Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ONDTEL (ONDE-ONDE TELO), SEBUAH DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN IPOMOEA BATATAS (UBI JALAR) SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN KHAS DAERAH YANG DIKEMAS SECARA FUTURISTIC Puteri Noraisya Primandari; Nuril Esti Khomariah; Devan Raditya Gantara; Yulinda
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract East Java is one of the provinces with agricultural products contributing 11.5% of the total GRDP (Gross Regional Domestic Product) throughout 2021. According to the Agriculture Service compiled by the Central Statistics Agency in 2017, data shows that one of the sweet potato commodities has a harvestedarea of 10,028 Ha, with a productivity of 256.70 (Kw/Ha) and a total production of 257,414 tons. However, the abundance of sweet potato production in East Java is not equivalent to the diversification of processed sweet potato products with high selling power. In fact, one way to increase potential growth inthe region is to utilize commodities that are the driving sector of the economy to be developed intoleading sectors. Therefore, the purpose of community service will be focused on the use of diversifiedprocessed Ipomoea batatas products to support the creative economy in the leading sector in East Java byproviding opportunities for students to run entrepreneurship in the food sector. The service activities carried out will be guided by the Main Performance Indicators (IKU) published by the Ministry of Education and Culture, especially IKU 5, namely the work of lecturers used by the community and IKU2, where students gain experience outside of campus (entrepreneurship). Abstrak Jawa Timur adalah salah satu provinsi dengan hasil pertanian menyumbang 11.5% dari total PDRB(Produk Domestik Regional Bruto) sepanjang tahun 2021. Menurut Dinas Pertanian yang dihimpun olehBadan Pusat Statistik pada tahun 2017 didapatkan data bahwa salah satu komoditi ubi jalar memiliki Luas Panen sebesar 10.028 Ha, dengan produktivitas sebesar 256.70 (Kw/Ha) dan jumlah produksi mencapai 257.414 ton. Namun, berlimpahnya produksi ubi jalar di Jawa Timur tidak ekuivalen dengandiversifikasi produk olahan ubi jalar yang berdaya jual tinggi. Padahal, salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan potensi di daerah adalah dengan memanfaatkan komoditas yang menjadi sektor penggerak ekonomi untuk dikembangkan menjadi sektor unggulan. Oleh karena itu, tujuanpengabdian masyarakat akan dititik beratkan pada pemanfaatan diversifikasi produk olahan Ipomoeabatatas (Ubi Jalar) untuk mendukung ekonomi kreatif pada sektor unggulan di jawa timur dengan caramemberikan kesempatan mahasiswa untuk menjalankan kewirausahaan di bidang pangan. Kegiatanpengabdian yang dilakukan akan berpedoman pada Indikator Kinerja Utama (IKU) yang diterbitkan olehKemendikbud terutama IKU 5 yaitu hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat dan IKU2 yaitumahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus (berwirausaha).
MODEL KETAHANAN PANGAN BERKELANJUTAN BERBASIS SISTEM DINAMIS PADA KOMODITAS PADI DAN BAWANG MERAH DI DESA NGLINGGO Yulinda; Hery Murnawan
Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME) Vol. 6 No. 02 (2025): Journal Industrial Engineering and Management (JUST-ME)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/just-me.v6i02.130

Abstract

Penurunan produktivitas dan profitabilitas petani merupakan tantangan utama dalam system pertanian lokal, terutama akibat faktor usia petani, adaptasi teknologi, serta tekanan lingkungan seperti hama dan degradasi tanah. Penelitian ini bertujuan membangun model ketahanan pangan berkelanjutan menggunakan pendekatan system dinamis untuk mengevaluasi dampak faktor people dan planet terhadap produktivitas komoditas bawang merah dan padi di Desa Nglinggo, Kabupaten Nganjuk. Model dikembangkan menggunakan perangkat lunak STELLA 10.0.6 dan dianalisis melalui integrasi PLS-SEM, data lapangan, serta simulasi multi-skenario. Salah satu scenario yang diuji adalah pemupukan kombinatif NPK 750 kg/ha, pupuk cair organik 6 liter/ha, dan bokashi 10 ton/ha. Hasil menunjukkan bahwa petani dengan usia >56 tahun dan rendahnya adaptasi teknologi merupakan risiko personal dominan. Sementara itu, intensitas serangan hama dan penurunan kesuburan akibat pupuk kimia menjadi penghambat risiko aspek planet yang utama. Skenario intervensi menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 10-15% (bawang merah) dan 8-12% (padi), dengan penghematan biaya pupuk mencapai 30%. Nilai produktivitas ekuivalen dengan Rp 176.400.000/ha/musim untuk bawang merah dan Rp 25.000.000/ha/musim untuk padi. Tanpa intervensi, simulasi jangka Panjang memprediksi penurunan produktivitas 5-8% per tahun. Model ini dapat digunakan sebagai alat bantu perencenaan kebijakan berbasis bukti untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan system pangan lokal Kata kunci: sistem dinamis, ketahanan pangan, risiko pertanian