Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENYELENGGARAAN TES IELP ONLINE BAGI PENGENDALI LALU LINTAS UDARA DI MAKASSAR Tamsir Seserai; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kebanyakan orang tahu Internet. Saat terhubung ke Internet, kita dihadapkan pada istilah "online" dan "offline". Online adalah istilah yang sering kita gunakan saat terhubung ke Internet atau dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengenai pelaksanaan tes IELP secara online untuk ATC. Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif-kuantitatif. Dalam penelitian ini terdapat kuisioner yang terdiri dari 4 pilihan jawaban yang dapat dipilih oleh responden. Tanggapan responden diberi skor sesuai dengan nilai yang diberikan untuk dimasukkan lebih lanjut dalam tabel data. Menggabungkan data membuat proses analisis data lebih mudah bagi peneliti. Penelitian ini dilakukan pada personel ATC dengan jumlah 20 orang. Penelitian ini mengukur tentang seberapa efektif dan efisiensi melaksanakan tes IELP secara online, hasil penelitian ini menunjukan bahwa ATC sangat setuju dengan adanya tes IELP secara online. Kesimpulan yang dapat diambil ATC lebihpercaya diri dan merasa nyaman jika melaksanakan tes IELP secara online.
OPTIMALISASI PENGHITUNGAN KAPASITAS RUNWAY DENGAN MENGGUNAKAN METODE DORATASK DI BANDAR UDARA NOP GOLIAT DEKAI Wiradika Styfani Putra; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan pacu adalah bagian terpenting dari bandara tempat pesawat lepas landas dan mendarat. Efisiensi kinerja runway pada suatu bandara dapat diukur dari berbagai faktor praktik operasional yang ada, seperti: B. Teknologi yang digunakan, dll. Pentingnya mencari kapasitas landasan pacu di bandara-bandara di seluruh Indonesia adalah untuk mengetahui kapasitas landasan pacu dan nilai optimasi, serta karakteristik pesawat bandara. Metode yang digunakan untuk menghitung kapasitas runway adalah metode DORATASK. Parameter yang digunakan dalam metode DORATASK meliputi data primer meliputi data kedatangan dan keberangkatan pesawat selama satu tahun, dan data sekunder yang diperoleh dengan pengamatan langsung selama tujuh hari, meliputi dimensi runway, data lalu lintas udara, jadwal penerbangan, dan jenis pesawat yang dioperasikan. di Bandara. Data dari kedua metode tersebut diolah sebagai dasar perhitungan kapasitas runway yang tersedia. Untuk penelitian ini, sampel data diambil dari Bandara Nop Goliat Dekai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase hasil perhitungan kapasitas runway metode DORATASK yang sesuai dengan kondisi bandara yang sebenarnya.
RANCANGAN APLIKASI PENGAJUAN JUDUL TUGAS AKHIR TARUNA PROGRAM STUDI D3 LALU LINTAS UDARA BERBASIS WEBSITE Adrian Sebi Titang Nugraha; Julfansyah Margolang; Faoyan Agus Furyanto
Prosiding SNITP (Seminar Nasional Inovasi Teknologi Penerbangan)
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan pesatnya perkembangan sistem informasi khususnya teknologi informasi, maka sangat berperan penting dalam bidang pendidikan. Lebih lanjut, inovasi dan pengembangan teknologi di bidang pendidikan dan asesmen kini sangat dibutuhkan, khususnya bagi guru yang memberikan asesmen kepada taruna. Pencarian judul tugas akhir masih dilakukan melalui Google Drive. Agar rentan terhadap editorial dan pelanggaran hak cipta. Kajian ini menyajikan rancang bangun aplikasi pengajuan judul untuk mata kuliah taruna dan dosen penerbangan. Metodologi penelitian adalah jenis penelitian dan pengembangan (R&D) yang menggunakan penelitian dan pengembangan atau metode pengembangan air terjun, ditambah dengan analisis kebutuhan yang diperlukan pelanggan, sistem yang menyajikan serangkaian sistem untuk pengembangan dari perangkat lunak. adalah. Kemajuan melalui perencanaan, pemodelan, implementasi, dan pengujian. Namun, peneliti membatasi metode penelitian dan pengembangan ini pada tahap desain karena keterbatasan disiplin, waktu dan biaya penulis. Hasil penelitian ini dimaksudkan untuk membantu fakultas dan taruna karena aplikasi ini mengenali frasa judul yang dimasukkan oleh taruna. Hasil ini akan digunakan sebagai acuan penerimaan atau penolakan terhadap judul yang diajukan.
A Comparative Study of Problem-Based Learning and Project-Based Learning on Cadets’ Problem-Solving Skills in Vocational Aviation Education Parjan Parjan; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p29-39

Abstract

Problem-solving skills are essential competencies for vocational graduates in aviation education, where professional tasks are characterized by high risk, time pressure, and technological complexity. This study examined the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), and a combined PBL–PJBL approach in improving the problem-solving skills of cadets at an Aviation Polytechnic in Surabaya. A quantitative method with a quasi-experimental design was employed. A total of 100 first-year cadets were selected through purposive sampling and assigned to four groups: PBL, PJBL, combined PBL–PJBL, and a control group. Data were collected using a validated and reliable questionnaire administered as pretest and posttest, and analyzed using one-way ANOVA, Tukey’s HSD post hoc test, and N-Gain analysis. The results indicate that all experimental learning models significantly improved cadets’ problem-solving skills compared to the control group. The combined PBL–PJBL model demonstrated the strongest overall effect, yielding the highest statistical improvement and a very large effect size. When examined as single-method implementations, PBL produced higher learning gains than PJBL, indicating greater practical efficiency in developing problem-solving skills. These findings suggest that while PBL alone is an effective and efficient instructional approach, integrating PBL and PJBL provides a more comprehensive learning experience that maximizes problem-solving development in aviation vocational education. The study highlights the importance of aligning instructional strategies with the cognitive and operational demands of aviation training contexts.
Inisiasi Model Replikasi Child-Friendly Airport: Pemberdayaan Petugas Bandara Abdulrachman Saleh dalam Wisata Edukasi Penerbangan Maulana Anifa Silvia; Lady Silk Moonlight; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan Vol. 6 No. 2 (2026): Darmabakti: Jurnal Inovasi Pengabdian dalam Penerbangan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Penerbangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52989/darmabakti.v6i2.275

Abstract

The potential of regional airports as living laboratories for child-friendly educational tourism is often constrained by the readiness of front-line service personnel. This community service initiative aimed to enhance the understanding and capacity of 34 operational staff at Abdulrachman Saleh Airport, Malang, in facilitating aviation educational tourism. Utilizing a Participatory Action Research approach, the program was conducted through socialization, child-friendly interaction simulations, and Focus Group Discussions (FGDs). Data were evaluated using a 4-point scale assessment and qualitative thematic analysis. Quantitative results demonstrated program success, with a total average score of 3.52 (Good category). Attendance achieved the highest score (3.85), while practical simulation scored the lowest (3.47) due to psychological barriers in shifting from a rigid work demeanor to a flexible attitude. In conclusion, the program successfully transformed staff into non-formal educational agents. Program sustainability requires written SOPs to integrate aviation safety protocols with children's tour routes.
A Comparative Study of Problem-Based Learning and Project-Based Learning on Cadets’ Problem-Solving Skills in Vocational Aviation Education Parjan Parjan; Lady Silk Moonlight; Maulana Anifa Silvia; Faoyan Agus Furyanto; Ahmad Musadek; Anton Budiarto
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 11 No 1 (2026): Vol. 11 No. 1 (2026): Volume 11, Nomor 1, April 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v11n1.p29-39

Abstract

Problem-solving skills are essential competencies for vocational graduates in aviation education, where professional tasks are characterized by high risk, time pressure, and technological complexity. This study examined the effectiveness of Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PJBL), and a combined PBL–PJBL approach in improving the problem-solving skills of cadets at an Aviation Polytechnic in Surabaya. A quantitative method with a quasi-experimental design was employed. A total of 100 first-year cadets were selected through purposive sampling and assigned to four groups: PBL, PJBL, combined PBL–PJBL, and a control group. Data were collected using a validated and reliable questionnaire administered as pretest and posttest, and analyzed using one-way ANOVA, Tukey’s HSD post hoc test, and N-Gain analysis. The results indicate that all experimental learning models significantly improved cadets’ problem-solving skills compared to the control group. The combined PBL–PJBL model demonstrated the strongest overall effect, yielding the highest statistical improvement and a very large effect size. When examined as single-method implementations, PBL produced higher learning gains than PJBL, indicating greater practical efficiency in developing problem-solving skills. These findings suggest that while PBL alone is an effective and efficient instructional approach, integrating PBL and PJBL provides a more comprehensive learning experience that maximizes problem-solving development in aviation vocational education. The study highlights the importance of aligning instructional strategies with the cognitive and operational demands of aviation training contexts.