Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pola Manajemen Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa dalam Meningkatkan Kinerja Guru dan Mutu Pendidikan Riduwan; Elsinah; Bekti Amrillah; Hasyim Asy'ari; Armai Arif
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jkpi.2023.13.1.11-19

Abstract

Peningkatan kinerja guru menjadi pilar utama dalam upaya meningkatkan mutu Pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pola atau bentuk manajemen kelapa sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu Pendidikan. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana pola manajemen Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah dan Tim Manajemen Kharisma Bangsa. Teknik analisis data dalam penelitian ini reduksi data dan tringulasi sumber. Adapun hasil dalam penelitian ini yaitu Pola manajemen yang diterapkan oleh Kepala Sekolah SMA Kharisma Bangsa adalah perpaduan pendekatan manajemen buttom up dan top down. Secara umum manajemen kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan sangat baik, hal tersebut tampak pada fungsi-fungsi manajemen yang telah diterapkan oleh kepala sekolah selaku pimpinan lembaga. Keyword: Pola Manajemen, Kepala Sekolah, Kinerja Guru, Mutu Pendidikan
Kepemimpinan Sekolah Yang lebih Inklusif dan Responsif Dalam Mengembangkan Budaya dan Keberagaman di MI Tahfizh An Nashr Azis Al Farizi; Winston Winata; Kayla Faizatul Azmi; Hasyim Asy'ari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12928

Abstract

Budaya sekolah yang responsif terhadap keberagaman menjadi salah satu kunci dalammenciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi seluruh warga sekolah.Keberagaman yang dimaksud mencakup latar belakang budaya, agama, sosial ekonomi,bahasa, gender, serta kebutuhan khusus guru dan siswa. Namun, pada kenyataannya sekolahsudah sepenuhnya mampu mengakomodasi dan merespon keberagaman tersebut secaraoptimal, baik dalam kebijakan, praktik pembelajaran, maupun interaksi sosial di lingkungansekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran kepemimpinan inklusifkepala sekolah dalam pembentukan dan pengelolaan budaya sekolah yang responsifterhadap keberagaman. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pengumpulandata dimana peneliti mengamati dan mencatat perilaku, peristiwa, atau fenomena secaralangsung yang berkaitan dengan kepemimpinan inklusif kepala sekolah, dan budayasekolah yang responsif terhadap keberagaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwakepemimpinan inklusif kepala sekolah memiliki peran penting dalam membentuk danmengelola budaya sekolah yang responsif terhadap keberagaman agar seluruh wargasekolah merasa dihargai, diterima, dan memiliki kesempatan yang setara dalam prosespendidikan.
Human Resource Planning in Educational Quality Improvement Hermawan Hermawan; Hasyim Asy'ari; Armai Arief
J-STAF: Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah Vol. 5 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STITNU Al-Farabi Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62515/staf.v5i1.1321

Abstract

Human resources play an important role in realizing school goals, so leaders should know how to use human resource planning properly.The purpose of this study is to describe human resource planning, educational quality, and human resource planning in improving the quality of education at 25 Public High School Tangerang. The approaches and methods in this study used descriptive qualitative. Research data collection techniques were carried out through interviews, observation, and document studies. The results of this study describe human resource planning at 25 Public High School Tangerang by paying full attention to the specifications and criteria in terms of the character and performance of teachers and their employees. Strategic efforts to maintain and enhance school quality management have shifte the approach from being reactive to a systematic and planned one. The key step in Human Resource (HR) development planning is the establishment of a school Development Team, wich functions as the primary deiving engine that transforms evaluation data into targeted capacity-building programs. This ensures that improvements in staff qualifications and competencies are aligned with the overall goals of enhacing educational quality. Quality assurance is conducted through accreditation, internal and external evaluations, student assesments, as well as on goingmonitoring and feedback. Through this school development team mechanism, Human Resource (HR) development planning is designed to be both fulfilled and optimized.
Efektivitas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam Mendorong Kultur Mutu Perguruan Tinggi Hilmi Luthfiyah; Neng lulu Azizatulhadhro; Hasyim Asy'ari; Zahruddin Zahruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4652

Abstract

Penjaminan mutu merupakan instrumen strategis dalam tata kelola pendidikan tinggi untuk memastikan ketercapaian standar, akuntabilitas publik, dan peningkatan daya saing institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam mendorong terbentuknya kultur mutu perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah regulasi pendidikan tinggi, buku rujukan, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan manajemen mutu, akreditasi, dan budaya mutu. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPMI berfungsi sebagai mekanisme pengendalian dan peningkatan mutu secara mandiri melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pelaksanaan siklus tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menetapkan standar sesuai visi institusi, mengevaluasi ketercapaiannya, serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Sementara itu, SPME melalui akreditasi oleh BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri berperan dalam menilai kelayakan, menjamin akuntabilitas publik, dan memberikan pengakuan eksternal terhadap mutu institusi maupun program studi. Efektivitas kedua sistem sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan anggaran dan infrastruktur, pengelolaan data, serta keterlibatan seluruh sivitas akademika. Sinergi SPMI dan SPME tidak hanya mendukung pemenuhan standar administratif, tetapi juga memperkuat inovasi, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi kedua sistem perlu diarahkan pada pembentukan kultur mutu yang melembaga agar perguruan tinggi mampu menghasilkan layanan pendidikan dan lulusan yang kompeten, adaptif, serta berdaya saing.