in the Working Area of the Mujur Health Center Laily Widya Astuti
Public Health and Safety International Journal Vol. 2 No. 01 (2022): Public Health and Safety International Journal (PHASIJ)
Publisher : YCMM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.133 KB) | DOI: 10.55642/phasij.v2i01.141

Abstract

Asthma is one of lung diseases caused by inflammation, it causes the asthma sufferers to experience breath difficulty which results in the decrease of PEF (Peak Expiratory Flow) scores. The purpose of this research was to obtain knowledge about PEF on asthma sufferers in Puskesmas Mujur. The method of this research was descriptive with design cross sectional. There were 38 respondents as samples of this research for two weeks. An instrument applied in this research was peak flow meter to measure PEF scores of patients. The result of this research showed that twenty-five respondents PEF scores (65.6%) are in red zone (<50%) and thirteen people (34.4%) are in yellow zone (50%). The conclusion of this research is that peak expiratory flow decreases in patients suffering asthma.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN MAHASISWA DIII KEPERAWATAN DALAM MENGHADAPI PRAKTEK KLINIK DI MASA PANDEMI COVID-19 Seftiani Utami; Laily Widya Astuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 13 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.472 KB) | DOI: 10.54630/jk2.v13i1.194

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Pandemi covid 19 membawa perubahan kehidupan tidak terkecuali di dunia pendidikan. Pendidikan diploma III keperawatan sebagai pendidikan vokasional diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang menguasai pengetahuan dan ketrampilan di bidang keperawatan serta menampilkan sikap professional. Perasaan cemas adalah suatu masalah yang disebabkan oleh gagalnya saraf-saraf otak untuk mengontrol emosi dan rasa takut. Mahasiswa yang akan melakukan praktek klinik umumnya memiliki variasi tingkat kecemasan mulai dari tidak ada cemas, ringan, dan sedang, hingga berat. Tujuan: penelitian in untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan mahasiswa keperawatan dalam melakukan praktek klinik di Rumah Sakit pada masa pandemi. Metode penelitian : metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti adalah mahasiswa semester lima (V) prodi DIII keperawatan fakultas kesehatan universitas samawa dengan jumlah mahasiswa 21 mahasiswa. Pengambilan sampel total sampling. Kecemasan diukur dengan kuisioner Hamilton anxiety rating scale (HARS). Hasil penelitian : responden mayoritas mengalami kecemasan ringan sebanyak 10 responden (47.6%), sebanyak 3 responden (14.3%) mahasiswa berada di kategori tidak ada kecemasan, sebanyak 8 responden (38.1 %) mahasiswa mengalami kecemasan sedang dan tidak ada mahasiswa yang mengalami kecemasan berat 0%. Kesimpulan : tingkat kecemasan mahasiswa mahasiswa diii keperawatan dalam menghadapi praktek klinik di masa pandemi covid-19 adalah mayoritas dalam kategori mengalami kecemasan ringan.
Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Kesehatan Rsud Sumbawa di Kabupaten Sumbawa Tahun 2022 Muhammad Fauzi; Yasinta Aloysia Daro; Nila Yuliana; Laily Widya Astuti; Seftiani Utami
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.12959

Abstract

Survei Kepuasan dibutuhkan untuk memperolah informasi tentang kepuasan yang dirasakan pasien. Survei juga digunakan rumah sakit untuk lebih memahami kebutuhan dan keinginan pasien serta mampu memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing sehingga pengukuran kepuasan pasien perlu dilakukan secara berkala dan akurat. Responden dipilih secara acak, dan untuk besaran sampel menggunakan penentuan sampel dari Krejcie and Morgan. Sampel yang dibutuhkan untuk memenuhi akurasi hasil penyusunan survei adalah 967 orang untuk Instalasi Pelayanan Medik dan Perawatan dan 226 orang untuk instalasi penunjang. Pengolahan data dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 14 tahun 2017 tentang Pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Setiap pertanyaan survei masing-masing unsur diberi nilai. Nilai dihitung dengan menggunakan “nilai rata-rata tertimbang” masing-masing unsur pelayanan. Berdasarkan hasil survei kepuasan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar usia responden adalah usia 31-40 tahun (30,34%). Sebagian besar jenis kelamin responden adalah Jenis Kelamin Perempuan (60,52%). Sebagian besar Pendidikan responden adalah SMA (37,80%). Sebagian besar Pekerjaan responden adalah Lainnya (63,12%). Sebagian besar Penjamin Pelayanan responden adalah BPJS (80,13%). Jadi hasil survei kepuasan masyarakat RSUD Sumbawa Tahun 2022 mempunyai kategori BAIK, yaitu dengan nilai rata-rata tertimbang adalah 3,26 atau nilai konversi sebesar 81,42.
LAMA HARI PEMAKAIAN VENTILATOR MEKANIK DI RUANG ICU RUMAH SAKIT H.L. MANAMBAI ABDULKADIR Safitri, Alfia; Afridayani, Mery; Astuti, Laily Widya; Sudarti, Sudarti
Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan
Publisher : LPPM Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58406/jrktl.v6i1.1547

Abstract

Ventilator mekanikmerupakan intervensi invasive dengan penggunaan mesinuntuk melakukan sebagian atau seluruh kerja pernapasan, intervensi inimerupakan salah satu aspek yang penting dan banyak digunakan bagi perawatanpasien kritis di ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan sekitar 30-88% pasiensakit kritis memerlukan ventilator mekanik. Tujuan dari penelitian ini yaitu untukmelihat gambaran lama hari pemakaian ventilator mekanik di ruang ICU.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptifretrospektif dengan menggunakan total sampling pasien dewasa yangmenggunakan ventilator mekanik lebih dari dua hari. Penelitian telahdilaksanakan di ICU Rumah Sakit H.L Manambai Abdulkadir periode Januari s.dMaret 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar responden yangmenggunakan ventilator mekanik di ICU Rumah Sakit H.L ManambaiAbdulkadir berusia kurang dari 65 tahun dengan durasi rata – rata pemakaianventilator 5 hari dan berjenis kelamin perempuan dengan durasi rata - ratapemakaian ventilator 5 hari.
Efektivitas Kombinasi Terapi Komplementer Diaphragmatic Breathing dan Walking Exercise Terhadap Arus Puncak Ekspirasi Pasien PPOK Laily Widya Astuti; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Porkes Vol 8 No 3 (2025): Special Issue
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v8i3.32357

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a global health problem that causes a decline in lung function and quality of life. Pharmacological therapy alone is often insufficient to improve patients' functional capacity, while comprehensive pulmonary rehabilitation programs are difficult to access in primary health care. This study aims to evaluate the effectiveness of combining complementary diaphragmatic breathing therapy and walking exercise on improving peak expiratory flow (PEF) in stable COPD patients. The research method used a quasi-experimental pre-posttest design with a control group. A sample of 40 patients was divided into an intervention group (n=20) who received combination therapy for 2 weeks (6 sessions/week) and a control group (n=20) who only received standard therapy. PEF was measured using a peak flow meter before and after the intervention. The results showed a significant increase in PEF in the intervention group from 215.31 ± 16.72 to 301.52 ± 19.40 L/min (p=0.0001), while the control group only increased from 201.64 ± 12.14 to 221.62 ± 11.54 L/min. The increase in the intervention group was significantly greater than that in the control group (mean difference 66.23 L/min; p=0.0001). The study concluded that the combination of diaphragmatic breathing and walking exercise effectively improves lung function in COPD patients and can be used as a practical intervention in primary health care facilities.
KARAKTERISTIK MASYARAKAT LOKAL PENGGUNA TANAMAN OBAT PADA ETNIS DI PULAU SUMBAWA Laily Widya Astuti; Nila Yuliana; Yasinta Aloysia Daro; Muhammad Fauzi; Seftiani Utami
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 1 (2025): JKS 2025
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal budaya di Pulau Sumbawa yang berhubungan dengan kesehatan masih kurang, dalam hal ini perlunya mendapat perhatian dari tenaga kesehatan khususnya masyarakat yang menggunakan tanaman obat lokal. Tujuan penelitian adalah (1) mengetahui usia masyarakat Pulau Sumbawa (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat, (2) mengetahui jenis kelamin (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat (3) mengetahui pendidikan (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat, dan mengetahui lama tinggal (Etnis Sumbawa, Etnis Bima, Etnis Dompu) yang menggunakan tanaman obat. Metode pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian yaitu usia responden lebih banyak berusia 41-50 tahun, jenis kelamin lebih banyak perempuan, pendidikan lebih banyak yang berpendidikan Diploma/Sarjana, dan berdasarkan lama tinggal masyarakat di tempat tinggalnya paling banyak lebih dari 20 tahun.
PENERAPAN DIAPHRAGMATIC BREATING TERHADAP SATURASI OKSIGEN ARTERI PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD RSUD SUMBAWA Raman Safilda; Mita Farilya; Muhammad Fauzi; Laily Widya Astuti
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 10 No. 2 (2025): JKS
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis heterogen yang ditandai dengan inflamasi saluran napas serta gejala periodik berupa sesak napas, batuk, dan keterbatasan aliran udara ekspirasi. Berdasarkan data WHO dan GINA, jumlah penderita asma secara global terus meningkat dan diperkirakan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025. Salah satu tantangan utama dalam penatalaksanaan asma adalah menjaga saturasi oksigen pasien agar tetap optimal, karena penurunan saturasi dapat berujung pada komplikasi serius. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien asma bronkial yang menjalani terapi diaphragmatic breathing di IGD RSUD Sumbawa. Hasil pengkajian awal menunjukkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan kelemahan pada kedua pasien. Setelah diberikan terapi diaphragmatic breathing sebanyak tiga sesi dalam satu hari, terdapat peningkatan signifikan pada saturasi oksigen (SpO2 meningkat dari 94–95% menjadi 98%) serta penurunan gejala sesak napas dan kelelahan. Evaluasi menunjukkan terapi ini efektif memperkuat otot diafragma, meningkatkan efisiensi paru, menurunkan kerja pernapasan, serta menambah kenyamanan pasien. Kesimpulannya, penerapan terapi diaphragmatic breathing dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang bermanfaat dalam meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi gejala pada pasien asma, sehingga direkomendasikan sebagai terapi suportif dalam asuhan keperawatan pasien asma di fasilitas kesehatan.
PENGARUH EDUKASI TEKNIK PENGGUNAAN INHALER TERHADAP KETERAMPILAN MAHASISWA KEPERAWATAN DALAM MEMBERIKAN EDUKASI PADA PASIEN ASMA Laily Widya Astuti; Nurmansyah Nurmansyah; Brilyan Anindya Dayfi
Jurnal Kesehatan Samawa Vol. 11 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN SAMAWA
Publisher : Jurnal Kesehatan Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran napas yang memerlukan terapi inhalasi sebagai pengobatan utama. Keberhasilan terapi inhalasi sangat dipengaruhi oleh ketepatan teknik penggunaan inhaler. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa masih banyak pasien yang menggunakan inhaler secara tidak tepat sehingga efektivitas terapi menjadi menurun. Perawat memiliki peran penting sebagai edukator dalam memberikan pendidikan kesehatan mengenai teknik penggunaan inhaler. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan sebagai calon perawat perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan edukasi kepada pasien asma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi teknik penggunaan inhaler terhadap keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi pada pasien asma. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2026 di Program Studi Diploma III Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Samawa. Sampel penelitian berjumlah 13 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa edukasi teknik penggunaan inhaler melalui ceramah, demonstrasi, video pembelajaran, dan praktik langsung. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Analisis data menggunakan uji Paired Sample t-test dengan tingkat kemaknaan ?=0,05. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 63,1±8,9 menjadi 88,4±5,8 (p<0,001), sedangkan rata-rata skor keterampilan meningkat dari 59,7±9,6 menjadi 91,2±4,9 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan setelah pemberian edukasi teknik penggunaan inhaler. Kesimpulan: Edukasi teknik penggunaan inhaler berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa keperawatan dalam memberikan edukasi kepada pasien asma.