Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TRIPLE “T”, OLAHAN SI MUNGIL PENDOBRAK PERTUMBUHAN MASYARAKAT Ahmad Faqihudin; Ahmad Fahruroji
TAZKIYAH Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Lintas Kajian
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan industri di suatu daerah memiliki peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, social dan pendidikan di daerah tersebut untuk menciptakan kesejahteraaan bagi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: Peran industri kecil terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat yang meliputi pekerjaan, pendapatan, dan tingkat pendidikan masyarakat Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subjek Masyarakat Desa Girimulya, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor yang menjadi pengrajin tahu, tempe dan tauge yang juga menjual produk olahan tahu tempe dan tauge. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif dengan langkah-langkah adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Simpulan penelitian ini adalah industri kecil tahu, tempe dan tauge mampu memberikan peningkatan kehidupan baik itu dalam ranah social, pendidikan maupun ekonomi. Peningkatan kehidupan social, pendidikan dan ekonomi terjadi tidak hanya kepada pemilik industri kecil tahu, tempe dan tauge akan tetapi juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan yang terjadi di masyarakat.
IMPLIKASI KEDISIPLINAN TERHADAPHASIL BELAJAR SISWA Ahmad Faqihudin; Ahmad Fahruroji; Fitriyani
DIDAKTIKA AULIA Vol. 2 No. 1 (2022): Didaktika Aulia, Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedisiplinan adalah salah satu proses yang tercipta dan terbentuk melalui serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Disiplin akan membuat seseorang tahu dan dapat membedakan hal-hal apa yang seharusnya dilakukan, yang wajib dilakukan, yang boleh dilakukan, yang tak sepatutnya dilakukan (karena merupakan hal-hal yang dilarang). Hasil belajar merupakan hasil kegiatan belajar sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkannya, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. Hal ini berarti hasil belajar hanya bisa diketahui jika telah dilakukan penilaian terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode penelitian ( field research ) dengan cara memberikan angket dan wawancara yang berhubungan dengan pelaksanaan Kedisiplinan Belajar Siswa langsung di lapangan, juga di tunjang dengan metode penelitian perpustakaan (library research), sehingga memperoleh deskripsi atau informasi dan teori-teori yang ada kaitannya dengan pembahasan penelitian tersebut. Dengan siswa berdisiplin maka tingkat hasil belajar siswa dalam belajar dapat meningkat, meskipun tidak semua siswa berdisiplin dalam belajarnya, akan tetapi tidak menutup kemungkinan itu semua akan berpengaruh pada hasil belajarnya dan meskipun tingkat pengaruhnya rendah karena terdapat faktor-faktor lain yang menghambat hasil belajar siswa.
MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DAN PENGARUHNYA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA DI MADRASAH ALIYAH AULIA Aden Setiawan; Ahmad Fahruroji; Heni Pawwajiah
DIDAKTIKA AULIA Vol. 2 No. 2 (2022): Didaktika Aulia, Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning tehadap Hasil Belajar Siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif serta menggunakan pendekatan “Field Research” (meghimpun data dan fakta dari objek penelitian) dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket dan dokumentasi. Jumlah populasi dalam penelitian ini terdapat 79 siswa, kemudian untuk pengambilan sampel peneliti mengambil 30 siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning tehadap Hasil Belajar Siswa, dengan diketahui nilai korelasi ???? ???????? sebesar 0,930 dengan nilai t hitung 13,369 dan pada taraf signifikansi 5% 2,05. Taraf signifikansi t hitung 13,369 > t tabel 2,05. Hal ini menunjukan Ha (hipotesis alternatif) di terima dan terdapat pengaruh yang signifikan serta mempunyai pengaruh kontribusi sebesar 86% antara Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning tehadap Hasil Belajar Siswa di Madrasah Aliyah Aulia Aulia.
PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN AKHLAK SISWA Jaja Sudarjat; Ahmad Farurozi; Wildah Shofiah
DIDAKTIKA AULIA Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ketercapaian gambaran Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlak siswa dan Mendeskripsikan akhlak siswa SMPN 1 Pamijahan dalam Upaya Program Pembinaan. Jenis Penelitian ini adalah studi kasus yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, sehingga peneliti terjun langsung ke lapangan. metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan miles dan huberman dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian ini antara lain. Profesionalisme guru PAI di SMPN 1 PAMIJAHAN sudah mencerminkan keprofesionalnya. Hal ini terbukti dengan latar belakang riwayat pendidikan sarjana PAI, berakhlak budi pekerti, skemudian sudah lolos seleksi kegiatan pretest, P3K, PPG mengikuti MGMP, diklat, menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung jawab. Untuk membina akhlak siswa, disekolah sudah mengupayakan program kegiatan yang dapat meningkatkan pembinaan akhlak yaitu program SMS, SDS, Budaya Salam, Eskul Rohis, S3, Shadaqah setiap hari jumat. Disamping itu, guru PAI dalam membina akhlak siswa dengan menggunakan metode ceramah, metode demonstrasi, metode teladan, metode pembiasaan, dan metode teguran.
PENGARUH METODE QIRA’ATI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN PADA SISWA KELAS VIII: Studi Kasus di MTS Tahfidz Al-Falakiyah Pagentongan Kota Bogor Ahmad Fahruroji; Teti Apriyanti; Sita Dewi Agustina
DIDAKTIKA AULIA Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnla Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI AL-AULIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kemampuan Membaca Al-Qur’an dan mengetahui Seberapa Besar Pengaruh Metode Qira’ati terhadap Kemampuan Membaca Al-Quran pada Siswa Kelas VII Mts Tahfidz Al-Falakiyah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1.) Metode qiro’ati di Mts Tahfidz AlFalakiyah Bogor termasuk pada kategori “cukup baik” yaitu dengan rata-rata sebesar 47,2. 2.) Kemampuan Membaca Al-Qur’an di Mts Tahfidz Al-Falakiyah Bogor termasuk pada kategori “cukup baik” yaitu dengan rata-rata sebesar 70,7. 3.) Pengaruh metode qiro’ati terhadap kemampuan membaca al-qur’an pada siswa kelas VII Mts Tahfidz Al-Falakiyah Bogor memiliki kolerasi yang “Sedang”. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji korelasi sebesar 0,502 yang terletak pada derajat nilai 0,40 s/d 0,599 (korelasi sedang). Lalu, dalam hasil uji signifikansi, memperoleh hasil sebesar 3,071 yang lebih besar dari ttabel 2,032. Karena thitung > ttabel maka hasil perhitungan tersebut menunjukkan adanya pengaruh metode qiro’ati terhadap kemampuan membaca al-qur’an pada siswa kelas VII Mts Tahfidz AlFalakiyah Bogor. Artinya metode qiro’ati dapat mempengaruhi kemampuan membaca al-quran apabila lebih banyak digunakan dalam proses pembelajaran al-qur’an di Mts Tahfidz A-Falakiyah. Metode qiro’ati memberikan pengaruh sebesar 25% terhadap kemampuan membaca al-qur’an pada siswa kelas VII Mts Tahfidz Al-Falakiyah Bogor, dan 75% lainnya merupakan faktor lain, yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca al-qur’an siswa seperti faktor internal maupun eksternal.