Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REFLEKSI MASYARAKAT KEC. KEDUNGADEM KAB. BOJONEGORO DALAM ATURAN BATAS USIA NIKAH burhanatut dyana; Ali Hamdan; Triana Apriyanita; ahmad zaenul mustofa
Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara Vol. 5 No. 2 (2022): Al Maqashidi : Jurnal Hukum Islam Nusantara
Publisher : UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (770.056 KB) | DOI: 10.32665/almaqashidi.v5i2.1316

Abstract

Perkawinan langkah terbaik terhadap penghalalan sebuah hubungan dengan tujuan menghindari perzinaan serta mengharapkan ridha Allah SWT. Namun pada kenyataanya, tidak sedikit yang menyalahi aturan, sehingga lembaga perkawinan masih banyak mengalami problem yang sulit untuk di selesaikan hingga saat ini, salah satunya adalah perkawinan yang dilakukan oleh anak dibawah umur yang belum mencapai batas minimal perkawinan, hal ini sesuai aturan undang-undang perkawinan yang tertera pada pasal 7 ayat 1 UU No. 16 Tahun 2019 Perubahan atas UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan memberikan batasan usia menikah 19 tahun baik bagi laki-laki maupun perempuan. sehingga dengan adanya ketentuan dan ditingkatkannya batasan usia dalam perkawinan, tidak lain yaitu meningkatkan kesiapan dalam perkawinan baik secara fisik maupun mental. Namun aturan tersebut tidak dilaksanakan denggan baik disisi lain malah berbalik arah yaitu melonjaknya permohonan dispensasi kawin pasca perubahan aturan tersebut. Meskipun sudah begitu jelas dalam aturan, namun tetap ada celah untuk melakukan pelanggaran melalui permohonan dispensasi nikah kepada pengadilan dengan alasan sangat mendesak disertai bukti pendukung yang cukup, Melonjaknya kasus tersebut sama seperti yang terjadi di kedungadem bojonegoro, sehingga perlu adanya langkah untuk meminimalisir dan perlu adanya refleksi bagi para orang tua, anak muda dan seluruh masyarakat, sehingga dengan adanya refleksi tersebut harapan besar dapat mengurangi problem yang terjadi baik masyarakat maupun lembaga perkawinan
PENINGKATAN EKONOMI MELALUI PEMANFAATAN BERGBAGAI MACAM OLAHAN DAUN KELOR DI DESA JETAKWANGER KABUPATEN BLORA Ali Hamdan; ida fauziatun nisa
Al-Umron : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): AL-UMRON : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SUNAN GIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/alumron.v4i1.1384

Abstract

Demi terwujudnya kesehatan masyarakat serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi mahasiswa KKN unugiri dengan masyarakat desa jetakwanger kabupaten blora bekerjasama untuk membangun desa dengan meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satu gagasan tersebut adalah memanfaatkan daun kelor menjadi berbagai macam olahan baik makanan maupun minuman. Daun kelor merupakan tumbuhan tropis yang mudah ditanam karena tidak telalu membutuhkan perawatan yang intensif selain itu daun kelor memiliki ciri-ciri daunya kecil berbentuk oval dan sedidkit tebal, pohon kelor banyak tumbuh di lingkungan masyarakat dan mudah didapatkan. Maka dengan adanya pemanfaatan daun kelor tersebut merupakan salah satu pola menjaga kesehatan karena daun kelor akan kaya manfaat serta mampu memberikan peluang bagi masyarakat untuk dijual. Sebagai bentuk dan upaya yang dilakukan dalam pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa unugiri memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang cara pengolahan daun kelor menjadi aneka olahan yang nantinya dapat dikemas dengan baik sehingga mampu memberikan nilai plus bagi masyarakat. Adapun pendekatan yang digunakan dalam program pengabdian masyarakat tersebut adalah dengan menggunakan ABCD (Asset Based Community Development) yaitu pendekatan pengembangan masyarakat yang di dasarkan pada aset lokal dan mampu meningkatkan sebuah nilai ekonomis di wilayah tersebut.
Pelatihan Pengolahan Sirup Bunga Telang Di Desa Panjang Kecamatan Kedungadem Sebagai Peningkatan Ekonomi Pasca Pandemi Covid 19 Vesti Dwi Cahyaningrum Vesti; Ali Hamdan Hamdan
PADIMAS Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Padimas (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : PADIMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/padimas.v1i2.1212

Abstract

Pasca pandemic Covid 19 yang telah melanda hampir 2 tahun telah banyak meninggalkan dampak pada masyarakat luas, salah satunya adalah dalam bidang Ekonomi. Salah satu alternative kegiatan yang dapat dilakukan masyarakat di masa pandemi ini yang dapat memberikan nilai tambah dan meningkatkan penghasilan secara ekonomi adalah pengolahan tanaman bunga telang menjadi sebuah sirup atau minuman. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pelatihan pengolahan tanaman bunga telang menjadi sebuah sirup sehingga diharapkan akan menjadi alternatif penghasilan masyarakat di era pasca pandemi Covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan 2 tahapan, yaitu pelatihan pengolahan tanaman bunga telang menjadi sebuah sirup dan sosialisasi nilai tambahnya secara tatap muka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para peserta mengikuti pelatihan pengolahan tanaman bunga telang menjadi sebuah sirup dengan cukup baik dan antusias yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para peserta serta terjadi diskusi yang cukup interaktif antara pemateri dan para peserta. Dari kegiatan ini juga dihasilkan produk berupa sirup minuman yang berasal dari tanaman bunga telang yang kaya akan manfaat. Beberapa faktor pendukung kegiatan tersebut antara lain: Masyarakat Desa Panjang sangat antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan dan kemauan yang tinggi untuk bisa melakukannya.