Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analisis Serbuk Cangkang Kerang Sebagai Subtitusi Binder Terhadap Campuran Mortar Geopolimer Desimaliana, Erma; Ma'aruf, Asep Rahmat; Shima, Ratih Dewi
Journal of Sustainable Construction Vol 4 No 2 (2025): Journal of Sustainable Construction
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/josc.v4i2.9258

Abstract

Serbuk cangkang kerang dapat dijadikan material substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena memiliki kandungan senyawa kimia pozzolan yaitu kapur (CaO), alumunium oksida (Al) dan silika (Si). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serbuk cangkang kerang sebagai substitusi binder terhadap kuat tekan mortar geopolimer. Persentase substitusi serbuk cangkang kerang terhadap fly ash sebesar 0%, 20%, 40% dan 60%. Sampel uji mortar geopolimer berbentuk kubus 5 cm x 5 cm x 5 cm. Uji kuat tekan mortar geopolimer dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata mortar geopolimer diperoleh nilai maksimal sebesar 30,86 MPa pada subsitusi serbuk cangkang kerang dengan persentase 20% pada umur 28 hari. Semakin tinggi persentase substitusi cangkang kerang dalam campuran mortar geopolimer, maka kuat tekan rata-rata mortar geopolimer akan mengalami penurunan. Akan tetapi kuat tekan rata-rata seluruh variasi masih mencapai kuat tekan mortar tipe M di atas 17,16 MPa sesuai ASTM C270, sehingga serbuk cangkang kerang dapat direkomendasikan sebagai alternatif material konstruksi ramah lingkungan dan berkelanjutan serta diaplikasikan pada bangunan sebagai elemen dinding bata bertulang. 
Analisis Perbaikan Produktivitas Pemasangan Dinding Bata Ringan dengan MPDM pada Proyek Pembangunan Apartemen X Kota Bandung Shima, Ratih Dewi; Desimaliana, Erma; Farrosi, M. Adryan Arif; Santoso, Nur Diyanti
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.219

Abstract

ABSTRAKPembangunan hunian dengan jenis bangunan bertingkat tinggi membutuhkan jumlah partisi dinding yang cukup banyak, dengan pasangan batu bata yang ringan dan kokoh. Pemasangan dinding bata ringan relatif lebih mudah dikerjakan ketimbang dinding bata merah biasa, namun memerlukan presisi keahlian yang tinggi. Kajian ini membandingkan nilai produktivitas pemasangan bata ringan dengan menganalisis ruang pergerakan dan kekosongan waktu pekerja menggunakan Crew Balance Chart dan Perhitungan Nilai Labour Utilization Factor (LUF), serta memberikan solusi perbaikan terhadap alur produktivitas pemasangan bata ringan berdasarkan studi kasus proyek Apartemen PT X di Kota Bandung. Pengambilan data menggunakan metode pengamatan rekaman video dan time studies. Kesimpulan yang diperoleh, ditemukan bahwa metode pemasangan bata ringan di Apartemen PT. X memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas produksi dengan menggeser beberapa kegiatan beberapa menit lebih awal pada laden.Kata kunci: produktivitas, konstruksi, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart ABSTRACTThe construction of high-rise residential buildings necessitates substantial wall partitions utilizing lightweight yet robust brick masonry. Although lightweight brick installation is more straightforward than conventional red brick masonry, it demands high precision and expertise. This study evaluates the productivity of lightweight brick installation by analyzing worker movement patterns and idle time through Crew Balance Chart analysis and Labour Utilization Factor (LUF) calculations. Based on a case study at the PT X Apartment project in Bandung City, the research proposes workflow optimization strategies for lightweight brick installation. Data acquisition was conducted through video recording observation and time studies. The findings indicate that the installation methodology requires procedural refinements to enhance production effectiveness by advancing the commencement of several activities during the laden phase. These improvements aim to minimize worker idle time and optimize crew balance, thereby increasing overall productivity in lightweight brick wall installation operations.Keywords: construction, productivity, MPDM, time studies, cycle chart, crew balance chart 
STUDI EKSPERIMENTAL KUAT TEKAN MORTAR GEOPOLIMER AKIBAT PENGARUH LIMBAH ABU TEMPURUNG KELAPA SEBAGAI BINDER Desimaliana, Erma; Shima, Ratih Dewi
Surya Teknika Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Surya Teknika Volume 2 Nomor 2 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31934/jst.v2i1.10289

Abstract

Sebagai salah satu material konstruksi alternatif yang banyak digunakan saat ini, pemanfaatan limbah abu tempurung kelapa (ATK) semakin dioptimalkan. Salah satu upaya yaitu dengan geopolimer, sehingga diperoleh mortar tanpa semen yang diinginkan. Akan tetapi, pemanfaatan limbah ATK sebagai substitusi parsial fly ash (FA) dalam campuran mortar geopolimer masih belum diteliti sehingga perlu untuk mencari kadar substitusi limbah ATK yang paling optimum untuk digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kuat tekan mortar geopolimer yang paling maksimum pada umur 7, 14 dan 28 hari dari 3 variasi kadar substitusi parsial limbah ATK terhadap FA. Variasi kadar substitusi limbah ATK terhadap FA meliputi 100%FA:0%ATK, 90%FA:10%ATK dan 80%FA:10%ATK. Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa kadar subsitusi parsial limbah ATK sebesar 10% ternyata mampu menghasilkan kekuatan tekan rata-rata mortar geopolimer yang paling maksimum sebesar 41,62 MPa pada umur 28 hari. Walaupun terdapat penurunan kekuatan tekan mortar geopolimer rata-rata sebesar 22,51% untuk mortar geopolimer 90%FA:10%ATK dan penurunan kekuatan mortar geopolimer rata-rata sebesar 55,30% untuk balok mortar geopolimer 80%FA:20%ATK; tetapi dengan kekuatan tekannya mortar geopolimer dengan substitusi parsial limbah ATK ini dapat dikategorikan sebagai mortar tipe M berdasarkan SNI 6882:2014. Hal ini disebabkan semakin berkurangnya FA sebagai binder utama sehingga mortar menjadi lebih berpori dan menurun kekuatan tekannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa limbah ATK dapat direkomendasikan sebagai alternatif substitusi binder dalam campuran mortar geopolimer karena kekuatan tekan mortar geopolimer rata-ratanya di atas 17,2 MPa.