Hikmah Husniyah Farhanindya
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Perilaku Konsumtif Pengguna E-Commerce Shopee: Bagaimana Peran Gaya Hidup Hedonis dan Kontrol Diri? Talitha Adriyanti Zabrina; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractConsumptive behavior can result in waste, anxiety and feelings of insecurity in individuals. Consumer behavior in individuals can be influenced by various factors, including hedonic lifestyle and self-control. This research aims to analyze the relationship between hedonic lifestyle and self-control and consumer behavior among Shopee e-commerce users. The type of research used is quantitative correlational with multiple regression analysis techniques. There were 282 participants in this research. The research results show that hedonic lifestyle and self-control have a very significant relationship with consumer behavior, shown by obtaining a significance value of 0.000 (p<0.01). Partially, hedonic lifestyle shows a t value of 11.296 with a significance of 0.000 (p<0.01). This means that there is a very significant positive relationship between hedonic lifestyle and consumer behavior. Meanwhile, self-control shows a t value of -3.114 with a significance of 0.002 (p<0.01). This means that there is a very significant negative relationship between self-control and consumer behavior.Keywords: Consumptive Behavior; Hedonistic Lifestyle; Self-Control; Shopee usersAbstrakPerilaku konsumtif dapat mengakibatkan timbulnya pemborosan, kecemasan, hingga perasaan tidak aman pada individu. Perilaku konsumtif pada individu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya yaitu gaya hidup hedonis dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup hedonis dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada pengguna e-commerce Shopee. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi ganda. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 282 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis dan kontrol diri memiliki hubungan sangat signifikan dengan perilaku konsumtif, ditunjukkan melalui perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Secara parsial, gaya hidup hedonis menunjukkan nilai t sebesar 11,296 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif. Sementara kontrol diri menunjukkan nilai t sebesar -3,114 dengan signifikansi 0,002 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif.Kata kunci: Perilaku Konsumtif; Gaya Hidup Hedonis; Kontrol Diri; Pengguna Shopee
OCB pada Karyawan yang Sudah Menikah, Bagaimana Peran Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support? Sofiatul Azizah; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether there is a relationship between organizational citizenship behavior with work-life balance and perceived organizational support in married employees at Apartment. X. This analysis independent variable work-life balance and perceived organizational support with dependent variable organizational citizenship behavior. This research is a type of quantitative research using the correlational method. The sampling technique in this study used a random sampling method where the subjects were taken from the entire population of 86 respondents of Apartment employees. X employees who are married. The results of this study indicate that the first hypothesis is accepted, work-life balance and perceived organizational support have a positive relationship with organizational citizenship behavior. The second hypothesis is also accepted which shows that there is a positive relationship between work-life balance and organizational citizenship behavior. Meanwhile, the third hypothesis is not accepted, which means that there is no relationship between perceived organizational support and organizational citizenship behavior.Keywords: Work-Life Balance, Perceived Organizational Support, Employee, Organizational Citizenship BehaviorAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara organizational citizenship behavior dengan work-life balance dan perceived organizational support pada karyawan yang sudah menikah di Apartemen. X. Analisis ini variabel independen work-life balance dan perceived organizational support dengan variabel dependen organizational citizenship behavior. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode random sampling yang dimana subjek diambil dari keseluruhan populasi sebanyak 86 responden karyawan Apartemen. X yang sudah menikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima, work-life balance dan perceived organizational support memiliki hubungan positif dengan organizational citizenship behavior. Hipotesis kedua juga diterima yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara work-life balance dengan organizational citizenship behavior. Sedangkan, untuk hipotesis ketiga tidak diterima yang berarti tidak ada hubungan antara perceived organizational support dengan organizational citizenship behavior.Kata kunci: Work-Life Balance, Perceived Organizational Support, Karyawan, Organizational Citizenship Behavior
Kecenderungan Kecanduan Media Sosial pada Remaja: Bagaimana Peran Self Control dan Fear of Missing Out? Agniestia Maharani; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social media addiction is a condition where individuals are unable to control intensive and excessive use of social media, which can trigger psychological and social disorders (Kootesh et al., 2016). Social media addiction can be influenced by several factors, one of which is self-control (Muna & Astuti, 2014). Fear of missing out is another factor that influences social media addiction (Fathadika & Afriani, 2018). This research design uses a quantitative approach with multiple linear regression. The sample consisted of 92 students from the Faculty of Psychology, University of 17 August 1945 Surabaya. The regression results show that the hypothesis is accepted, namely that there is a relationship between self-control and fear of missing out with the tendency to become addicted to social media in adolescents.   Keywords: Tendencies, Addiction, Self-Control, Fear of Missing Out, Social Media.   Abstrak Kecanduan media sosial merupakan kondisi di mana individu tidak mampu mengendalikan penggunaan media sosial secara intensif dan berlebihan, yang dapat memicu gangguan psikologis dan sosial (Kootesh et al., 2016). Kecanduan media sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah self control (Muna & Astuti, 2014). Fear of missing out merupakan faktor lain yang mempengaruhi kecanduan media sosial (Fathadika & Afriani, 2018). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda. Sampel berjumlah 92 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hasil regresi menunjukkan hipotesis diterima, yakni adanya hubungan antara self control dan fear of missing out dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada remaja.   Kata Kunci: Kecenderungan, Kecanduan, Self Control, Fear Of Missing Out, Sosial Media
Work Life Balance (WLB) dengan Kepuasan Kerja pada Guru Adzani Inez Arisandy; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Teachers play various professional roles that can influence their work-life balance, which in turn affects job satisfaction. This study aims to examine the relationship between work-life balance and job satisfaction among teachers. A quantitative correlational approach was used. The subjects consisted of 47 teachers from SMPN 1 Ngronggot, Nganjuk, selected using the total sampling technique. The instruments used were the Work-Life Balance Scale by Fisher et al. (2009) and the Job Satisfaction Scale by Lester (1987). Data were analyzed using Pearson product-moment correlation. The results showed a significant positive relationship between work-life balance and job satisfaction (r = 0.407; p = 0.005). The higher the work-life balance, the higher the teachers’ job satisfaction. These findings highlight the importance of work-life balance in supporting teacher well-being and work performance. Keywords: job satisfaction; life balance; organizational psychology; teacher; work life balance Abstrak Guru menjalankan berbagai peran profesional yang dapat memengaruhi work life balance, akhirnya berpengaruh pada kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sebanyak 47 guru SMP Negeri 1 Ngronggot, Nganjuk yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang dipakai adalah skala work life balance dari Fisher et al. (2009) dan skala kepuasan kerja dari Lester (1987). Analisis data dengan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work life balance dan kepuasan kerja (r = 0,407; p = 0,005). Semakin tinggi work life balance, semakin tinggi pula kepuasan kerja guru. Temuan ini menunjukkan pentingnya work life balance dalam mendukung kesejahteraan dan performa kerja guru. Kata kunci: guru; keseimbangan hidup; kepuasan kerja; psikologi organisasi; work life balance
Work Life Balance dan Kepuasan Kerja: Studi pada Karyawan Industri Manufaktur Nylam Cahya Sridevianti; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Employees face pressure to simultaneously fulfill both professional and personal roles. An imbalance between these two can affect job satisfaction levels. This study aims to analyze the relationship between work-life balance and job satisfaction for employees. The method used was a quantitative correlational method through purposive sampling, involving 150 employees. The instruments used included the Hayman work-life balance scale and the Weiss job satisfaction scale, which have undergone validity and reliability testing. Analysis conducted using Pearson correlation showed a significant positive relationship between work-life balance and job satisfaction (r = 0.348; p = 0.000). This finding suggests that the better the work-life balance perceived by employees, the higher their job satisfaction. Therefore, organizations should pay attention to managing work-life balance to improve employee well-being. Keywords: Work Life Balance, Job Satisfaction, Employees, Industrial Psychology Abstrak Karyawan menghadapi tekanan untuk melaksanakan peran profesional dan pribadi secara bersamaan. Ketidakseimbangan antara kedua hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja bagi karyawan. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif korelasional melalui teknik purposive sampling, melibatkan 150 pegawai. Alat yang digunakan meliputi skala keseimbangan kerja-hidup (Hayman) dan skala kepuasan kerja (Weiss), yang sudah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis yang dilakukan dengan korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keseimbangan kerja dan kepuasan pekerjaan (r = 0,348; p = 0,000). Penemuan ini menunjukkan bahwa semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan yang dirasakan oleh karyawan, semakin tinggi juga kepuasan kerja mereka. Sehingga, organisasi harus memperhatikan pengelolaan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kata kunci: Work Life Balance, Kepuasan Kerja, Karyawan, Psikologi Industri
Peran Grit dan Dukungan Orang Tua dalam PengambiIan Keputusan Karir pada Mahasiswa Akhir Ninik Fidayani Eva Novita Sari; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Final-year students who are about to choose a career are not only required to make decisions, but also to consider them carefully so as not to have a negative impact on their future. This study aims to determine the reIationship between grit and parental support on career decision-making among finaI-year students. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The subjects in this study consisted of 130 final-year students selected using purposive sampIing. The instruments used were the Grit Scale, the Parental Support Scale, and the Carer Decision-Making Scale. The data analysis technique employed was multipIe regression anaIysis. The resuIts of the study indicate a significant positive reIationship between grit and parentaI support in career decision making. Partially, only parental support had a significant influence, while grit did not show a significant influence. Keywords: Grit, Parental Support, Career Decision Making, FinaI Year Students Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang akan memilih karir tidak hanya dituntut untuk mengambil keputusan, tetapi juga mempertimbangkan secara matang agar tidak berdampak negatif terhadap masa depannya. Temuan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tingkat akhir. temuan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasionaI. Sebanyak 130 mahasiswa tingkat akhir dijadikan subjek daIam temuan ini melaIui teknik purposive sampIing. AIat ukur yang digunakan meIiputi SkaIa Grit, SkaIa Dukungan Orang Tua, dan SkaIa pengambiian keputusan karir. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil temuan menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara grit dan support orang tua dengan pengambiIan keputusan karir. Namun secara parsial, hanya dukungan orang tua yang memiIiki pengaruh yang signifikan, sedangkan grit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: Grit, Dukungan Orang Tua, PengambiIan Keputusan Karir, Mahasiswa Akhir