Yuki Achmad Yakin, Yuki Achmad
Unknown Affiliation

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Keruntuhan Dinding Penahan Tanah Studi Kasus Condotel di Parongpong Bandung (Hal. 82-91) Zordin, Rinto; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 4: Desember 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.408 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i4.82

Abstract

ABSTRAKDinding penahan tanah pada proyek pembangunan Condotel Kyriad Village Bandung mengalami keruntuhan pada akhir Desember 2016. Sebelum terjadinya keruntuhan, bagian puncak dinding penahan tanah mengalami perpindahan sebesar 82 cm. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis untuk mencari penyebab keruntuhan dari dinding penahan tanah tersebut. Metode yang digunakan dalam analisis ini menggunakan metode elemen hingga dengan Software PLAXIS 2D. Dari hasil analisis diperoleh faktor keamanan = 1,437, displacement = 52 cm, displacement  pada fondasi bagian kiri = 9 cm dan displacement  pada fondasi bagian kanan = 8 cm. Fondasi mengalami perpindahan yang menyebabkan bagian puncak fondasi juga ikut mengalami perpindahan yang lebih besar dan kemudian menyebabkan terjadinya keruntuhan.Kata kunci: dinding penahan tanah, runtuh, perpindahan ABSTRACTRetaining wall on the construction project Condotel Kyriad Village Bandung collapsed at the end of December 2016. Before the collapse, the top of the retaining wall experienced a displacement of 82 cm. Therefore, an analysis is needed to find the cause of the collapse of the retaining wall. The method used in this analysis uses finite element method with PLAXIS 2D Software. Analysis results safety factor = 1.437, displacement  = 52 cm, displacement  on the left foundation = 9 cm and displacement  on the right foundation = 8 cm. The foundation undergoes a movement that causes the top of the foundation experiencing greater displacement and then lead to collapse.Keywords: retaining wall, collapse, displacement
Analisis Stabilitas Lereng Tanah Berbutir Kasar dengan Uji Model Fisik (Hal. 70-80) Sartika, Diana Destri; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 2: Juni 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.921 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i2.70

Abstract

ABSTRAKPermasalahan mengenai kelongsoran sering dijumpai dalam rekayasa teknik sipil, masalah kelongsoran biasa dijumpai pada tanah lunak namun pada kenyataannya tanah pasir mempunyai potensi mengalami kelongsoran. Hal ini dikarenakan karateristik dari tanah pasir yang memiliki pori besar dan menyebakan tekstur tanah menjadi lepas. Berdasarkan hal tadi mengakibatkan stabilitas tanah menjadi buruk. Stabilitas tanah yang buruk menyebabkan mudahnya terjadi kelongsorran hal ini dikarenakan rendahnya kuat geser tanah. Oleh karena itu, untuk mengetahui kestabilan lereng maka dibuatlah pemodelan pada kasus ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat kepadatan tanah dan kelandaian lereng terhadap kestabilan lereng. Metode yang digunakan pada analisis stabilitas lereng ini adalah menggunakan limit equilibrium method dan finite elemen method. Hasil nilai keamanan dari kedua metode tersbut dibandingkan untuk mengetahui seberapa besar perbedaan nilai keamanan dari kedua metode tersebut.Kata kunci: stabilitas lereng, kuat geser, model fisik ABSTRACTProblems about sliding were frequently found in civil engineering, sliding usually found on soft soil but also could occur on sand soil. This problem occurred because of the characteristic of sand which has large void and caused the soil texture loose. That problem caused the stability become worst. Poor stability of soil make sliding could happen easier because the shear strength is poor. Therefore, the modelling was made to find the slope stability in this case. The purpose of this study is to find the effect of soil density and the sloping on slope stability. Methods used in this analysis were limit equilibrium method and finite element method. The safety factor from both methods then compared to find how big the difference of safety factor from both methods.Keywords: slope stability, shear strength, physical models
Perilaku Tiang Pancang Tunggal pada Tanah Lempung Lunak di Gedebage (Hal. 36-47) Yakin, Yuki Achmad; Siska, Heldys Nurul; Alawiah, Wanda Azka
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 3, No 1: Maret 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.712 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v3i1.36

Abstract

ABSTRAKDeposit tanah lunak di Gedebage merupakan tanah lempung lunak non organik dengan plastisitas tinggi, dengan parameter fisis: kadar air (105,4% - 315,5%), batas cair (100% - 375%) dan angka pori (1,23 – 7,26). Sedangkan parameter teknis menunjukkan kohesi tak teralir (0,01 kg/cm2 – 0,25 kg/cm2) dan sudut geser dalam (0,20 – 5,50)  serta indeks kompresi (2-5). Hal ini menujukkan kuat geser yang rendah dan kompresibilitas yang tinggi. Daya dukung izin tiang pada deposit tanah lunak di Gedebage dengan panjang tiang 33,5 m, dilakukan dengan metode statik, metode N-SPT dan metode Mazurkiewicz yang berturut-turut menghasilkan nilai 185 ton, 155 ton dan 268 ton. Metode Mazurkiewicz adalah metode yang paling mendekati nilai daya dukung hasil uji rata-rata, yaitu 283 ton.Kata kunci: lempung lunak, kompresibilitas tinggi, daya dukung ultimit ABSTRACTDeposite of soft soil in Gedebage is non-organic soft clay with high plasticity and physics parameters: water content (105.4% - 315.5%), liquid limit (100%-375%) and void ratio (1.23 – 7.26). Engineering parameters show undrained cohesion (0.01 kg/cm2 – 0.25 kg/cm2), friction angle (0.20 – 5.50) and compression index (2 – 5). These indicate low shear strength and high compressibility. Allowable bearing capacity of pile at soft clay deposite in Gedebage with 33.5 m length of pile, calculated by static method, N-SPT method and Mazurkiewicz method with value of 185 tons, 155 tons and 268 tons. Mazurkiewicz method is the most reasonable value based on the average value of tests, namely 283 tons.Keywords: soft clay, high compressibility, ultimite bearing capacity
Analisis Kegagalan Tanah pada Timbunan Corrugated Metal Plate (CMP). (Hal. 104-112) Siagian, Ricky Ferro; Yakin, Yuki Achmad
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 4, No 2: Juni 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.197 KB) | DOI: 10.26760/rekaracana.v4i2.104

Abstract

ABSTRAKProvinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Murung Raya adalah daerah yang mempunyai potensi pada pertambangan oleh karena itu direncanakan pembangunan jembatan sebagai peningkatan fasilitas mobilisasi pada daerah pertambangan di daerah kabupaten Murung Raya. Konstruksi jembatan yang dibangun menggunakan material Corrugated Metal Plate (CMP) sebagai struktur utama jembatan. Pada proses konstruksi terjadi keruntuhan yang mengakibatkan fail pada salah satu culvert dimana tanah timbunan yang digunakan adalah material clay. Dari kasus tersebut kemudian dianalisa dengan menggunakan software PLAXIS 2D dengan output total displacement sebesar 15,39 cm dimana lebih besar dari kapasitas displacement yang di ijinkan yaitu 2,54 cm. Untuk Menangani masalah displacement yang besar pada culvert, maka dilakukan pemodelan dengan metode penimbunan bertahap menggunakan material timbunan Clay Cement dan menghasilkan total displacement yang lebih rendah yaitu 0,036 cm dimana lebih kecil dari displacement yang diijinkan sehingga fail pada culvert dapat ditangani dengan metode penimbunan bertahap dan sudah diberikan beban surcharge load sebesar 10 kN/m2.Kata kunci: corrugated metal plate (CMP), material timbunan tanah, total displacementABSTRACTCentral Kalimantan Province, Murung Raya regency is a region which has a potency in minning, and that’s the reason why this region has a bridge construction planned as to improve the mobility the mining area of Murung Raya Regency. The bridge construction consist of Corrugated Metal Plate (CMP) material as the main structure. In the construction process there was a collapse by a clay material soil, resulting a failure on one of the culvert. This failure is then analyzed by the PLAXIS 2D software , with a total displacement output of 15.39 cm, bigger than the allowed displacement capacity which is 2.54 cm. To handle the high displacement problem on culverts, a model of gradual clay soil pile is made with clay cement material pile and produce a lower total displacement which is 0.036 , this number is lower than allowable displacement so the fail in the culvert can be handle with the gradual soil pile method and surcharge load as big as 10 kN/m2.Keywords: corrugated metal plate (CMP), soil fill material, total displacement
Analisis Konstanta Pegas pada Fondasi Tiang (Studi Kasus: Gedung Type B DPRD Surabaya). (Hal. 42-51) Yakin, Yuki Achmad; Pratiwi, Desti Santi; Bilaldy, Berry Fawaz
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.42

Abstract

ABSTRAKKonstanta pegas tanah (k ) merupakan suatu hubungan konsep pengertian di antara tekanan tanah dan defleksi. Nilai konstanta pegas sudah banyak digunakan di dalam analisis konstruksi bagian-bagian fondasi. Nilai  dipakai untuk menghitung besarnya reaksi pada kepala tiang atau besarnya penurunan elastis pada pondasi. Konstanta pegas pada tanah terdiri dari dua arah, yaitu arah vertikal dan arah horizontal. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perhitungan nilai  pada lapisan tanah pasir dan lempung menggunakan Program Lpile dan Allpile. Perhitungan nilai k  untuk arah horizontal dilakukan menggunakan metode kurva p-y (Program Lpile) sedangkan untuk arah vertikal menggunakan metode kurva t-z  (Program Allpile). Nilai k  yang didapatkan dari kurva p-y dan kurva t-z akan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai k  arah horizontal dengan metode p-y lebih besar dibandingkan dengan konvensional, sedangkan nilai k  arah vertikal hasil metode t-z  lebih kecil dibandingkan dari metode konvensional.Kata Kunci: konstanta pegas tanah, N-SPT, kurva , kurva , Allpile, Lpile ABSTRACTThe soil spring constant (k ) is a correlation concept between soil pressure and deflection. The value of spring constant has been widely used in the analysis of foundation parts. The value is used to calculate the magnitude of the reaction at the pile head or elastic settlement in the foundation. Soil spring constant consists of two directions, vertical direction and horizontal direction. This research will analyze the calculation of the  value on sand and clay sil layers using Lpile and Allpile Program. Calculation of the  value for the horizontal direction was used the p-y curve methode (Lpilee Program), while for the vertical direction used the t-z cuve method (Allpile). The k values obtained from the p-y curve and th t-z curve will be compared with convntional methiods. The analysis results show that the horizontal k value with the  p-y method is greater than the conventional method, while the value in the vertical direction from the t-z method is smaller than the conventional method.Key Words: soil spring constant, N-SPT,  p-y curve, t-z curve, Allpile, Lpile
Analisis Stabilitas Lereng Batuan dengan Pendekatan Kriteria Keruntuhan Hoek-Brown dan Mohr Coulomb Menggunakan Metode Numerik Plaxis 2D Pratiwi, Desti; Yakin, Yuki Achmad; Mahaputra, Aldo
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 4 No 2 (2022): Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v4n2.p74-81

Abstract

Stabilitas lereng merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam merancang suatu lereng batuan. Aktivitas penggalian dalam massa batuan dapat mengakibatkan terjadinya kelongsoran atau keseimbangan lereng terganggu. Analisis stabilitas lereng batuan dapat dipengaruhi oleh tiga faktor seperti kekuatan massa batuan, faktor kerusakan akibat peledakan dan geometri lereng. Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan analisis lereng batuan menggunakan model material Hoek-Brown (HB) dan Mohr-Coulomb (MC) berdasarkan persamaan Hoek-Brown Tahun 2002. Klasifikasi massa batuan akan menggunakan sistem Rock Mass Rating (RMR) dan Geological Strength Index (GSI). Metode Elemen Hingga pada program Plaxis 2D digunakan untuk menentukan nilai faktor keamanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa selisih perbedaan nilai faktor keamanan antara model HB dan MC tidak signifikan. Nilai perbedaan paling besar yaitu 10%. Selain itu, antara kedua model ini menghasilkan bidang gelincir yang mirip. Sehingga dapat disimpulkan bahwa persamaan Hoek-Brown Tahun 2002 dapat digunakan sebagai korelasi parameter Mohr-Coulomb.
Penerapan Tema Arsitektur Organik Pada Rancangan Archaios Museum Di Goa Pawon Sulistianti, Erika Dwi; Rahadian, Erwin Yuniar; Yakin, Yuki Achmad
Reka Karsa: Jurnal Arsitektur Vol 11, No 2
Publisher : Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekakarsa.v11i2.7620

Abstract

ABSTRAK Di kawasan Desa Gunung Masigit, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, terdapat sebuah gua alami dan situs purbakala. Di Gua Pawon, ditemukan kerangka manusia purba yang konon merupakan nenek moyang orang Sunda. Adapun pertanyaan yang diajukan adalah tidak adanya tempat untuk menyimpan peninggalan purbakala tersebut, maka diusulkan untuk membangun museum arkeologi yang dapat dijadikan sebagai wadah bagi benda-benda tersebut untuk mengedukasi pengunjung, terutama bagaimana manusia pertama membuat sejarah. Diwariskan secara turun-temurun, penambahan fasilitas pariwisata untuk daya tarik museum arkeologi yang diusulkan diharapkan dapat menjadi salah satu sumber ekonomi bagi masyarakat di sekitar museum. Metode yang digunakan dalam perancangan adalah melakukan observasi lapangan, yaitu meninjau lapangan secara langsung dan mengumpulkan data dengan membaca jurnal dan artikel. Studi literatur dan studi banding pada bangunan yang selaras dengan bangunan yang diusulkan. Informasi dan data yang dikumpulkan, diolah dan disusun kemudian diidentifikasi sebagai pedoman yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses perencanaan bangunan. Berdasarkan pertanyaan dan data yang diperoleh, analisis menghasilkan desain bangunan yang mengadopsi pendekatan organik, yaitu dengan menerapkan eksterior dan interior bangunan yang mampu selaras dengan alam, seperti bangunan yang mengikuti kontur dan desain yang selaras dengan alam untuk menampung penemuan-penemuan yang bisa diselamatkan. Kata kunci: arsitektur organik, cipatat, museum ABSTRACT Located in Gunung Masigit Village area, Cipatat District, West Bandung Regency, there is a natural cave and archaeological site. In Pawon Cave, an ancient human skeleton was found which is said to be the ancestor of the Sundanese. The question posed is that there is no place to store these ancient relics, so it is proposed to build an archaeological museum that can be used as a place for these objects to educate visitors, especially how the first humans made history. Inherited from generation to generation, the addition of tourism facilities for the attraction of the proposed archaeological museum is expected to be one of the economic resources for the community around the museum. The method used in the design is to conduct field observations, namely to review the field directly and collect data by reading journals and articles. Literature studies and comparative studies on buildings that are in line with the proposed building. Information and data that are collected, processed and compiled are then identified as guidelines that can be used as a reference in the building planning process. Based on the questions and data obtained, the analysis results in building designs that adopt an organic approach, namely by applying buildings that are able to be in harmony with nature, such as buildings that follow contours and designs that are in harmony with nature to accommodate salvageable inventions. Keywords: organic architecture, cipatat, museum