Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PERENCANAAN ALAT UKUR CLEARANCE UNTUK MAIN ROTATING BEARING (MRB) PADA SINGLE POINT MOORING (SPM) anastas rizaly
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 2 (2022): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v6i2.7261

Abstract

Single Point Mooring (SPM) atau yang sering kita sebut dengan Single Buoy Mooring (SBM) adalah Buoy terapung yang berlabuh di lepas pantai yang merupakan sarana bertambatnya kapal tanker di laut, yang sekaligus berfungsi sebagai penyalur muatan cair seperti produk minyak bumi   dari   atau   ke kapal tanker. Terletak pada jarak beberapa kilometer dari fasilitas offshore dan terhubung menggunakan sub-sea dan jalur pipa bawah laut.Dikarenakan kebutuhan yang sangat penting untuk transportasi laut dalam muatan cair dan gas, SPM harus dalam keadaan yang baik dan siap untuk beroperasi. MRB sebagai sumber tenaga utama yang sangat penting, apabila mengalami kerusakan pada MRB, maka akan berdampak pada menurunnya produktifitas operasi. Oleh karena itu untuk mencegah adanya kerusakan pada Main Rotating Bearing (MRB) diperlukan pengecekan clearance pada bearing setiap 5 tahun                    sekali.Untuk mempermudah mengambil data ukur clearance, maka dibuatkan desain alat bantu. Setelah dilakukan proses jack load pada MRB dengan alat bantu didapatkan hasil ukur clearance yaitu 0,03 mm, sedangkan  pada batasan maksimal ukur clearance sesuai dengan regulasi pemeliharaan SPM adalah 0,1 mm. dari hasil pengukuran clearance tersebut masih dalam batas standar atau dinyatakan masih dalam kondisi baik.Kata kunci: SPM, MRB, Clearance, Jack Load, Bearing 
PELATIHAN PENGGUNAAN MESIN EKSTRUSI DAN PENGADUK LIMBAH IKAN PADA UMKM DI KENJERAN Ponidi, Ponidi; Rizaly, Anastas
Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova) Vol 4 No 2 (2024): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/kreanova.v4i2.6553

Abstract

Mengingat potensi sumber daya laut dan air yang dimiliki Kota Surabaya khususnya di wilayah pesisir Kenjeran, tentunya perlu adanya pelatihan terkait strategi pengembangan dan pemeliharaan untuk menjaga kondisi lingkungan yang memberikan dampak positif. Melihat mayoritas penduduk pesisir adalah nelayan dan lebih banyak melakukan pengolahan hasil tangkapan ikan secara mandiri ataupun kelompok maka potensi limbah ikan, limbah jeroan ikan membutuhkan perlakuan khusus, dengan melihat kondisi tersebut maka dibutuhkan mesin pengolah limbah ikan dan jeroan yang bisa diolah menjadi pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman . Bertitik tolak pada kondisi yang demikian maka tim pengabdian Universitas Muhammadiyah Surabaya membuat mesin pengolahan limbah jeroan ikan dengan kapasitas 8 kg/jam dan sekaligus sebagai pengaduk adonan pupuk organik yang terdiri dari 100 gram jeroan ikan yang sudah digiling, 660 sekam padi, 660 gram arang halus, 1liter air, tanah dan 100 ml bakteri EM4 kemudian difermentasi di tempat/wadah yang kedap udara selama 5 sampai dengan 10 hari. Dari hasil pengabdian berupa pelatihan pemanfaatan mesin ekstrusi dan pengaduk jeroan ikan pada UMKM di Kenjeran didapat hasil awal berupa fermentasi adonan yang kemudian dikeringkan dengan kadar air 11 persen, selama kurang lebih 1 hari penuh dan pupuk siap untuk dikemas serta dipasarkan.
ANALISIS KEKUATAN STRUKTUR HOOK CRANE SWL 40 TON DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Solikin, Solikin; Rizaly, Anastas; Mustaghfirin, M
Motor Bakar : Jurnal Teknik Mesin Vol 7, No 2 (2023): Motor Bakar: Jurnal Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/mbjtm.v7i2.9603

Abstract

Hook Crane ( kait ) adalah komponen yang sangat penting pada crane, yang berfungsi sebagai alat mengaitkan beban ke crane. Hook Crane tidak boleh mengalami kegagalan struktur pada saat melakukan pengangkatan. Hook Crane dapat mengalami kegagalan struktur disebabkan Hook Crane sudah memasuki masa reject. Pada ASME B30.10 1999, disebutkan dengan detail kriteria reject pada Hook Crane. Melakukan analisa statik struktur untuk mengetahui perbedaan respon antara Hook Crane standard ( Model A ) dan Hook Crane yang sudah memasuki kriteria reject ( Model B ) . Analisa menggunakan batuan software elemen hingga ( ANSYS ) untuk mengetahui nilai Total Deformation, Equivalent ( Von Mises ) Stress, Fatique Sensivity. Hasil perbandingan dua model Hook Crane akan digunakan sebagai dasar bahwa kenapa Hook Crane reject tidak boleh digunakan. Hasil simulasi menggunakan software elemen hingga. Pada pembebanan 100% dari SWL 40 ton. Nilai Total deformation Model A 0.68454 mm, Model B 0.8128 mm. Nilai Equivalent ( Von Mises ) Stress Model A 267.92 Mpa, Model B 301 Mpa. Nilai Fatique Sensivity ( Avalaible Life ) Model A 20,000 kali pengangkatan, Model B 9,000 kali pengangkatan. Dari hasil simulasi menunjukkan bahwa Model A Hook Crane yang masih standard memiliki nilai yang lebih baik dari Hook Crane Model B yang sudah memasuki masa reject. Hal ini menunjukkan bahwa kriteria reject yang diberikan oleh ASME sangat mempengaruhi dari kekuatan struktur dari Hook Crane. Hook Crane Model B sangat berpotensi untuk mengalami kegagalan struktur,  karena hasil dari simulasi Equivalent ( Von Mises ) Stress sebesar 301 Mpa jauh melibihi dari nilai Yield Strength Material yaitu 240 Mpa.
ANALYSIS OF BRAKING SYSTEM ON ENERGY SAVING CARS "SAKERA", MECHANICAL ENGINEERING WORK, UM SURABAYA Saifullo, Saifullo; Batutah, Moh Arif; Rizaly, Anastas; Ponidi, Ponidi; Kusnanto, Hadi; Sofana, Ilyas
International Journal of Mechanical Engineering Technologies and Applications Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Mechanical Engineering Department, Engineering Faculty, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/MECHTA.2024.005.01.1

Abstract

A braking system in a vehicle has a very important role in maintaining the safety of drivers and passengers, and preventing accidents. The brake system functions to reduce speed (slow down) and stop the vehicle. A good braking system provides safety and comfort for the drivers. Therefore, it is necessary to design the right braking system for “Sakera” car. In this study, an analysis and calculation of the braking system was carried out to determine the required braking force at a speed of 50 km/hour and other speeds in a distance of 15 m. The data taken in this study was the specification of the braking system used in the Sakera car. The braking system analysis was carried out on flat roads with varying speeds, namely 30 km/h, 35 km/h, 40 km/h, 45 km/h, and 50 km/h with a distance of 15 m for braking. The conclusions of the analysis were obtained, namely the greater the speed of Sakera's car, the greater the braking force to stop the car, the hydraulic pressure on the hose, and the force of the driver's feet, as well as the braking force needed on road conditions with a slope angle of 20º, which is 839.362 N.
Analisis Tekanan Seal pada Rudder Stock Menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) Wahyudi, Dedy; Coutsar, Ardan Nagra; Prasetyawati, Dian; Rizaly, Anastas
Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan Informatika Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL TEKNIK MESIN, INDUSTRI, ELEKTRO DAN INFORMATIKA
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jtmei.v4i1.4710

Abstract

A ship is a type of floating structure that is specifically designed to move on the surface of sea water. This structure provides the ability for the ship to carry out various functions, from transporting goods, carrying passengers, to carrying out various other maritime operations. The advantage of a ship lies in its ability to move stably and efficiently in the midst of various dynamic marine environmental conditions. The direction of the ship's movement is controlled by the steering system, which is a crucial component in maintaining the smoothness and accuracy of the ship's journey. This steering system consists of various elements, one of which is the Rudder Stock. Rudder Stock has a vital role in the steering system because it functions as a link between the steering and the ship's propulsion system. Inside the Rudder Stock, there is another important component, namely the Seal. The Seal has the main function of withstanding pressure during ship operations, so that it can prevent leaks that can damage the steering system and other mechanical components. To evaluate the performance of the Seal in withstanding pressure, a pressure analysis was carried out using a numerical method based on Computational Fluid Dynamics (CFD) software, namely ANSYS. The results of the study showed that the total working pressure on the Rudder Stock Seal reached 0.766 bar, which is the sum of the maximum hydrostatic pressure of 0.432 bar and the maximum fluid flow pressure of 0.334 bar.
ANALISA MUTU PADA REDESIGN ALAT PIROLISIS PENGUBAH SAMPAH PLASTIK MENJADI BAHAN BAKAR CAIR M. Rizqi Al Farabi; Moh. Arif Batutah; Ponidi; Anastas Rizaly
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1.20258

Abstract

Plastik pada dasarnya diwujudkan dari minyak alam, maka  sungguh  mengharuskan guna  mengembalikannya ke bentuk awal  yakni  dengan metode pirolisis. Pirolisis adalah teknologi metamorphosis yang sesuai  buat  menangani  keburukan ilmu lingkungan  serta hambatan kawasan  yang dikarenakan oleh pengurusan  pra atau sesudah pemakaian kotoran plastik yang tidak efisien serta akumulasi massal. teknik pirolisis adalah mengkonversi sesuatu materi organik pada hawa teratas serta mendetail  jadi hubungan  unsur  yang lebih kecil. Hasil pirolisis yakni produk cair, yakni bahan bakar cair. Dalam penelitian ini menggunakan plastik jenis polypropylene (PP) tidak berwarna dan berwarna. Untuk plastik yang tidak berwarna menghasilkan 58 ml, dan untuk yang berwarna menghasilkan 78 ml, masing – masing membutuhkan waktu pembakaran 200 menit, dengan temperature maksimal 175°C. Kata Kunci: sampah plastik, pirolisis, bahan bakar cair
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN BRUSH PADA MESIN BELT SANDER UNTUK MENGHILANGKAN BURRY PADA MATERIAL KZ009 DI PT XYZ Bayu Aditya; Hadi Kusnanto; Anastas Rizaly; Ilyas Sofana
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1-5.20260

Abstract

Penelitian ini dilakukan di suatu perusahaan yang memproduksi part automotive, Pada waktu proses sander dengan menggunakan amplas, Terdapat burry di suatu produk yang mengakibatkan produk itu harus di rework (Pengerjaan ulang). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan brush pada area mesin belt sander yang melibatkan beberapa variabel. Variabel bebas yaitu belt sander dengan penambahan brush untuk mengilangkan burry, sedangkan untuk variabel kontrolnya berupa bahan pembuatan produk KZ009 yang terdiri dari plat besi koil yang berbentuk gulungan yang terbuat dari galvalume atau baja yang dilapisi oleh crome. Dari hasil analisis tersebut ditemukan perbedaan antara sebelum dan sesudah penambahan brush, dengan adanya brush dapat meningkatkan efisiensi dari 73% ke 95,9%. Kata Kunci : Brush, Efisiensi, Rework, Belt Sander
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN KOPLING MANUAL PADA MOTOR SUPRA X 125 TAHUN 2010 Yusuf Dwi Janarko; Hadi Kusnanto; Anastas Rizaly; Ilyas Sofana
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 1 No 1 (2023): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/resem.v1i1.20265

Abstract

Perkembangan teknologi khususnya di bidang transportasi mengalami perkembangan yang sangat pesat dari tahun ke tahun, hal ini dibuktikan dengan semakin beragamnya tipe kendaraan yang beredar di pasar Indonesia khususnya sepeda motor. Kopling berperan penting dalam pemindahan transmisi. Penambahan kopling manual ini bertujuan mengetahui hasil perbedaan terhadap akselerasi,daya dan torsi. Dalam penelitian ini dilakukan eksperimen terhadap sepeda motor Supra X 125 2010 dengan melakukan penambahan kopling manual. Hal ini bertujuan untuk mengetahui hasil modifikasi sistem kopling otomatis ke sistem kopling manual terhadap akselerasi, daya dan torsi sepeda motor Supra X 125  2010. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil percepatan pada Sepeda Motor Supra X 125 2010 yang menggunakan sistem kopling otomatis memiliki nilai rata-rata 0,926 m/s2, sedangkan pada Sepeda Motor Supra X 125 2010 yang menggunakan sistem kopling manual memiliki nilai percepatan rata-rata 1,082 m/s2. Hasil pengujian diperoleh selisih sebesar 0,156 m/s2, dimana kopling manual lebih unggul dibandingkan kopling otomatis. Kata Kunci: Akselerasi, kopling, otomatis, manual, daya dan torsi
PENINGKATAN NILAI KONSTANTA KEKAKUAN PADA SHOCK ABSORBER BEKAS SEPEDA MOTOR DENGAN PROSES ANNEALING Hadi Kusnanto; Anastas Rizaly; Mochamad Adhita Pangestu F
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 1 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Spring is generally used in various machine development, in its use the spring must provide appropriate power, dampen impact, assimilate and store energy to dampen vibration. In this study, an annealing spring combustion process was carried out with large variations in temperature and burning time, then cooled using the normalizing technique. The spring used is the mio soul shockbreaker. The difference in combustion temperature used is 400, 450, 500, with constant testing using a dynamic pressure test. From the research results, it can be seen that there is a change in the value of the stiffness constant due to changes in the annealing heating temperature. When W is 1000N, the annealing temperature is 400 °C : 2500 N/m, 450 °C : 2875 N/m, 500 °C : 2272N/m. The heating temperature that produces the right stiffness constant value is found at a temperature of 450 °C with a constant value at W 1000 N 2875 N/m. Keywords: Spring Constant, Annealing, Shock breaker.
Simulasi Numerik dan Modifikasi Desain Sesuai Regulasi Shell Eco Marathon Performa Aerodinamika Pada Mobil Urban Consept Anastas Rizaly; Febri Riyan Romadhoni
Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur (ReSEM) Vol 2 No 2 (2024): Vol 2 No 2 (2024): Journal Rekayasa Sistem Energi dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Shell Eco Marathon merupakan ajang kompetisi yang digelar tiap tahun dan peserta dari berbagai sekolah maupun universitas di penjuru dunia sebagai ajang untuk inovasi mobil agar tercapai efisiensi kendaraan yang optimum dan terutama hemat bahan bakar dengan menggunakan simulasi desain bodi menggunakan metode computational fluid dynamics. Hasil simulasi menunjukkan desain bodi 2 memiliki koefisien drag lebih rendah 0.011699 - 0.013979 (11,8% - 14,23%) di 3 variasi kecepatan iinlet dari pada desain bodi 1. Dari desain bodi 2 didapatkan nilai downforce yang lebih baik sehingga traksi mobi lebih baik saat di kendarai dengan penurunan gaya lift di bandingkan bodi 1 dengan nilai selisih koefisien lift sebesar 0.001395 - 0.003878 (57,42%- 85,40%). Dengan hasil yang dijelaskan diatas maka dapat disimpulkan bodi 2 memiliki bodi yang lebih aerodinamis serta karena downforce yang dihasilkan lebih baik maka traksi, kesetabilan saat dikendarai dan daya cengkraman ban lebih baik dibandingkan desain bodi 1.