Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

GAMBARAN SOSIALISASI PETUGAS KESEHATAN TENTANG PROGRAM JKN OLEH BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA MANADO Haezer, Sepang Megel Eben; Maramis, F .R.Raymond; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya untuk mewujudkan derajat kesehatan yang lebih baik pemerintah membuat program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang merupakan bagian dari program Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib (mandatory) berdasarkan UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) ini telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2014 dan diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan yang telah ditetapkan oleh UU No 24 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran Sosialisasi Petugas Kesehatan Tentang Program JKN oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Di Puskesmas Sario  Kota Manado Sulawesi Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, tempat penelitian dilaksanakan di Puskesmas Sario, Puskesmas Bahu, Puskesmas karombasan Kota Manado Sulawesi utara, Penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus Informan dalam penelitian ini berjumlah 7 orang, terdiri dari Kepala Puskesmas Sario , Kepala Puskesmas Bahu , Kepala Puskesmas Karombasan, Petugas Badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) kesehatan, pasien/pengunjung puskesmas sario, pasien/pengunjung puskesmas bahu, pasien/pengunjung puskesmas ranotana. Hasil penelitian pada pelaksanaan sosialisasi program JKN di puskesmas sario telah dilaksanakan tetapi tidak maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas bahu sudah cukup baik, metode pelaksanaan sosialisasi dilakukan dengan cara perseorangan/individu saat pasien berobat, namun metode ini belum maksimal, pelaksanaan sosialisasi program JKN di Puskesmas Ranotana sudah cukup baik, dalam hal ini pelaksanaan sosialisasi dilakukan kepada pasien yang datang ke puskesmas maupun pasien yang berkunjung ke posyandu, sosialisasi juga dilakukan oleh petugas promkes melalui pon link (penyuluhan sambil jalan), media sosial dan juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui kerja sama lintas sektor (lurah dan kepala lingkungan). Kata Kunci : sosialisasi, program JKN ABSTRACTEfforts to realize a better degree of health the government created a National Health Insurance Program (JKN) which is part of the National Social Security System (SJSN) program and used a mandatory social health insurer mechanism (mandatory) based on LAW No. 40 year 2004 on National Social Security System (SJSN). This National Social Security system (SJSN) has been implemented since 1 January 2014 and is held by the health insurance provider that has been established by LAW No. 24 of year 2011. The purpose of this research is to know the description of health officer socialization about JKN Program by social Security administering Agency (BPJS) health in Puskesmas area Sario, Bahu and Ranotana Weru Kota Manado North Sulawesi. This research is a qualitative research, where the research is conducted in Sario Puskesmas, shoulder Puskesmas, Puskesmas of the city of Manado North Sulawesi, the research will be held in June-August Informan in this study amounted to 7 people, consisting of Sario Head Health Center, Head Health Center, Head Health Center Karombasan, officers of Social Security provider (BPJS) healthcare, patients/visitors Sario Puskesmas, patients/visitors shoulder puskesmas, patient/visitor health care. The results of the research on the implementation of JKN program socialization in Sario has been implemented but not maximums, implementation of socialization of JKN program in shoulder health clinic is good enough, the method of socialization implementation is done by individual/individuals when patients have medication, but this method is not maximal, implementation of the socialization of JKN program in Ranotana Puskesmas is good enough, in this case the implementation of socialization is done to patients who come to health centers and patients visiting Posyandu, socialization is also conducted by promkes officers through a pound link (counseling on the road), social media and also socialize the community through cross-sector cooperation Keywords: Socialization, JKN program
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS DI SMP NEGERI 6 MANADO Sumangkut, Vena Isabela; Raule, Jean H.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang dihadapi hingga saat ini. Remaja merupakan sasaran utama untuk memberikan informasi pesan-pesan kesehatan tentang penyakit ini.  Tingginya angka penderita dapat memungkinan masih akan bertambahnya kasus bila tidak dilakukan penyebaran informasi guna menambah pengetahuan seseorang. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada Pelajar diharapkan dapat mempu meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit ini dan dapat membantu dalam mengurangi kasus di kemudia hari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Negeri 6 Manado. Metode Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experiment, dengan rancangan pre-test dan post-test one group design. Populasi yakni seluruh Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 6 Manado yang berjumlah  191 Peserta Didik. Sampel yaitu 66 peserta didik yang ditentukan mengunakan rumus Slovin. Instrument penelitian ini yakni kuisioner, leaflet, poster dan alat tulis menulis. Analisi data menggunakan uji Paired t test. Hasil Penelitian untuk pre-test dan post-test setelah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan dengan selisih nilai mean sebesar 10,97 dan ada pengaruh penyuluhan dengan nilai p value = 0,000 (α<0,05). Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan Peserta didik SMP Negeri 6 Manado Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, HIV/AIDS ABSTRACTHIV / AIDS is still a global health problem faced today. Teenagers are the main target to provide information on health messages about this disease. The high number of sufferers may increase the number of cases if information dissemination is not carried out to increase one's knowledge. Health education conducted to students is expected to be able to increase their knowledge about this disease and can help in reducing cases later. The purpose of this study is to analyze the effect of health promotion on HIV / AIDS in SMP Negeri 6 Manado. The research method used is the type of research used using quasi-experimental methods or Quasi Experiment, with pre-test and post-test one group design. The population is all students of class VIII SMP Negeri 6 Manado, amounting to 191 students. The sample is 66 students who were determined using the Slovin formula. The instruments of this study were questionnaires, leaflets, posters and writing instruments. Data analysis uses Paired t test. Research Results for pre-test and post-test after counseling there is a difference with the difference in the mean value of 10.97 and there is the influence of counseling with p value = 0,000 (α <0.05). Health education has an effect on increasing the knowledge of students of SMP Negeri 6 Manado, Keywords: Health Education, Knowledge, HIV / AIDS
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENYAKIT HIV/AIDS DI SMP NEGERI 6 MANADO Sumangkut, Vena Isabela; Raule, Jean H.; Mandagi, Chreisye K.F
KESMAS Vol 9, No 4 (2020): VOLUME 9, NOMOR 4, JULI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang dihadapi hingga saat ini. Remaja merupakan sasaran utama untuk memberikan informasi pesan-pesan kesehatan tentang penyakit ini.  Tingginya angka penderita dapat memungkinan masih akan bertambahnya kasus bila tidak dilakukan penyebaran informasi guna menambah pengetahuan seseorang. Penyuluhan kesehatan yang dilakukan kepada Pelajar diharapkan dapat mempu meningkatkan pengetahuan mereka tentang penyakit ini dan dapat membantu dalam mengurangi kasus di kemudia hari. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menganalisis Pengaruh Promosi Kesehatan tentang Penyakit HIV/AIDS di SMP Negeri 6 Manado. Metode Penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian yang digunakan menggunakan metode eksperimen semu atau Quasi Experiment, dengan rancangan pre-test dan post-test one group design. Populasi yakni seluruh Peserta Didik kelas VIII SMP Negeri 6 Manado yang berjumlah  191 Peserta Didik. Sampel yaitu 66 peserta didik yang ditentukan mengunakan rumus Slovin. Instrument penelitian ini yakni kuisioner, leaflet, poster dan alat tulis menulis. Analisi data menggunakan uji Paired t test. Hasil Penelitian untuk pre-test dan post-test setelah dilakukan penyuluhan terdapat perbedaan dengan selisih nilai mean sebesar 10,97 dan ada pengaruh penyuluhan dengan nilai p value = 0,000 (α<0,05). Penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan Peserta didik SMP Negeri 6 Manado Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan, Pengetahuan, HIV/AIDS ABSTRACTHIV / AIDS is still a global health problem faced today. Teenagers are the main target to provide information on health messages about this disease. The high number of sufferers may increase the number of cases if information dissemination is not carried out to increase one's knowledge. Health education conducted to students is expected to be able to increase their knowledge about this disease and can help in reducing cases later. The purpose of this study is to analyze the effect of health promotion on HIV / AIDS in SMP Negeri 6 Manado. The research method used is the type of research used using quasi-experimental methods or Quasi Experiment, with pre-test and post-test one group design. The population is all students of class VIII SMP Negeri 6 Manado, amounting to 191 students. The sample is 66 students who were determined using the Slovin formula. The instruments of this study were questionnaires, leaflets, posters and writing instruments. Data analysis uses Paired t test. Research Results for pre-test and post-test after counseling there is a difference with the difference in the mean value of 10.97 and there is the influence of counseling with p value = 0,000 (α <0.05). Health education has an effect on increasing the knowledge of students of SMP Negeri 6 Manado, Keywords: Health Education, Knowledge, HIV / AIDS
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK MASYARAKAT DESA TREMAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS KAUDITAN Sekarini, Retno D.; Mandagi, Chreisye K.F; Rahman, Asep
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan puskesmas adalah penggunaan puskesmas sebagai prioritas utama masyarakat ketika mencari pengobatan ataupun pelayanan kesehatan. Beberapa faktor karakteristik masyarakat yang mempengaruhi pemanfaatan puskesmas yaitu tingkat pendidikan, status pekerjaan dan pendapatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui apakah terdaoar hubungan antara karakteristik masyarakat Desa Treman dengan pemanfaatan Puskesmas Kauditan. Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Dilaksanakan di Desa Treman Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara pada bulan Agustus-September 2020. Populasi berjumlah 708, sampel berjumlah 88 responden. Penentuan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan metode proposional, selanjutnya pengambilan sampel secara simple random sampling. Alat ukur adalah kuesioner online (google form). Analisis data menggunakan uji statistic chi-square dengan nilai α = 0,05. Presentase responden pendidikan lanjut 68,1%, pendidikan dasar 31,9%. Presentase responden tidak bekerja 22,8%, bekerja 77,2%. Presentase responden pendapatan tinggi 78,4%, pendapatan rendah 21,6%. Hasil uji statistic chi-square terhadap hubungan tingkat pendidikan dengan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value= 0.013, terhadap hubungan status pekerjaan dengan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value= 0.454, terhadap hubungan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas diperoleh nilai p value= 0.006,. Kesimpulannya terdapat hubungan tingkat pendidikan dan pendapatan dengan pemanfaatan puskesmas Kauditan Kabupaten Minahasa Utara dan tidak terdapat hubungan status pekerjaan dengan pemanfaatan puskesmas Kauditan Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. Saran dari penelitian ini Puskesmas harus terus memberikan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat melalui program-program pembangunan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, agar supaya masyarakat tau bahwa pentingnya memperhatikan kesehatan. Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pendapatan, Pemanfaatan Puskesmas ABSTRACTUtilization of puskesmas is the use of puskesmas as the top priority of the community when seeking treatment or health services. Some of the characteristics of the community that influence the use of the puskesmas are education level, employment status and income. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between the characteristics of the Treman Village community and the use of the Kauditan Community Health Center. This study used an analytic survey method with a cross-sectional approach. Held in Treman Village, Kauditan District, North Minahasa Regency in August-September 2020. The population was 708, the sample was 88 respondents. Determination of the sample using non probability sampling technique with proportional method, then sampling by simple random sampling. The measuring tool is an online questionnaire (google form). Data analysis used the chi-square statistical test with a value of α = 0.05. Percentage of respondents continued education 68.1%, basic education 31.9%. The percentage of respondents not working 22.8%, working 77.2%. The percentage of respondents with high income is 78.4%, low income is 21.6%. The results of the chi-square statistical test on the relationship between the level of education and the utilization of the health centers obtained p value = 0.013, for the relationship between work status and the utilization of the health centers, the value of p value = 0.454 was obtained. The conclusion is that there is a relationship between the level of education and income with the utilization of the Kauditan Puskesmas in North Minahasa Regency and there is no relationship between employment status and the utilization of the Kauditan Puskesmas, Kauditan District, North Minahasa Regency. Suggestions from this research are Puskesmas must continue to provide health service efforts to the community through health development programs and community empowerment, so that people know the importance of paying attention to health. Keywords: Education, Employment, Income, Utilization of Puskesmas
Hubungan antara Faktor Organisasi dan Tenaga Kesehatan dengan Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Selama Masa Pandemi Covid-19 Kota Manado Nelwan, Melisa M.; Korompis, Grace E.C; Mandagi, Chreisye K.F
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/42p8vt24

Abstract

yanan kesehatan di Puskesmas ialah suatu sistem yang efektif dalam mencapai tujuan pada bentuk struktur organisasi puskesmas maupun mekanisme yang berperan dalam kelancaraan pelayanan, selama masa pandemi covid-19 organisasi dipuskesmas diarahkan untuk mengubah alur pelayanan, jam operational puskesmas, penggunaan masker secara benar, prosedur pencegahan yang lebih ketat dan juga pada batasan pada jumlah pasien atau pendamping pasien pada saat melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan. Penelitian memiliki tujuan untuk melihat dan mengetahui korelasi antara faktor organisasi dan tenaga kesehatan dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah selama masa pandemi covid-19 di Kota Manado. Metode dalam penelitian adalah desain penlitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study dilaksanakan di Puskesmas Paniki Bawah pada bulan Mei 2022. Teknik pengambilan sampel yang dipergunakan ialah purposive sampling dengan jumlah sampel sebesar 200 orang. Pengolahan data memakai uji chi-square. Hasilnya diperoleh adanya kaitan antara faktor organisasi dengan pelayanan kesehatan selama masa pandemi covid-19 dengan P value 0,002 sehingga nilai p < 0,05 dan ada hubungan antara tenaga kesehatan dengan pelayanan kesehatan selama masa pandemi covid-19 dengan P value 0,000 sehingga nilai p < 0,05. Kesimpulan terdapat hubungan antara faktor organisasi dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 dan terdapat hubungan antara tenaga kesehatan dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19.