Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGGARAAN TES IELP ONLINE BAGI PENGENDALI LALU LINTAS UDARA DI MAKASSAR Tamsir Seserai; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kebanyakan orang tahu Internet. Saat terhubung ke Internet, kita dihadapkan pada istilah "online" dan "offline". Online adalah istilah yang sering kita gunakan saat terhubung ke Internet atau dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengenai pelaksanaan tes IELP secara online untuk ATC. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Dalam penelitian ini terdapat kuisioner yang terdiri dari 4 pilihan jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Tanggapan responden diberi skor sesuai dengan nilai yang diberikan untuk dimasukkan lebih lanjut dalam tabel data. Menggabungkan data membuat proses analisis data lebih mudah bagi peneliti. Penelitian ini dilakukan pada personel ATC dengan jumlah 20 orang. Penelitian ini mengukur tentang seberapa efektif dan efisiensi melaksanakan tes IELP secara online, hasil penelitian ini menunjukan bahwa ATC sangat setuju dengan adanya tes IELP secara online. Kesimpulan yang dapat diambil ATC lebihpercaya diri dan merasa nyaman jika melaksanakan tes IELP secara online.
OPTIMALISASI PENGHITUNGAN KAPASITAS RUNWAY DENGAN MENGGUNAKAN METODE DORATASK DI BANDAR UDARA NOP GOLIAT DEKAI Wiradika Styfani Putra; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan pacu adalah bagian terpenting dari bandara tempat pesawat lepas landas dan mendarat. Efisiensi kinerja runway pada suatu bandara dapat diukur dari berbagai faktor praktik operasional yang ada, seperti: B. Teknologi yang digunakan, dll. Pentingnya mencari kapasitas landasan pacu di bandara-bandara di seluruh Indonesia adalah untuk mengetahui kapasitas landasan pacu dan nilai optimasi, serta karakteristik pesawat bandara. Metode yang digunakan untuk menghitung kapasitas runway adalah metode DORATASK. Parameter yang digunakan dalam metode DORATASK meliputi data primer meliputi data kedatangan dan keberangkatan pesawat selama satu tahun, dan data sekunder yang diperoleh dengan pengamatan langsung selama tujuh hari, meliputi dimensi runway, data lalu lintas udara, jadwal penerbangan, dan jenis pesawat yang dioperasikan. di Bandara. Data dari kedua metode tersebut diolah sebagai dasar perhitungan kapasitas runway yang tersedia. Untuk penelitian ini, sampel data diambil dari Bandara Nop Goliat Dekai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase hasil perhitungan kapasitas runway metode DORATASK yang sesuai dengan kondisi bandara yang sebenarnya.
RANCANGAN APLIKASI PENGAJUAN JUDUL TUGAS AKHIR TARUNA PROGRAM STUDI D3 LALU LINTAS UDARA BERBASIS WEBSITE Adrian Sebi Titang Nugraha; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan sistem informasi khususnya teknologi informasi, maka sangat berperan penting dalam bidang pendidikan. Lebih lanjut, inovasi dan pengembangan teknologi di bidang pendidikan dan asesmen kini sangat dibutuhkan, khususnya bagi guru yang memberikan asesmen kepada taruna. Pencarian judul tugas akhir masih dilakukan melalui Google Drive. Agar rentan terhadap editorial dan pelanggaran hak cipta. Kajian ini menyajikan rancang bangun aplikasi pengajuan judul untuk mata kuliah taruna dan dosen penerbangan. Metodologi penelitian adalah jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan penelitian dan pengembangan atau metode pengembangan air terjun, ditambah dengan analisis kebutuhan yang diperlukan pelanggan, sistem yang menyajikan serangkaian sistem untuk pengembangan dari perangkat lunak. adalah. Kemajuan melalui perencanaan, pemodelan, implementasi, dan pengujian. Namun, peneliti membatasi metode penelitian dan pengembangan ini pada tahap desain karena keterbatasan disiplin, waktu dan biaya penulis. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk membantu fakultas dan taruna karena aplikasi ini mengenali frasa judul yang dimasukkan oleh taruna. Hasil ini akan digunakan sebagai acuan penerimaan atau penolakan terhadap judul yang diajukan.
A Comparative Study of Problem-Based Learning and Project-Based Learning on Cadets’ Problem-Solving Skills in Vocational Aviation Education Parjan Parjan; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p29-39

Abstract

Problem-solving skills are essential competencies for vocational graduates in aviation education, where professional tasks are characterized by high risk, time pressure, and technological complexity. This study examined the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), and a combined PBL–PJBL approach in improving the problem-solving skills of cadets at an Aviation Polytechnic in Surabaya. A quantitative method with a quasi-experimental design was employed. A total of 100 first-year cadets were selected through purposive sampling and assigned to four groups: PBL, PJBL, combined PBL–PJBL, and a control group. Data were collected using a validated and reliable questionnaire administered as pretest and posttest, and analyzed using one-way ANOVA, Tukey’s HSD post hoc test, and N-Gain analysis. The results indicate that all experimental learning models significantly improved cadets’ problem-solving skills compared to the control group. The combined PBL–PJBL model demonstrated the strongest overall effect, yielding the highest statistical improvement and a very large effect size. When examined as single-method implementations, PBL produced higher learning gains than PJBL, indicating greater practical efficiency in developing problem-solving skills. These findings suggest that while PBL alone is an effective and efficient instructional approach, integrating PBL and PJBL provides a more comprehensive learning experience that maximizes problem-solving development in aviation vocational education. The study highlights the importance of aligning instructional strategies with the cognitive and operational demands of aviation training contexts.
Developing Environmental Awareness among Elementary Students through Digital Media, Experiential Learning, and Local Eco-Literacy Practices Rani Darojah; Faoyan Agus Furyanto
CENDEKIAWAN Vol 8 No 1 (2026): Cendekiawan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35438/cendekiawan.v8i1.665

Abstract

Eco-literacy is essential in elementary education because early environmental awareness can shape children’s values, habits, and responsible behavior toward nature. This study aims to examine how eco-literacy can be introduced to elementary students through digital media, especially YouTube, combined with storytelling, field trips, and practical environmental activities. Using a qualitative exploratory design, this study integrated a literature review and semi-structured teacher interviews to explore learning strategies, student responses, classroom implementation, and challenges in eco-literacy education. The findings show that YouTube videos increased students’ attention, curiosity, and participation by presenting environmental problems through concrete audiovisual examples. Storytelling helped students develop empathy toward nature, while field trips and outdoor activities made environmental concepts more observable and meaningful. The 5R approach (refuse, reduce, reuse, recycle, and rot) supported practical habit formation through simple classroom and school-based activities. However, the results also indicate that digital media must be carefully curated and guided by teachers to ensure accuracy, age appropriateness, and pedagogical relevance. This study concludes that eco-literacy learning is most effective when digital media are integrated with experiential learning, teacher guidance, family support, and community participation. The study contributes a contextual model for introducing eco-literacy to elementary students in the Society 5.0 era.