Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Teknik Pengemasan, Jenis Kemasan dan Kondisi Penyimpanan terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik pada Buah Apel Utari Yolla Sundari; Muh. Andis Hidayatullah; Fauziah Fiardilla
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai teknik pengemasan, jenis kemasan dan kondisi penyimpanan yang diberikan kepada komoditas pertanian terhadap kualitas dan mutu bahan yang meliputi sifat fisik (kekerasan) dan organoleptik (rasa, warna, tekstur). Jenis komoditas pertanian yang digunakan adalah buah apel. Perlakuan yang akan diberikan adalah perbedaan jenis kemasan, perbedaan teknik pengemasan dengan cara coating dan penyimpanan pada suhu dingin. Ada dua  jenis kemasan yang digunakan yaitu polyethylene (PE) dan polypropylene (PP), sedangkan untuk bahan coating digunakan yaitu dengan pati sitrat + CMC dan pati sitrat + kitosan. Setelah dilakukan pengamatan terhadap organoleptik didapatkan hasil penelitian bahwa pemberian coating pati sitrat+CMC yang dikemas dengan plastik PE memberikan nilai pada rasa, tekstur, dan warna yang lebih baik, yaitu secara berurutan 4,6 (normal); 4,4 (agak keras) dan 3,4 (cerah). Untuk hasil pada uji kekerasan yaitu coating memberikan hasil terkecil untuk nilai kekerasan, yaitu 8,4 (mm/g/s) yaitu coating pati sitrat+kitosan dan kemasan plastik PP, 9,04 (mm/g/s) untuk coating pati sitrat+CMC dan kemasan plastik PP serta 10,85 (mm/g/s) untuk tanpa coating dan kemasan PP.
The Optimum Parameter For Electrospinning of Nanofiber: Optimum Parameter For Electrospinning of Nanofiber Utari Yolla Sundari
Journal of Peat Science and Innovation Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Peat Science and Innovation: June 2023
Publisher : Center for Development of Science, Technology and Peatland Innovation (PPIIG), University of Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59032/jpsi.v2i1.8270

Abstract

Electrospun nanofiber is a nano-sized fiber that is formed using an electrospinning machine. The important parameters affecting the formation of electrospun nanofiber are: (1) the coating material, (2) process conditions (electrical, flow rate, and the distance between the syringe and the collector), and (3) environmental conditions (temperature and humidity). The experiment results showed that electrospinning optimum conditions are achieved at a flow rate of 5 ml/l, the electrical voltage of 6 kV, the distance between spinneret with the collector ranged from 8 to 10 cm, the ambient temperature of 25°C, and relative air humidity (RH) of 50%. Best concentration of PVA is 10-15%.
Batik Tambun Bungai Penciptaan Motif Lokal Untuk Kejatidirian Eknonomi Kreatif Kalimantan Tengah Nawung Asmoro Girindraswari; Utari Yolla Sundari; Muh.Andis Hidayatullah; Muhamad Romadoni
Journal of Management and Bussines (JOMB) Vol 6 No 1 (2024): Journal of Management and Bussines (JOMB)
Publisher : IPM2KPE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jomb.v6i1.8191

Abstract

This research aims to create local batik motif. This research was focused on creating local Tambun Bungai batik motifs for the creative economic identity of Central Kalimantan Province in supporting SDGs in regional development. This research uses a design creation approach that is implemented on fabric using a digital batik printing process. The design creation research methods involves the following steps. (1) identification (2) research (3) idea formulation (4) prototype (5) selection (6) implementation (7) evaluation. The results yield are typical Tambun Bungai batik which has its own uniqueness, inspired by the richness of the natural landscape, traditional art and has bold color patterns that convey a strong impression of the philosophical values ​​inherent in Central Kalimantan batik motifs as well as being an effective regional promotional media. Keywords: Batik, Dayak, Creative economy, Central Kalimantan
Pemberdayaan Komunitas Lokal Berwawasan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Benang Bintik Bermotif Fauna Khas Sabangau di Kalampangan Muh. Andis Hidayatullah; Nawung Asmoro Girindraswari; Utari Yolla Sundari; Muhamad Romadoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2694

Abstract

Kawasan wisata Taman Nasional Sabangau terletak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sebagai wisata andalan, kawasan ini merupakan habitat bagi flora dan fauna khas Kalimantan. Namun masyarakat sekitar wilayah ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan salah satunya adalah ekonomi. Pemberdayaan komunitas lokal berwawasan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui pelatihan pembuatan benang bintik bermotif fauna khas Sabangau yang diberikan kepada PKK Kalampangan diharapkan akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kreativitas masyarakat yang kemudian menjadi diproduksi menjadi salah satu produk ekonomi kreatif. Pelatihan pembuatan benang bintik yang telah dilakukan pada bulan Oktober diikuti oleh 15 peserta mendapatkan atensi dari masyarakat dan juga pihak Kelurahan Kalampangan. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan dari peserta setelah mengikuti pelatihan.