Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Perilaku Konsumtif Pengguna E-Commerce Shopee: Bagaimana Peran Gaya Hidup Hedonis dan Kontrol Diri? Talitha Adriyanti Zabrina; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractConsumptive behavior can result in waste, anxiety and feelings of insecurity in individuals. Consumer behavior in individuals can be influenced by various factors, including hedonic lifestyle and self-control. This research aims to analyze the relationship between hedonic lifestyle and self-control and consumer behavior among Shopee e-commerce users. The type of research used is quantitative correlational with multiple regression analysis techniques. There were 282 participants in this research. The research results show that hedonic lifestyle and self-control have a very significant relationship with consumer behavior, shown by obtaining a significance value of 0.000 (p<0.01). Partially, hedonic lifestyle shows a t value of 11.296 with a significance of 0.000 (p<0.01). This means that there is a very significant positive relationship between hedonic lifestyle and consumer behavior. Meanwhile, self-control shows a t value of -3.114 with a significance of 0.002 (p<0.01). This means that there is a very significant negative relationship between self-control and consumer behavior.Keywords: Consumptive Behavior; Hedonistic Lifestyle; Self-Control; Shopee usersAbstrakPerilaku konsumtif dapat mengakibatkan timbulnya pemborosan, kecemasan, hingga perasaan tidak aman pada individu. Perilaku konsumtif pada individu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya yaitu gaya hidup hedonis dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup hedonis dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada pengguna e-commerce Shopee. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi ganda. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 282 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis dan kontrol diri memiliki hubungan sangat signifikan dengan perilaku konsumtif, ditunjukkan melalui perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Secara parsial, gaya hidup hedonis menunjukkan nilai t sebesar 11,296 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif. Sementara kontrol diri menunjukkan nilai t sebesar -3,114 dengan signifikansi 0,002 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif.Kata kunci: Perilaku Konsumtif; Gaya Hidup Hedonis; Kontrol Diri; Pengguna Shopee
OCB pada Karyawan yang Sudah Menikah, Bagaimana Peran Work-Life Balance dan Perceived Organizational Support? Sofiatul Azizah; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine whether there is a relationship between organizational citizenship behavior with work-life balance and perceived organizational support in married employees at Apartment. X. This analysis independent variable work-life balance and perceived organizational support with dependent variable organizational citizenship behavior. This research is a type of quantitative research using the correlational method. The sampling technique in this study used a random sampling method where the subjects were taken from the entire population of 86 respondents of Apartment employees. X employees who are married. The results of this study indicate that the first hypothesis is accepted, work-life balance and perceived organizational support have a positive relationship with organizational citizenship behavior. The second hypothesis is also accepted which shows that there is a positive relationship between work-life balance and organizational citizenship behavior. Meanwhile, the third hypothesis is not accepted, which means that there is no relationship between perceived organizational support and organizational citizenship behavior.Keywords: Work-Life Balance, Perceived Organizational Support, Employee, Organizational Citizenship BehaviorAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara organizational citizenship behavior dengan work-life balance dan perceived organizational support pada karyawan yang sudah menikah di Apartemen. X. Analisis ini variabel independen work-life balance dan perceived organizational support dengan variabel dependen organizational citizenship behavior. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan metode random sampling yang dimana subjek diambil dari keseluruhan populasi sebanyak 86 responden karyawan Apartemen. X yang sudah menikah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hipotesis pertama diterima, work-life balance dan perceived organizational support memiliki hubungan positif dengan organizational citizenship behavior. Hipotesis kedua juga diterima yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara work-life balance dengan organizational citizenship behavior. Sedangkan, untuk hipotesis ketiga tidak diterima yang berarti tidak ada hubungan antara perceived organizational support dengan organizational citizenship behavior.Kata kunci: Work-Life Balance, Perceived Organizational Support, Karyawan, Organizational Citizenship Behavior
Kecenderungan Kecanduan Media Sosial pada Remaja: Bagaimana Peran Self Control dan Fear of Missing Out? Agniestia Maharani; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social media addiction is a condition where individuals are unable to control intensive and excessive use of social media, which can trigger psychological and social disorders (Kootesh et al., 2016). Social media addiction can be influenced by several factors, one of which is self-control (Muna & Astuti, 2014). Fear of missing out is another factor that influences social media addiction (Fathadika & Afriani, 2018). This research design uses a quantitative approach with multiple linear regression. The sample consisted of 92 students from the Faculty of Psychology, University of 17 August 1945 Surabaya. The regression results show that the hypothesis is accepted, namely that there is a relationship between self-control and fear of missing out with the tendency to become addicted to social media in adolescents.   Keywords: Tendencies, Addiction, Self-Control, Fear of Missing Out, Social Media.   Abstrak Kecanduan media sosial merupakan kondisi di mana individu tidak mampu mengendalikan penggunaan media sosial secara intensif dan berlebihan, yang dapat memicu gangguan psikologis dan sosial (Kootesh et al., 2016). Kecanduan media sosial dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah self control (Muna & Astuti, 2014). Fear of missing out merupakan faktor lain yang mempengaruhi kecanduan media sosial (Fathadika & Afriani, 2018). Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan regresi linier berganda. Sampel berjumlah 92 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Hasil regresi menunjukkan hipotesis diterima, yakni adanya hubungan antara self control dan fear of missing out dengan kecenderungan kecanduan media sosial pada remaja.   Kata Kunci: Kecenderungan, Kecanduan, Self Control, Fear Of Missing Out, Sosial Media
Work Life Balance (WLB) dengan Kepuasan Kerja pada Guru Adzani Inez Arisandy; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Teachers play various professional roles that can influence their work-life balance, which in turn affects job satisfaction. This study aims to examine the relationship between work-life balance and job satisfaction among teachers. A quantitative correlational approach was used. The subjects consisted of 47 teachers from SMPN 1 Ngronggot, Nganjuk, selected using the total sampling technique. The instruments used were the Work-Life Balance Scale by Fisher et al. (2009) and the Job Satisfaction Scale by Lester (1987). Data were analyzed using Pearson product-moment correlation. The results showed a significant positive relationship between work-life balance and job satisfaction (r = 0.407; p = 0.005). The higher the work-life balance, the higher the teachers’ job satisfaction. These findings highlight the importance of work-life balance in supporting teacher well-being and work performance. Keywords: job satisfaction; life balance; organizational psychology; teacher; work life balance Abstrak Guru menjalankan berbagai peran profesional yang dapat memengaruhi work life balance, akhirnya berpengaruh pada kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sebanyak 47 guru SMP Negeri 1 Ngronggot, Nganjuk yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang dipakai adalah skala work life balance dari Fisher et al. (2009) dan skala kepuasan kerja dari Lester (1987). Analisis data dengan korelasi pearson product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work life balance dan kepuasan kerja (r = 0,407; p = 0,005). Semakin tinggi work life balance, semakin tinggi pula kepuasan kerja guru. Temuan ini menunjukkan pentingnya work life balance dalam mendukung kesejahteraan dan performa kerja guru. Kata kunci: guru; keseimbangan hidup; kepuasan kerja; psikologi organisasi; work life balance
Work Life Balance dan Kepuasan Kerja: Studi pada Karyawan Industri Manufaktur Nylam Cahya Sridevianti; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Employees face pressure to simultaneously fulfill both professional and personal roles. An imbalance between these two can affect job satisfaction levels. This study aims to analyze the relationship between work-life balance and job satisfaction for employees. The method used was a quantitative correlational method through purposive sampling, involving 150 employees. The instruments used included the Hayman work-life balance scale and the Weiss job satisfaction scale, which have undergone validity and reliability testing. Analysis conducted using Pearson correlation showed a significant positive relationship between work-life balance and job satisfaction (r = 0.348; p = 0.000). This finding suggests that the better the work-life balance perceived by employees, the higher their job satisfaction. Therefore, organizations should pay attention to managing work-life balance to improve employee well-being. Keywords: Work Life Balance, Job Satisfaction, Employees, Industrial Psychology Abstrak Karyawan menghadapi tekanan untuk melaksanakan peran profesional dan pribadi secara bersamaan. Ketidakseimbangan antara kedua hal tersebut dapat mempengaruhi tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara keseimbangan kehidupan kerja dan kepuasan kerja bagi karyawan. Metode yang diterapkan adalah kuantitatif korelasional melalui teknik purposive sampling, melibatkan 150 pegawai. Alat yang digunakan meliputi skala keseimbangan kerja-hidup (Hayman) dan skala kepuasan kerja (Weiss), yang sudah melalui pengujian validitas dan reliabilitas. Analisis yang dilakukan dengan korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara keseimbangan kerja dan kepuasan pekerjaan (r = 0,348; p = 0,000). Penemuan ini menunjukkan bahwa semakin baik keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan yang dirasakan oleh karyawan, semakin tinggi juga kepuasan kerja mereka. Sehingga, organisasi harus memperhatikan pengelolaan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan. Kata kunci: Work Life Balance, Kepuasan Kerja, Karyawan, Psikologi Industri
Peran Grit dan Dukungan Orang Tua dalam PengambiIan Keputusan Karir pada Mahasiswa Akhir Ninik Fidayani Eva Novita Sari; Yanto Prasetyo; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 04 (2025): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Final-year students who are about to choose a career are not only required to make decisions, but also to consider them carefully so as not to have a negative impact on their future. This study aims to determine the reIationship between grit and parental support on career decision-making among finaI-year students. This study uses a quantitative approach with a correlational method. The subjects in this study consisted of 130 final-year students selected using purposive sampIing. The instruments used were the Grit Scale, the Parental Support Scale, and the Carer Decision-Making Scale. The data analysis technique employed was multipIe regression anaIysis. The resuIts of the study indicate a significant positive reIationship between grit and parentaI support in career decision making. Partially, only parental support had a significant influence, while grit did not show a significant influence. Keywords: Grit, Parental Support, Career Decision Making, FinaI Year Students Abstrak Mahasiswa tingkat akhir yang akan memilih karir tidak hanya dituntut untuk mengambil keputusan, tetapi juga mempertimbangkan secara matang agar tidak berdampak negatif terhadap masa depannya. Temuan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara grit dan dukungan orang tua terhadap pengambilan keputusan karir pada mahasiswa tingkat akhir. temuan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasionaI. Sebanyak 130 mahasiswa tingkat akhir dijadikan subjek daIam temuan ini melaIui teknik purposive sampIing. AIat ukur yang digunakan meIiputi SkaIa Grit, SkaIa Dukungan Orang Tua, dan SkaIa pengambiian keputusan karir. Analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda. Hasil temuan menunjukan adanya hubungan positif yang signifikan antara grit dan support orang tua dengan pengambiIan keputusan karir. Namun secara parsial, hanya dukungan orang tua yang memiIiki pengaruh yang signifikan, sedangkan grit tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Kata kunci: Grit, Dukungan Orang Tua, PengambiIan Keputusan Karir, Mahasiswa Akhir
IDENTIFIKASI DINI INFORMASI HOAX DAN PENIPUAN PADA MEDIA DIGITAL DALAM PROGRAM EDUKASI KOMUNITAS PEREMPUAN MASYARAKAT DESA POHKECIK MOJOKERTO Moh. Dey Prayogo; Hikmah Husniyah Farhanindya
ABDIMAS Vol 6 No 01 (2026): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v6i01.2657

Abstract

Kegiatan edukasi literasi digital ini dilakukan untuk mewaspadai hoax ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, terhadap bahaya informasi palsu dan penipuan digital yang kian marak. Kegiatan diawali dengan pengisian pre test untuk mengukur pemahaman awal peserta. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi secara komunikatif mengenai ciri-ciri hoax, mekanisme penyebarannya, serta tips praktis dalam memverifikasi informasi. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dibanding pre-test, menandakan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman, terutama dalam mengenali hoax dan bentuk penipuan digital. Dengan jumlah peserta sekitar 18 orang, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital secara singkat namun berdampak. Edukasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun masyarakat yang lebih cerdas dan tangguh terhadap informasi menyesatkan di era digital.
Job Crafting Karyawan Ditinjau dari Proactive Personality dan Perceived Organizational Support Maya Anggelia Putri; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Job crafting represents an important form of work adaptation in response to dynamic job demands. This study aims to examine the association between proactive personality, perceived organizational support, and job crafting among employees in public sector organizations. A quantitative correlational design was employed. Data were collected through questionnaires administered to employees of a public service organization and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that proactive personality and perceived organizational support are significantly associated with job crafting, both jointly and individually. Descriptive findings further suggest that although employees demonstrate relatively favorable proactive dispositions and perceptions of organizational support, their level of job crafting remains relatively low. This study concludes that personal potential and organizational support need to be accompanied by enabling work conditions to facilitate the optimal development of job crafting behaviors. Keywords: employee, job crafting, perceived organizational support, proactive personality Job crafting merupakan bentuk adaptasi kerja yang penting dalam menghadapi dinamika tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara proactive personality dan perceived organizational support dengan job crafting pada karyawan organisasi sektor publik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner pada karyawan organisasi pelayanan publik dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proactive personality dan perceived organizational support berkaitan secara signifikan dengan job crafting, baik secara simultan maupun parsial. Temuan deskriptif mengindikasikan bahwa meskipun karyawan menunjukkan kecenderungan kepribadian proaktif dan persepsi dukungan organisasi yang relatif baik, tingkat job crafting masih tergolong rendah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa potensi personal dan dukungan organisasi belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku job crafting, sehingga diperlukan kondisi kerja yang lebih memungkinkan karyawan untuk menyesuaikan dan mengembangkan pekerjaannya secara optimal. Kata kunci: job crafting, perceived organizational support, proactive personality, Karyawan
Transformasi Pendidikan: Bagaimana Kepuasan Kerja dan Kepemimpinan Mendorong Inovasi Guru? Aisya Dwi Rohmawati; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Educational transformation requires teachers who demonstrate proactive behavior in supporting change and innovation in schools. This study aims to determine the role of job satisfaction and transformational leadership on change-oriented organizational citizenship behavior among teachers. The study employed a quantitative approach with correlational design involving 105 public junior high school teachers selected using census method. Data collection used Change-Oriented Organizational Citizenship Behavior Scale, Job Satisfaction Scale, and Perceived Transformational Leadership Scale. Data were analyzed using multiple regression. Results showed that job satisfaction and transformational leadership together significantly predict change-oriented organizational citizenship behavior. Partially, job satisfaction proved to be highly significant positive predictor, while transformational leadership had no significant effect. Job satisfaction is key factor in encouraging teachers' proactive behavior to support educational transformation. Keywords: Change-oriented organizational citizenship behavior; job satisfaction; proactive behavior; teachers; transformational leadership Transformasi pendidikan membutuhkan guru yang menampilkan perilaku proaktif dalam mendukung perubahan dan inovasi di sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional terhadap change-oriented organizational citizenship behavior pada guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional melibatkan 105 guru sekolah menengah pertama negeri yang dipilih dengan metode sensus. Pengumpulan data menggunakan Skala Change-Oriented Organizational Citizenship Behavior, Skala Kepuasan Kerja, dan Skala Persepsi Kepemimpinan Transformasional. Data dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan kepuasan kerja dan kepemimpinan transformasional secara bersama-sama memprediksi change-oriented organizational citizenship behavior secara signifikan. Secara parsial, kepuasan kerja terbukti menjadi prediktor positif yang sangat signifikan, sedangkan kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh signifikan. Kepuasan kerja merupakan faktor kunci dalam mendorong perilaku proaktif guru untuk mendukung transformasi pendidikan.  Kata kunci: change-oriented organizational citizenship behavior; guru; kepemimpinan transformasional; kepuasan kerja; perilaku proaktif
Strategi Regulasi Emosi Cognitive Reappraisal dengan Meaningful Work pada Karyawan Nabila Fadhia Salama; Diah Sofiah; Hikmah Husniyah Farhanindya
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 4 No. 01 (2026): Maret
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jobs in the public service sector require psychological abilities to interpret work positively amid emotional pressure. This study aims to examine the relationship between cognitive reappraisal emotion regulation strategies and meaningful work among employees of the Surabaya City Transportation Agency. The study uses a correlational quantitative approach involving 123 employees who were assessed using the Work and Meaning Inventory (WAMI) and the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Data analysis was performed using Spearman's rho correlation. The results showed a significant positive relationship between cognitive reappraisal and meaningful work (r = 0.410; p < 0.01). These findings indicate that the ability to cognitively reappraise work situations plays a role in increasing the meaningfulness of work for employees in the public service sector. Keywords: Meaningful work, emotion regulation, cognitive reappraisal, employee, public service Pekerjaan di sektor pelayanan publik menuntut kemampuan psikologis dalam memaknai pekerjaan secara positif di tengah tekanan emosional. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara strategi regulasi emosi cognitive reappraisal dan meaningful work pada karyawan Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan melibatkan 123 karyawan yang diukur menggunakan Work and Meaning Inventory (WAMI) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ). Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara cognitive reappraisal dan meaningful work (r = 0,410; p < 0,01). Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menilai ulang situasi kerja secara kognitif berperan dalam meningkatkan kebermaknaan kerja pada karyawan sektor pelayanan publik. Kata kunci: Meaningful work, regulasi emosi, cognitive reappraisal, karyawan, pelayanan publik