Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Social Dimensions of Creativepreneurship Education: Unleashing Youth’s Creative Potentials through Teamwork and Collaborative Creativity Suryani, Adi; Soedarso, Soedarso; Windiani, Windiani; Hanoraga, Tony; Harmadi, Sonny Harry B.; Setyaningsih, Yuni
International Journal Pedagogy of Social Studies Vol 7, No 1 (2022): Social Studies Contemporer Isues
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijposs.v7i1.45766

Abstract

Young people are the hope of community. They are frequently expected to be dynamic, creative, innovative, positive and kind. As agents of change, they are expected to be generation who can empower community and make positive changes. Positive and healthy youth can be human investment. Thus, considerable concern on youth development needs to be heightened. One of many competencies which may empower both the youth and their communities is creativepreneurship skill. Numerous existing studies discuss how to teach business and individual development. Less concern is arisen to voice social learning needs of youth creativepreneurship. This study aims to fill the gap by bridging business-individual development approaches in creativepreneurship education to social learning. It intends to provide education for increasing youth competencies of Karang Taruna Karang Rejo Sawah, Wonokromo, Surabaya. The study adopts qualitative method by utilizing direct observation and authors’ natural role in observation as mentors. The study shows that youth creativepreneurship education can be enhanced by social learning through social observation-modelling and teamwork creativity. Through observation-modelling, the youth can learn how to start business, tackle challenges from the expert models. They also can sense the happy and desperating emotion from the models’ stories, resiliencing and implementing effective strategies. Meanwhile, the teamwork creativity activities enable the youth to work and learn in teams, interpersonal communication, emotional and cognitive sharing, internal or self-emotion management and individual-team alignment.   
PEMBERDAYAAN DAN PERLINDUNGAN PEKERJA PEREMPUAN BORONGAN DI RUMAH: Sebuah Alternatif Pengentasan Kemiskinan Di Perkotaan Windiani, Windiani
The Sociology of Islam Vol. 1 No. 2 (2011): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2011.1.2.%p

Abstract

Tingginya tenaga kerja yang didominasi pekerja perempuan khususnya di sektor informal di perkotaan membutuhkan perhatian semua pihak yang concern terhadap isue-isue gender dan perempuan. Sampai saat ini belum ditemukan bentuk perlindungan dan pemberdayaan yang relevan untuk pekerja sektor informal khususnya bagi pekerja perempuan borongan di rumah yang banyak terdapat di Kawasan Industri Rungkut Surabaya. Sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, model pemberdayaan melalui program Corporate Social Responsibility menarik untuk dikembangkan dengan penguatan kelembagaan, pengembangan komunitas dan pelatihan berbasis pada ketrampilan dan kreatifitas pekerja perempuan dengan tetap memperhatikan kebutuhan perusahaan. Melalui strategi ini diharapkan menjadi alternatif dalam upaya pengentasan kemiskinan di perkotaan sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi masayarakat sekitar khususnya pekerja perempuan dan keberlanjutan bagi perusahaan itu sendiri. Kata Kunci: Perlindungan, Pemberdayaan, Pekerja Borongan , Kemiskinan
Kualitas Hidup Lansia di Komunitas yang Mengikuti Majelis Taklim Arjuna, Arjuna; Nurwijaya Fitri; Lasmini, Lasmini; Windiani, Windiani
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 4 (2024): Jurnal Keperawatan: Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i4.2053

Abstract

Lansia di komunitas sering ditemukan memiliki kualitas hidup yang buruk. Hal ini perlu menjadi perhatian agar lansia dapat produktif dan sejahtera dalam menjalani kehidupan. Sehingga faktor yang dapat diubah perlu dimodifikasi dengan pendekatan yang humanis dan terintegrasi seperti budaya Majelis Taklim. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kualitas hidup lansia yang mengikuti Majelis Taklim dan domain yang berperan dominan pada kualitas hidup lansia di komunitas yang mengikuti Budaya Majelis Taklim di Kota Pangkalpinang. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang mengikuti Majelis Taklim. Sampel penelitian terdiri dari 144 responden yang ditentukan dengan klaster sampling dan teknik proportional sampling. Klaster penelitian ini yaitu Kecamatan Rangkui  yang terdiri dari 8 kelurahan yang memiliki Majelis Taklim. Pengambilan sampel dengan menghitung proporsi populasi lansia dimasing-masing kelurahan yaitu Melintang, Asam, Keramat, Pintu Air, Mesjid Jamik, Parit lalang, dan Gajah Mada. Data diambil menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF versi Indonesia yang sudah di uji validitas (α = >0,68) dan nilai reliabilitasnya 0,64. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan level signifikan 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa domain fisik berpengaruh pada kualitas hidup lansia (p=0.001), domain psikologis berpengaruh pada kualitasn hidup lansia (p=0.001), domain sosial berpengaruh pada kualitas hidup lansia (p=0.001), dan domain lingkungan berpengaruh pada kualitas hidup lansia (p=0.001). Koefisien korelasi yang paling tinggi ada pada domain psikologis yaitu 0,851. Penilitian ini dapat disimpulkan bahwa domain fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan berpengaruh pada kualitas hidup. Domain yang paling erat hubungannya adalah psikologis.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT BAKTI TIMAH PANGKALPINANG TAHUN 2024 Windiani, Windiani; Mardiana, Nova; Fitri, Nurwijaya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.41237

Abstract

Sectio caesarea adalah prosedur pengeluaran janin dengan cara melakukan sayatan pada perut dan rahim. Selama persiapan untuk tindakan caesare, hal ini sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman yang dapat berujung pada kecemasan. Faktor penyebab kecemasan terhadap operasi sectio caesarea ilalah kurangnya pengetahuan dan komunikasi terapeutik yang buruk. Di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang, terdapat 538 pasien sectio caesarea pada 2021, tahun 2022 jumlah 669 pasien, dan tahun 2023 berjumlah 728 pasien. Sementara itu Januari hingga Juni tahun 2024 tercatat 377 pasien yang pre operasi sectio caesare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Hubungan Pengetahuan dan Komunikasi Terapeutik Terhadap Kecemasan Pasien Pre Operasi Sectio Caesarea di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024”. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional, yaitu menggunkaan uji chi square. Pengambilan sampel menggunkan purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 42 sampel. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa nilai pengetahuan (p=0,032) dengan nilai POR=0,202 dan komunikasi teraputik (p=0,000) dengan nilai POR=0,039. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya hubungan antara pengetahuan dan komunikasi terapeutik dengan kecemasan pasien pre operasi section caesarea di Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang Tahun 2024.