Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam Mendorong Kultur Mutu Perguruan Tinggi Hilmi Luthfiyah; Neng lulu Azizatulhadhro; Hasyim Asy'ari; Zahruddin Zahruddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4652

Abstract

Penjaminan mutu merupakan instrumen strategis dalam tata kelola pendidikan tinggi untuk memastikan ketercapaian standar, akuntabilitas publik, dan peningkatan daya saing institusi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) dalam mendorong terbentuknya kultur mutu perguruan tinggi. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah regulasi pendidikan tinggi, buku rujukan, serta artikel jurnal nasional dan internasional yang relevan dengan manajemen mutu, akreditasi, dan budaya mutu. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPMI berfungsi sebagai mekanisme pengendalian dan peningkatan mutu secara mandiri melalui siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pelaksanaan siklus tersebut mendorong perguruan tinggi untuk menetapkan standar sesuai visi institusi, mengevaluasi ketercapaiannya, serta melakukan perbaikan berkelanjutan. Sementara itu, SPME melalui akreditasi oleh BAN-PT dan Lembaga Akreditasi Mandiri berperan dalam menilai kelayakan, menjamin akuntabilitas publik, dan memberikan pengakuan eksternal terhadap mutu institusi maupun program studi. Efektivitas kedua sistem sangat dipengaruhi oleh komitmen pimpinan, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan anggaran dan infrastruktur, pengelolaan data, serta keterlibatan seluruh sivitas akademika. Sinergi SPMI dan SPME tidak hanya mendukung pemenuhan standar administratif, tetapi juga memperkuat inovasi, komunikasi, motivasi, pengawasan, dan perbaikan berkelanjutan. Dengan demikian, integrasi kedua sistem perlu diarahkan pada pembentukan kultur mutu yang melembaga agar perguruan tinggi mampu menghasilkan layanan pendidikan dan lulusan yang kompeten, adaptif, serta berdaya saing.
Pendidikan Anak Usia Dini sebagai Fondasi Pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang Berkualitas Hilmi Luthfiyah; Nurochim Nurochim; Sita Ratnaningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.4692

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki posisi strategis sebagai fondasi pembentukan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mampu menghadapi tantangan global. Pada masa usia dini, perkembangan otak berlangsung sangat cepat sehingga stimulasi pendidikan yang tepat memberikan dampak jangka panjang terhadap kemampuan kognitif, sosial-emosional, dan karakter anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis manfaat PAUD sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan human capital dan daya saing bangsa. Hasil kajian menunjukkan bahwa PAUD berkualitas meningkatkan kesiapan sekolah, kemampuan berpikir kritis, literasi awal, dan keterampilan sosial-emosional yang menjadi modal dasar produktivitas di masa dewasa. Selain itu, investasi pada usia dini memiliki tingkat pengembalian ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan investasi pada jenjang pendidikan lain. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan layanan PAUD merupakan strategi pembangunan SDM jangka panjang yang perlu didukung melalui peningkatan kompetensi pendidik, kurikulum berkualitas, sarana belajar memadai, serta kebijakan nasional yang berkelanjutan.