Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Teknik Pengemasan, Jenis Kemasan dan Kondisi Penyimpanan terhadap Sifat Fisik dan Organoleptik pada Buah Apel Utari Yolla Sundari; Muh. Andis Hidayatullah; Fauziah Fiardilla
Jurnal Penelitian UPR Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jptupr.v3i1.8352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh berbagai teknik pengemasan, jenis kemasan dan kondisi penyimpanan yang diberikan kepada komoditas pertanian terhadap kualitas dan mutu bahan yang meliputi sifat fisik (kekerasan) dan organoleptik (rasa, warna, tekstur). Jenis komoditas pertanian yang digunakan adalah buah apel. Perlakuan yang akan diberikan adalah perbedaan jenis kemasan, perbedaan teknik pengemasan dengan cara coating dan penyimpanan pada suhu dingin. Ada dua  jenis kemasan yang digunakan yaitu polyethylene (PE) dan polypropylene (PP), sedangkan untuk bahan coating digunakan yaitu dengan pati sitrat + CMC dan pati sitrat + kitosan. Setelah dilakukan pengamatan terhadap organoleptik didapatkan hasil penelitian bahwa pemberian coating pati sitrat+CMC yang dikemas dengan plastik PE memberikan nilai pada rasa, tekstur, dan warna yang lebih baik, yaitu secara berurutan 4,6 (normal); 4,4 (agak keras) dan 3,4 (cerah). Untuk hasil pada uji kekerasan yaitu coating memberikan hasil terkecil untuk nilai kekerasan, yaitu 8,4 (mm/g/s) yaitu coating pati sitrat+kitosan dan kemasan plastik PP, 9,04 (mm/g/s) untuk coating pati sitrat+CMC dan kemasan plastik PP serta 10,85 (mm/g/s) untuk tanpa coating dan kemasan PP.
EFEKTIFITAS MEDIA SIBELIUS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH TEORI DASAR MUSIK DI PRODI PENDIDIKAN SENDRATASIK UNIVERSITAS PALANGKA RAYA Hendro T.G Samosir; Yuliati Eka Asi; M. Ahsin Maulana; Muh. Andis Hidayatullah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19354

Abstract

Kurang optimalnya pengetahuan teori dasar mahasiswa khususnya dalam memainkan pola ritem. Masih banyak mahasiswa yang telah lulus mata kuliah teori musik dasar, tapi belum menguasai dasar-dasar bermusik. Memahami notasi merupakan ideal yang harus dilakukan dalam bermusik, memahami bentuk, nilai, dan juga nama dari notasi tersebut. Kekeliruan terhadap nama dan nilai notasi sering terjadi salah dipahami, karena memiliki hitungan atau nama bilangan pecahan. Hal ini bisa dijadikan indikator bahwa pembelajaran teori dasar musik masih belum optimal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian tersebut akan diringkas, dianalisis serta digambarkan untuk menjawab pertanyaan terkait efektifitas media sibelius untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah teori dasar music. Sasaran penelitian ini merupakan mahasiswa yang mengambil matakuliah teori music pada semester genap tahun ajaran 2022/2023 yang dimana terdiri dari 15 orang mahasiswa pada Program Studi Sendratasik FKIP Universitas Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian didapati bahwa mahasiswa sudah dapat memainkan pola ritem dengan baik dan benar secara langsung tanpa menggunakan software sibelius terlebih dahulu. Hal ini merupakan tujuan dari penelitian ini, dimana adanya peningkatan hasil belajar teori music dengan memanfaatkan efektivitas dari software Sibelius.
Benang Bintik: Batik Motif Babukung sebagai Pilar Ekonomi Kreatif Lamandau Nawung Asmoro Girindraswari; Muh. Andis Hidayatullah; Andi Arie Astuti; Hendro T.G. Samosir; Marrisa Aulia Mayangsari
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 7 No. 2 (2024): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/kaganga.v7i2.12707

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan ide konsep motif batik berupa visual, warna, ragam hias, pertunjukan dan nilai sejarah Babukung. Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode yang digunakan termasuk metode kreatif yang terdiri dari beberapa tahap; merumuskan kreasi ide motif Babukung, eksplorasi ide konsep, eksplorasi desain dan teknik, proses kreatif mewujudkan motif benang bintik, hasil kreatif motif benang bintik, termasuk analisis desain, kajian pasar, dan teknik produksi digital printing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan motif Babukung pada benang bintik tidak hanya memperkaya warisan budaya tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing produk lokal di pasar kreatif. Simpulan penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan strategi ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan mempromosikan pelestarian budaya di kabupaten Lamandau. Kata kunci: Benang Bintik, Festival Babukung, Lamandau.
Pemberdayaan Komunitas Lokal Berwawasan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Benang Bintik Bermotif Fauna Khas Sabangau di Kalampangan Muh. Andis Hidayatullah; Nawung Asmoro Girindraswari; Utari Yolla Sundari; Muhamad Romadoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v2i2.2694

Abstract

Kawasan wisata Taman Nasional Sabangau terletak di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sebagai wisata andalan, kawasan ini merupakan habitat bagi flora dan fauna khas Kalimantan. Namun masyarakat sekitar wilayah ini masih dihadapkan dengan berbagai permasalahan salah satunya adalah ekonomi. Pemberdayaan komunitas lokal berwawasan ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Melalui pelatihan pembuatan benang bintik bermotif fauna khas Sabangau yang diberikan kepada PKK Kalampangan diharapkan akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kreativitas masyarakat yang kemudian menjadi diproduksi menjadi salah satu produk ekonomi kreatif. Pelatihan pembuatan benang bintik yang telah dilakukan pada bulan Oktober diikuti oleh 15 peserta mendapatkan atensi dari masyarakat dan juga pihak Kelurahan Kalampangan. Hasil evaluasi juga menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan serta keterampilan dari peserta setelah mengikuti pelatihan.
Kajian Semiotika Body painting Motif Dayak dalam Seni Pertunjukan Multikontekstual Nawung Asmoro Girindraswari; Endah Yusma Pratiwi; Muh. Andis Hidayatullah; Nirena Ade Christy; Inthanni Suci Plodya; Duly Marseni; Nuor Gita
JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jpks.v11i1.39300

Abstract

This study aims to analyze the role of Dayak motif body painting in contemporary performance art, focusing on how these motifs function as a system of signs that convey symbolic meaning to the audience. The approach used is qualitative with Peirce's semiotic analysis, which divides signs into icons, indices, and symbols. Data were obtained through observations of the Dayak Opera Nyai Nyalong Apoi 3 performance and interviews with Dayak artists and cultural experts. The results of the study show that Dayak motif body painting not only serves as a decorative element but also as a symbolic text that enriches the dramaturgy of the performance. Although there are aesthetic changes in body painting, such as changes in color and technique, the symbolic meaning contained in each motif remains preserved, reflecting spiritual strength, social status, and the relationship between humans and nature. Body painting functions as an icon representing nature and specific powers, an index linking the wearer to social or spiritual status, and a symbol understood based on cultural consensus. The study also shows that the symbolic transformation of body painting remains relevant in contemporary performance art, despite the influences of modern cultural development. A deep cultural awareness is crucial to ensure that body painting remains an effective symbolic communication tool and does not reduce to merely a visual ornament.
A Visual Analysis Model Integrating Design Perspectives and Elements in Students’ Imaginative Drawings Muh. Andis Hidayatullah; Nawung Asmoro Girindraswari; Muhamad Romadoni; Muhammad Ahsin Maulana
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol. 10 No. 1 (2026): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNE 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/kk5c6j88

Abstract

This study examines how perspective and nirmana principles are integrated in imaginative drawings produced by Primary School Teacher Education (PGSD) students in visual arts learning. Previous discussions of students’ drawings in art education have often treated perspective as a technical matter and nirmana as a list of visual elements. This study addresses that limitation by positioning both concepts as an integrated visual literacy framework for reading spatial construction, compositional order, and pedagogical readiness among prospective elementary school teachers. A descriptive qualitative design was employed using visual artwork analysis, classroom observation, documentation, and literature study. Ten student artworks were selected through criterion-based purposive sampling because they represented diverse themes, visual complexity, and varied applications of perspective and nirmana. The analysis sheet was developed from perspective indicators, nirmana principles, and stages of art criticism, then strengthened through expert judgment and inter-rater discussion. The findings reveal three patterns of visual construction: narrative-spatial, decorative-dense, and thematic-symbolic. Students demonstrated strength in visual imagination, local themes, color exploration, rhythm, and thematic unity; however, they still showed weaknesses in horizon awareness, vanishing point consistency, scale relations, proportional accuracy, focal point, and visual hierarchy. The study proposes a Perspective-Nirmana Integration model as a conceptual contribution for analyzing imaginative drawings in visual arts learning. Pedagogically, the findings imply that PGSD visual arts instruction should connect imaginative exploration with systematic exercises in spatial representation, composition, visual hierarchy, and reflective critique.