This Author published in this journals
All Journal Sehat Masada
Weni Tusrini
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma Husada, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout pada Perawat di Rumah Sakit (Literature Review) Anisa Sabrina; Weni Tusrini; Metha Dwi Tamara
Sehat MasadaJurnal Vol 17 No 1 (2023): Sehat Masada Journal
Publisher : stikes dharma husada bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.409

Abstract

Banyaknya perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti sektor pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian tentang burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal yang meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Burnout pada Perawat di Rumah Sakit (Literature Review) Anisa Sabrina; Weni Tusrini; Metha Dwi Tamara
Jurnal Sehat Masada Vol 17 No 1 (2023): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v17i1.409

Abstract

Banyaknya perawat yang mengalami burnout karena kecenderungan memiliki resiko tinggi dialami oleh seseorang yang bekerja pada pekerjaan yang berorientasi melayani orang lain, seperti sektor pelayanan kesehatan. Burnout dapat diartikan sebagai kondisi tubuh yang benar-benar lelah baik fisik maupun mental. Hasil penelitian tentang burnout menunjukkan bahwa profesi kesehatan menempati urutan pertama dengan burnout terbanyak yaitu sekitar 43%. Di antara profesi di bidang kesehatan, perawat memiliki tingkat stres yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan burnout pada perawat di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout pada perawat di rumah sakit terbagi menjadi dua yaitu faktor internal yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, status perkawinan, masa kerja dan kepribadian serta faktor eksternal yang meliputi beban kerja, kepemimpinan. gaya dan stres kerja. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian burnout dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Faktor Risiko Kejadian Katarak Motris Pamungkas; Yeni Mahwati; Suparni Suparni; Siti Sugih Hartiningsih; Weni Tusrini
Jurnal Sehat Masada Vol 18 No 1 (2024): Jurnal Sehat Masada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dharma husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38037/jsm.v18i1.460

Abstract

Cataract is one of the leading causes of blindness in the world and in Indonesia. The prevalence of blindness due to cataracts increases annually by 0.1% of the total Indonesian population. Cataracts are caused by several risk factors. Based on this, early prevention efforts are needed to reduce the risk factors for cataract blindness. The purpose of this study was to determine the description of risk factors for cataract incidence based on the epidemiological triad, determine the relationship and magnitude of risk factors for cataract incidence. This type of research uses a literature review method of 16 journals consisting of 12 national journals and 4 international journals that discuss cataract risk factors. The results showed that risk factors were significantly associated with a p value of <0.05 with cataract incidence. Host risk factors are age ≥60 years, female gender, low education level, non-white race, genetic history (family cataract, diabetes mellitus, hypertension), and smoking habit. Based on agent exposure to ultraviolet light, and lack of antioxidant consumption are more at risk for cataract incidence. Then based on the environment, risk factors consist of climate, work outside the building, and low income levels. In conclusion, age, gender, education, race, genetic history (family cataract, diabetes mellitus, hypertension), smoking habit, ultraviolet light exposure, lack of antioxidant consumption, climate, occupation, and income level are significantly related and at risk for cataract incidence.