Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Polemik Pernyataan Alumni LPDP “Cukup Saya WNI” Dalam Perspektif Media Dan Kajian Tindak Tutur Bahasa Bertiana Putri Saragih; Aulia Syahfitri Harahap; Devi Enjelina Nainggolan; Elisabeth Siska Limbong; Natal Fransiska Manalu; M. Oky F. Gafari; Herning Puspitarini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 01 (2026): Februari - Maret 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polemik mengenai pernyataan seorang alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyatakan kebanggaannya karena anaknya menjadi warga negara asing memicu perdebatan luas di masyarakat dan media massa. Pernyataan yang berbunyi “cukup saya saja yang WNI, anak-anak jangan” menjadi viral dan memunculkan berbagai respons yang berkaitan dengan isu nasionalisme, tanggung jawab penerima beasiswa negara, serta etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polemik tersebut melalui perspektif pemberitaan media serta mengkaji penggunaan bahasa dalam pernyataan tersebut menggunakan pendekatan pragmatik, khususnya teori tindak tutur. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa pemberitaan dari beberapa media daring nasional seperti Detik, BBC Indonesia, CNBC Indonesia, dan laman Universitas Gadjah Mada. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi bentuk tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam pernyataan yang menjadi sumber kontroversi. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara lokusioner pernyataan tersebut hanya menyampaikan informasi mengenai status kewarganegaraan anak, namun secara ilokusioner mengandung ekspresi sikap yang dapat ditafsirkan sebagai kritik atau ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu. Sementara itu, secara perlokusioner pernyataan tersebut menimbulkan dampak sosial yang luas berupa kritik publik, perdebatan di media sosial, hingga respons dari pemerintah terkait evaluasi pengelolaan beasiswa dan kewajiban pengabdian penerima LPDP. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan dalam ruang publik, khususnya di media sosial, memiliki potensi besar dalam mempengaruhi opini publik serta membentuk wacana sosial dan politik di masyarakat
Analisis Tindak Tutur Netizen Indonesia Terhadap Fenomena Monyet Punch di TikTok: Lokusi, Ilokusi, Perlokusi Ines Amelia; Nur Syakila; Poppy Adelia Adisty; Tessalonika Simangunsong; Lolo Mesliana Cibro; Aulia Uswatun Siagian; Herning Puspitarini
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 2 (2026): JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK (JMIA)  April 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i2.9367

Abstract

Using pragmatics, this study aims to describe the speech acts of Indonesian netizens regarding the Punch monkey phenomenon on TikTok. The focus of the study is to find locutionary, illocutionary, and perlocutionary speech acts in netizen comments on TikTok. This study is a qualitative study using a descriptive approach. Data collection techniques were carried out through observation and documentation of comments on videos related to the phenomenon. The research data consisted of three comments that were purposively selected as analysis samples. Each comment was analyzed based on three dimensions of speech acts, namely locutionary, illocutionary, and perlocutionary as the effects they have on the reader. The results show that the three comments analyzed simultaneously contain locutionary, illocutionary, and perlocutionary elements. Comments in the locutionary aspect convey direct information about Punch's condition, while comments in the illocutionary aspect contain the intention of expressing sympathy, criticism, and support. Meanwhile, comments create emotional effects, such as empathy and concern for Punch's condition, in the perlocutionary aspect. These findings indicate that a single comment on social media can have a complex and layered communicative role. Therefore, the language used in social media comments not only serves to convey information, but also to express attitudes and influence readers.