Alfi Rahmi
UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kondisi Psikologis Anak Tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang Dian Permata; Linda Yarni; Alfi Rahmi; Hidayani Syam
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13672

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya fenomena bahwa anak tunggal cendrung pemurung, mencari perhatian, kurang percaya diri, kurang fleksibel, egosentris. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal dan Mengetahui penyebab terjadinya kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan populasi sebanyak 20 orang siswa yang berstatus anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang. Pada penelitian ini penelitian menggunakan teknik Total Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan jenis angket tertutup dan teknis analisis data menggunakan editing, coding, skoring. Data pada penelitian ini diambil 2 item yaitu untuk mengungkapkan emosi dan perasaan pada anak tunggal. Dan hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi Psikologis Anak Tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah ( MTI ) Canduang menunjukkan kondisi psikologisnya pada emosi (78,15%) dengan kategori baik, dan perasaan (78,85%) dengan kategori sangat baik. Dapat disimpulkan bahawa kondisi psikologis anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung dimana anak bisa mengenal kondisi psikologis nya dengan baik dan bisa mnengetahui bagaimana mereka mengatasi emosi dan perasaannya. Penyebab terjadinya kondisi psikologis aspek afektif anak tunggal di Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Candung di lihat dari perasaan dan emosinya dengan dua item yaitu positif dan negative, emosi item positif (72,6%) dengan kategori baik,emosi item negative ( 65,56%) dengan kategori baik,perasaan item positif (92,50%) denagn kategori sangat baik, perasaan dengan item negative (75.12%) dengan kategori baik bisa mengatasinya karena mereka sudah terbiasa tinggal bersama sehingga mereka sudah terlatih menjadi seperti anak yang lain. Kata Kunci: Kondisi Psikologis, Perasaan, Emosi
Peran Ninik Mamak Dalam Membimbing Perilaku Remaja Putus Sekolah di Jorong Durian Kamang Mudiak Kecamatan Kamang Magek Fitria Wilda Hayati; Alfi Rahmi; Iswantir M; Jasmienti Jasmienti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14148

Abstract

Perilaku adalah serangkaian tindakan yang dibuat individu, organisme, sistem, atau entitas buatan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri atau lingkungannya yang mencakup sistem atau organisme lain di sekitarnyaserta lingkungan fisik. Pembentukan kepribadian yang pertama kali terbentuk dari pengaruh lingkungan keluarga sebagai lembaga pertama pembentukan kepribadian seorang anak, setelah anak beranjak dari masa anak-anak ke masa dewasa, yakni masa remaja. Niniak Mamak merupakan salah satu tokoh yang berperan serta memiliki tugas dalam membina kepribadian remaja yang telah terbentuk sebelumnya dengan cara membimbig dan mengarahkan dari segi kognit if maupun afektif dan motorik remaja. Terdapat remaja di Jorong Durian Kamang Mudiak yang putus sekolah, duduk – duduk di kedai atau simpang jalan hingga larut malam, remaja yang masih sekolah pun mengikuti kegiatan remaja putus sekolah tersebut seperti mengabaikan ibadah sholat wajib, berkata – kata kotor, merokok, kurang sopan santun kepada orang yang lebih tua. Hal tersebut menyebabkan kurang komunikasinya remaja putus sekolah kepada keluarga maupun Ninik Mamak dan remaja yang putus sekolah pengangguran sering mengganggu kenyamanan warga dengan bunyi motor yang tidak standart. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian dengan pendekatan kualitatif yaitu prosedur penelitian yang diambil dari data deskriptif berupa kata kata tertulis atau lisan dari orang yang berprilaku yang dapat diamati. Informasi kuncinya adalah mamak kandung dari remaja putus sekolah ini. Sedangkan informasi pendukungnya yaitu orang tua dari remaja putus sekolah, serta remaja putus sekolah itu sendiri dengan alasan informan tersebut memiliki peranan yaitu sangat penting terhadap pembinaan kelengkapan data. Pemilihan informasi menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi dan wawancara. Setelah data terkumpul, penulis melakukan proses penganalisaan data menggunakan analisa deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diketahui bahwa ninik mamak telah memiliki peranan penting dalam membina kepribadian remaja di Jorong Durian Kamang Mudiak dan dapat mengembangkan kegiatan positif dalam mengendalikan perilaku remaja putus sekolah tersebut.
Pengaruh Strategi Informasi Terhadap Cultural Awareness Pada Siswa di SMPN 1 Pasaman Molina Eka Putri; Alfi Rahmi; Linda Yarni; Dodi Pasila Putra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini beranjak dari fenomena terdapatnya siswa yang kurang memahami akan kesadaran budaya, dimana terdapat siswa yang kurang memahami kesadaran akan budaya yang berbeda, hal itu menjadi baha ejekan atau tawaan semata bagi siswa, karena banyaknya perbedaan dari cara berbicara, gaya dan kebiasaan setiap suku budaya, serta siswa juga membuat kelompok-kelompok atau memilih-milih teman berdasarkan suku budaya yang dimilikinya. Adapun tujuan akan dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan strategi informasi terhadap cultural awareness di SMPN 1 Pasaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Pre Eksperimen model One Group Pretest Posttest Design, populasi adalah siswa kelas VII di SMPN 1 Pasaman, sedangkan sampel penelitian adalah 30 orang siswa yang terindikasi masalah kurangnya pemahaman cultural awareness berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil dari pretest, sehingga diberikan treatment berupa strategi informasi. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisa data menggunakan uji Wilcoxon yang mensyaratkan hipotesis diterima apabila nilai sig kecil dari 0,05 dan dibantu aplikasi SPSS versi 26. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon diketahui nilai sig. p-value sebesar 0,000 < ? (? = 0,05) yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Hasil perhitungan uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa strategi informasi dapat menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pemahaman cultural awareness di kelas VII.8 di SMPN 1 Pasaman. Kata Kunci: Strategi Informasi, Cultural Awareness
FAKTOR PENYEBAB PERILAKU AGRESIF SISWA MTsN 6 LIMA PULUH KOTA Musfita Maisi; Dodi Pasilaputra; Alfi Rahmi; Hidayani Syam
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17642

Abstract

Aggressive behavior among adolescents is one of the most common issues encountered in schools and has the potential to hinder students' social, emotional, and academic development. This phenomenon is still found among students at MTsN 6 Lima Puluh Kota, where aggressive behavior appears in both verbal and physical forms. This study aimed to describe the factors causing aggressive behavior among students at MTsN 6 Lima Puluh Kota. The research employed a qualitative approach with a descriptive research design. Informants were selected using purposive sampling and consisted of students, guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and the Vice Principal for Student Affairs. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation, technique triangulation, and time triangulation. The findings revealed that students' aggressive behavior was influenced by two main categories of factors, namely internal and external factors. Internal factors consisted of beliefs, genetic or family parenting patterns, emotions, and personality. Among these, beliefs and emotional instability were identified as the most dominant factors contributing to aggressive behavior. External factors included imitation, family environment, and community environment, with the family environment emerging as the strongest external influence. Inharmonious family communication, limited parental attention, and negative social interactions were found to contribute significantly to the development of aggressive behavior. The study concludes that aggressive behavior is the result of interactions between internal and external factors. Therefore, collaboration among schools, families, and communities is essential to create a supportive environment that can prevent and reduce aggressive behavior among students.
KEPUASAN SISWA DALAM MENGIKUTI LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) NEGERI 1 V KOTO KAMPUNG DALAM Suci Yandhini; Dodi Pasilaputra; Alfi Rahmi; Hidayani Syam
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 03 (2026): Volume 12 No. 03, September 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i03.17872

Abstract

This study was motivated by the importance of individual counseling services in helping students overcome personal, social, and academic problems. The quality of services provided by school counselors is one of the main factors influencing students' satisfaction with counseling services. This study aimed to describe students' satisfaction with individual counseling services at SMP Negeri 1 V Koto Kampung Dalam. A qualitative descriptive approach was employed. The participants consisted of four students as key informants, along with the counseling coordinator, a school counselor, and the vice principal for student affairs as supporting informants, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. Data credibility was ensured through source triangulation. The findings indicate that, in general, students were satisfied with the individual counseling services they received. Their satisfaction was reflected in the counselors' reliability, responsiveness, empathy, and ability to create a safe and comfortable counseling environment. The counseling services also helped students better understand themselves, reduce emotional burdens, and make more appropriate decisions in dealing with their problems. However, the positive changes experienced by students were not always sustained over time, indicating the need for continuous follow-up and regular evaluation to improve the effectiveness of individual counseling services in schools