M Oky Fardian Gafari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UNSUR STRUKTURAL DALAM CERITA RAKYAT SIMARDAN ANAK DURHAKA Henni Julia Citra Sitorus; Abdurahman Adisaputera; M Oky Fardian Gafari
JURNAL SASTRA INDONESIA (SASINDO) Vol 11, No 2 (2022): JURNAL SASINDO
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.738 KB) | DOI: 10.24114/sasindo.v11i2.42559

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna yang terkandung dalam cerita rakyat dari kota Tanjungbalai yang berjudul “Simardan Anak Durhaka”. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori unsur struktural oleh Robert Stanton yang menjabarkan tema, fakta-fakta cerita dan sarana sastra. Hasil penelitian menyatakan bahwa nama tokoh Si Mardan menjadi sebuah simbol anak durhaka di memori masyarakat kota Tanjungbalai. Cerita rakyat juga menyampaikan sebuah simbol makanan khas dari suku yang terdapat di Sumatera Utara. Selain itu cerita rakyat tersebut mengandung ironi verbal yang menggambarkan sosok ibu dan anak dengan cara yang berbeda dari realita. Implikasi penelitian ini memberikan penyegaran makna bahwa cerita rakyat tidak hanya mengenai anak durhaka tetapi tersirat di dalamnya sebuah simbol dan ironi.Kata kunci: unsur struktural, makna, cerita rakyat. 
ANALISIS TINDAK TUTUR DALAM KONFLIK DIGITAL SEABLINGS DAN KNETZ: KAJIAN PRAGMATIK BERDASARKAN PERSPEKTIF AUSTIN Desi Sanjung Ayu Harepa; Andini Aulia; Kristiani Purba; Cindy Adelia; Santa Ulina; Sahputra Sihombing; M OKY Fardian Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL BASTRA EDISI APRIL 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i2.2617

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang berfokus pada teori pragmatik, khususnya teori tindak tutur, untuk menyelidiki bentuk dan fungsi sindiran linguistik dalam interaksi digital pada konflik antara SEAblings dan K-Netz di platform X. Data dikumpulkan dari komentar pengguna yang mengandung sindiran, penghinaan, dan parodi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ujaran dalam konflik digital didominasi oleh tindak tutur ilokusi evaluatif dan konfrontatif. Sindiran linguistik dan parodi bahasa digunakan sebagai cara tidak langsung untuk menyampaikan ejekan, sementara ujaran rasis dianggap sebagai bentuk penghinaan yang memanfaatkan perbedaan budaya. Dari perspektif perlokusi, sebagian besar audiens menanggapi dengan humor dan solidaritas, sehingga tanggapan yang muncul tidak selalu sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh pembicara. Hal ini menunjukkan bahwa konteks dan interpretasi pengguna sangat memengaruhi makna ujaran dalam komunikasi digital. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa bahasa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi tetapi juga berfungsi untuk membangun identitas, konflik, dan dinamika sosial.