Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S.
Unknown Affiliation

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONDISI FISIK RUMAH DAN KEPADATAN HUNIAN DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN SINDULANG 1 KECAMATAN TUMINTING KOTA MANADO Ibrahim, Amelita; Joseph, Woodford B.S.; Malonda, Nancy S.H.
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan atas atau bawah biasanya menular dan sering terjadi pada anak. Tingkat mortalitas ISPA sangat tinggi pada bayi dan anak-anak. Kejadian ISPA pada balita di Puskesmas Tuminting perkiraan penumonia 22 balita dan kesukaran bernafas 10 balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi fisik rumah dan kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada anak balita di kelurahan Sindulang 1 Kecamatan Tuminting Kota Manado pada tahun 2018. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang diambil 100 responden dari 345 populasi. Variabel yang diteliti yaitu luas ventilasi, jenis lantai, kepadatan hunian dan kejadian ISPA. Analisis data menggunakan uji chi square dan fisher exact test. Nilai koefisien dalam penelitian ini yaitu (α) 0,05, Sehingga jika nilai (p value) dari hasil uji statistik lebih dari nilai α maka variabel tersebut tidak berhubungan sebaliknya jika nilai (p value) kurang dari nilai α maka variabel tersebut berhubungan. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian ISPA p= 0,000, tidak terdapat hubungan antara jenis lantai dengan kejadian ISPA p=0,801, dan tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA p=0,531. Kesimpulan : Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian ISPA pada anak balita, tidak terdapat hubungan antara jenis lantai dengan kejadian ISPA pada anak balita dan tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian ISPA pada anak balita. Saran : Disarankan Puskesmas Tuminting memberikan penyuluhan tentang penyakit ISPA.Kata Kunci : Ventilasi, Lantai, Kepadatan Hunian, ISPAABSTRACTBackground : Acute Respiratory Infections (ARI) is upper or lower respiratory tract diseases is usually contagious and common in children. The mortality rate of ARI is very high in infants and children. The incidence of ARI in infants at Puskesmas Tuminting estimated 22 toddlers penumonia and difficulty breathing 10 toddlers. Purposes : The study aimed to determine the relationship among the physical condition of house and the density of occupancy with the incidence of ARI in children under five in Kelurahan Sindulang 1 Kecamatan Tuminting Kota Manado on 2018. Method : The type of this study was survey analytical by cross sectional design. The number of samples taken 100 respondents from 345 population. The variables studied were ventilation area, floor type, occupancy density and ARI occurrence. The data analysis was done using chi square and fisher exact test. Coefficient value in this research that is (α) 0,05, So if the value (p value) of the statistical test results more than the value of α then the variable is not related otherwise if the value (p value) is less than the value of α then the variable is related. Result : The results showed that there was a relationship between ventilation area with ARI occurrence p = 0,000, there was no correlation between floor type and incidence of ARI p = 0,801, and there is no relationship between the density of occupancy with the incidence of ARI p = 0,531. Coclusion : From this results of research can be concluded that there is a relationship between ventilation area with the incidence of ARI in children under five, there is no relationship between the type of floor with the incidence of ARI in children under five and there is no relationship between the density of occupancy with the incidence of ARI in children under five. Suggestion : To proposed the Puskesmas Tuminting could be given provide counseling about ARI dieases.Keywords : Ventilation, Floor, Occupancy Density, ARI
HUBUNGAN ANTARA KETERSEDIAAN JAMBAN KELUARGA DAN SISTEM PEMBUANGAN AIR LIMBAH RUMAH TANGGA DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI DESA RAANAN BARU KECAMATAN MOTOLING BARAT KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sengkey, Aprilia; Joseph, Woodford B.S.; Warouw, Finny
KESMAS Vol 9, No 1 (2020): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare atau dalam bahasa sehari-hari disebut menceret adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau fesesnya memiliki kandungan air berlebihan. Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit diare dan diantaranya yaitu faktor lingkungan yang seperti sarana air bersih, pembuangan kotoran manusia, saluran pembuangan air limbah, perumahan (kondisi rumah), dan kebersihan diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu, Menganalisis hubungan antara ketersediaan jamban keluarga dan sistem pembuangan air limbah rumah tangga dengan kejadian diare pada balita usia 24-59 bulan di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan.Penelitian ini menggunakan menggunakan pendekatan cros sectional study. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah total populasi yaitu 51 orang. Penelitian ini menggunakan kuesioner, kemudian diolah menggunakan uji statistik dengan menggunakan uji Fisher Exact (a=0,05; CI;95%) Hasil terdapat hubungan antara ketersedian jamban keluarga dengan kejadian diare (p-value 0,024) dan terdapat hubungan antara ketersediaan sistem pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita (p-value 0,008).Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara ketersedian jamban dan sistem pembuangan air limbah dengan kejadian diare pada balita usia 24-59 bulan di Desa Raanan Baru Kecamatan Motoling Barat Kabupaten Minahasa Selatan. Kata Kunci : Diare, Jamban, Sistem Pembuangan Air Limbah ABSTRACKDiarrhea or in everyday language is called dragging is a disease in which the patient experiences continuous bowel stimulation and feces or feces have excessive water content. There are many factors that cause diarrhea and some of them are environmental factors such as clean water facilities, human waste disposal, sewerage, housing (housing conditions), and personal hygiene. The purpose of this study is to analyze the relationship between the availability of family toilets and household wastewater disposal systems with the incidence of diarrhea in children aged 24-59 months in Raanan Baru Village, West Motoling Subdistrict, South Minahasa District. This study uses a cross sectional study approach. The number of samples in this study were a total population of 51 people. This study uses a questionnaire, then processed using statistical tests using the Fisher Exact test (a = 0.05; CI; 95%) The results show that there is a relationship between the availability of family latrines with the incidence of diarrhea (p-value 0.024) and there is a relationship between the availability of sewage systems and the incidence of diarrhea in infants (p-value 0.008). The conclusion of this study is that there is a relationship between the availability of latrines and sewage systems with the incidence of diarrhea in toddlers aged 24-59 months in Raanan Baru Village, West Motoling District, South Minahasa Regency. Keywords : Diarrhea, Latrines, Waste Water Disposal Systems
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PT. HUTAMA KARYA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL MANADO-BITUNG TAHUN 2018 Saliha, Jovi; Joseph, Woodford B.S.; Kalesaran, Angela F.C.
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internasional Labour Organization (ILO), menyatakan tiap tahun terjadi kecelakaan 250 juta kasus lebih ditempat kerja. Karna tingginya resiko kecelakaan pada proyek konstruksi, sehingga penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) penting untuk digunakan. untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi ditempat kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja pembangunan jalan tol Manado-Bitung PT.Hutama Karya. Metode penelitian ini menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Objek dalam penelitian ini diambil secara keseluruhan atau total sampling. Hasil penelitian menunjukan 81,8% pekerja menggunakan APD dan 87,3% pekerja memiliki pengetahuan baik  serta 83,6% pekerja memiliki sikap baik. Hasil uji Fisher Exact tentang pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD terdapat nilai ρ = 0,016 dan untuk sikap dengan kepatuhan penggunaan APD terdapat nilai ρ = 0,006. Berdasarkan data hasil uji menunjukan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembangunan jalan tol serta terdapat hubungan antara sikap dengan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja pembangunan jalan tol. Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Kepatuhan, Alat Pelindung Diri ABSTRACTThe Internasional Labour Organization (ILO) states that every year 250 million more cases of accidents occur in the workplace. The amount of risk workplace accidents on the project construction then the use of Personal Protective Equipment (PPE) is important to use to minimize work accidents. The purpose of this research is to analyze the correlation between knowledge and attitude with compliance to using personal protective equipment at workers construction toll road of Manado-Bitung PT.Hutama Karya. This research uses observational analytic methods with a cross sectional approach. The object of thid research was taken by total sampling. The result of the study are 81,8% of workers using PPE, 87,3% of workers have good knowledge and 83,6% of workers have a good attitude. Fisher Exact Test result for knowledge and compliance to using personal protective equipment ρ value = 0,016 and for attitude with compliance to use PPE ρ value = 0,006. Based on the result concluded that there is a correlation between knowledge and compliance to use PPE at worker construction of toll road and there is a correlation between attitude with compliance to using the personal protective equipment at worker construction of toll road. Keywords: Knowledge, Attitude, Compliance, Personal Protective Equipment.
GAMBARAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERCHIA COLI PADA SAYUR KEMANGI PELENGKAP MAKANAN LALAPAN DI RUMAH MAKAN DI KELURAHAN TUMINTING KOTA MANADO Duhupo, Dewinta; Joseph, Woodford B.S.; Sumampouw, Oksfriani J.
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan adalah salah satu jenis usaha jasa pangan yang bertempat disebagian atau seluruh bangunan yang permanen dilengkapi dengan peralatanan dan perlengkapan untuk proses pembuatan, penyimpanan, penyajian dan penjualan makanan dan minuman bagi umum ditempat usahanya. Makanan yang telah dicemari oleh bakteri seperti Eschercia Colisetelah dikonsumsi biasanya menimbulkan gejala-gejala seperti muntah-muntah, demam, sakit perut, gejala terjadi 4-12 jam yang memberi kesan langsung pada lapisan usus dan menyebabkan peradangan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa banyak bakteri Escherchia coli pada pada sayur kemangi pelengkap makanan lalapan di rumah makan di Kelurahan Tuminting Kota Manado.Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksploratif.Populasi dalam penelitian ini adalah sayur kemangi dan berjumlah 6 sampel.Penelitian dilakukan menggunakan Uji Laboratorium. Hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh sampel sayur kemangi pelengkap makanan lalapan dirumah makan di kelurahan tuminting kota manado, mengandung bakteri Escherichia colisebanyak ˂ 3 APM/gram. Sebagai saran, Perlu adanya perhatian dari pemerintah tentang makanan-makanan yang sudah mengandung bahan berbahaya untuk dikonsumsi dan perlu dilakukan pengawasan dan juga sidak di setiap rumah makan yang ada di Manado agar dapat mencegah penjualan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Kata Kunci: Eschercia Coli, Sayur Kemangi, Rumah Makan Abstract Restaurant is one type of food service business which is located in part or all permanent buildings equipped with equipment and equipment for the process of making, storing, serving and selling food and drinks for the public at their place of business. Foods that have been contaminated by bacteria such as Eschercia Coli after consumption usually cause symptoms such as vomiting, fever, abdominal pain, symptoms occur 4-12 hours which give a direct impression on the intestinal lining and cause inflammation. The purpose of this study was to determine how many Escherchia coli bacteria in basil vegetables complemented fresh vegetables at a restaurant in Tuminting Village, Manado City.This type of research is exploratory research. The population in this study was basil vegetables and amounted to 6 samples. The study was conducted using Laboratory Tests. The results of the study stated that the entire sample of basil vegetables supplemented with fresh food at a restaurant in the tuminting urban village of Manado, contained Escherichia colis as much as ˂ 3 APM / gram. As a suggestion, there needs to be attention from the government about foods that already contain hazardous ingredients for consumption and needs to be monitored and also inspected at every restaurant in Manado in order to prevent the sale of foods containing hazardous ingredients.Keyword: Eschercia Coli, Basil, Restaurant
GAMBARAN SANITASI LINGKUNGAN PESISIR DI DESA WATULINEY KECAMATAN BELANG KABUPATEN MINAHASA TENGGARA TAHUN 2021 Tolondang, Andre Stif; Joseph, Woodford B.S.; Sumampouw, Oksifriani J.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sanitasi lingkungan adalah usaha mengendalikan semua faktor fisik lingkungan manusia yang mungkin menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik kesehatan dan daya tahan hidup manusia. Perumahan sehat merupakan tempat berkumpul bagi semua anggota keluarga dan menghabiskan sebagian besar waktunya, sehingga kondisi kesehatan perumahan dapat berperan sebagai media penularan penyakit diantara anggota keluarga atau tetangga sekitarnya. Penyediaan air bersih merupakan air yang layak dikonsumsi oleh manusia setelah dilakukan pengolahan dan memiliki kualitas. Metode yang digunakan yaitu deskriptif  observasional. Sampel yang digunakan sebanyak 40 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa kondisi jamban responden memenuhi syarat 60%, tidak memenuhi syarat 28%, penyediaan air bersih responden memenuhi syarat 85%, tidak memenuhi syarat 15%, dan sanitasi rumah sehat responden memenuhi syarat 52.5%  tidak memenuhi syarat 47.5%. Simpulan dalam penelitian ini yaitu kondisi jamban sehat, penyediaan air bersih, dan sanitasi rumah sehat berada dalam kategori memenuhi syarat. Saran dalam penelitian adalah diharapkan untuk edukasi pentingnya menjaga kondisi sanitasi rumah sehat dan lingkungan. Kata Kunci : Sanitasi Lingkungan, Perumahan Sehat, Penyediaan Air Bersih. \ABSRACTEnvironmental sanitation is an effort to control all physical factors of the human environment which may cause adverse effects on the physical development of health and human survival. Healthy housing is a gathering place for all family members and spends most of their time, so that the health conditions of the housing can act as a medium for disease transmission among family members or neighbors. The provision of clean water is water that is fit for human consumption after processing and has quality. The method used is descriptive observational. The sample used was 40 respondents. The results of the research indicated that the condition of the respondent's latrine fulfills the 60% requirement, 28% does not meet the requirements, the respondent's clean water supply meets the 85% requirement, does not meet the 15% requirement, and the respondent's healthy home sanitation meets the 52.5% requirement does not meet the requirements 47.5% . The conclusion of this research is that the condition of healthy latrines, clean water supply, and healthy home sanitation are in the eligible category. Suggestions in the research are expected to educate the importance of maintaining a healthy home and environmental sanitation conditions.                                                     Keywords : Environmental Sanitation, Healthy Housing, Clean Water Provision
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE DENGAN KELUHAN GANGGUAN KULIT DI ASRAMA PUTRA SMA KRISTEN 2 (BINSUS) TOMOHON Timpal, Greita M.S.; Joseph, Woodford B.S.; Akili, Rahayu H.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan kulit merupakan hal yang sering dijumpai karena semua orang beresiko terkena gangguan kulit. Gangguan kulit bisa terjadi secara tidak terduga. Seseorang yang terkena gangguan kulit dapat mengalami gejala yang beragam, mulai dari ringan sampai berat bergantung pada penyebabnya. Gejala yang biasanya muncul yaitu ada tanda kemerahan dan rasa gatal pada kulit. Ada berbagai faktor penyebab terjadinya gangguan kulit antara lain  personal hygiene yang kurang baik dan tempat tinggal yang padat penghuni seperti di asrama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan antara Personal Hygiene dengan Keluhan Gangguan Kulit di Asrama Putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitan ini yaitu survei analitik dengan desain study cross sectional (potong lintang) yang dilaksanakan pada Agustus-Oktober 2020 dengan sampel adalah 87 responden yang sudah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dengan analisis penelitian menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α=0.05. Berdasarkan hasil penelitan di asrama putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon maka didapatkan hasil yaitu nilai p=0,000 dengan nilai kemaknaan α=0,05. Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan antara personal hygiene dengan keluhan gangguan kulit di Asrama Siswa Putra SMA Kristen 2 (Binsus) Tomohon. Kata Kunci : personal hygiene, gangguan kulit                  ABSTRACTSkin disorder is a phenomenon that is very common since everyone is prone to it. Skin disorder could happen unexpectedly. A person exposed to it may experience various symptoms mild or severe depending on what caused it. Symptoms that usually appear on people suffering from skin diseases are itching and redness of the skin. Various factors may incur skin disorder, some example are deficient personal hygiene and densely populated dwellings environment such as in dormitories. The main purpose of this research is to identify the connections between Personal Hygiene and complaints of skin disorders within male dormitory of SMA Kristen 2 Tomohon. The methods used in this research are analytic survey with cross-sectional study design which was held from August to October 2020. Sample size is 87 respondents who have met the criteria of inclusion and exclusion. Sampling technique is through purposive sampling and analysis done by Chi-Square test with α=0.05. Based on the research that has been carried out, the value p=0.000 was obtained with significance value α=0.05. In conclusion, connections were found between Personal Hygiene and complaints of skin disorders within male dormitory of SMA Kristen 2 Tomohon.Keywords: personal hygiene, skin disorder
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Logam Berat Cadmium (Cd) pada Masyarakat Sekitar Sungai yang Mengonsumsi Ikan Nilem (Ostoechillus Vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Girikallo, Grace Glory; Joseph, Woodford B.S.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai di Desa Bakan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk membuang air limbah dari kegiatan rumah tangga dan kegiatan penambangan emas. Kegiatan tersebut akan menyebabkan pencemaran air sungai di Desa Bakan dan berdampak pada organisme air dan kesehatan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini merupakan analisis risiko kesehatan lingkungan paparan lingkungan paparan logam berat Cadmium pada masyarakat sekitar sungai yang mengonsumsi ikan nilem (Ostoechillus vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif menggunakan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) sebagai metodenya. Responden pada penelitian ini berjumlah 73 orang dengan sampel ikan nilem yang diambil langsung dari 3 titik di aliran Sungai Desa Bakan berjumlah 3 ekor. Analisis logam berat Cadmium dilakukan dengan prosedur Atomic Absorption Spectrophometer (AAS). Berdasarkan penelitian ini didapatkan, nilai rata rata konsentrasi Cadmium pada ikan nilem ialah 0,0067 mg/kg. Hasil analisis pada durasi pajanan dengan proyeksi waktu 30 tahun yang akan datang untuk non karsinogenik menunjukkan 73 responden (100%) memiliki nilai RQ < 1 sehingga bisa dikatakan tidak berisiko terhadap penyakit non karsinogenik dalam 30 tahun ke depan. Penduduk dianjurkan untuk mengontrol konsumsi ikan yang ditangkap di sungai dikarenakan Sungai Desa Bakan telah tercemar berbagai jenis logam berat sehingga jika dikonsumsi oleh masyarakat bisa berdampak bagi kesehatan. Kata Kunci           : Ostoechillus vittatus, Cadmium, ARKL, Sungai Desa Bakan
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Logam Berat Cadmium (Cd) pada Masyarakat Sekitar Sungai yang Mengonsumsi Ikan Nilem (Ostoechillus Vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Girikallo, Grace Glory; Joseph, Woodford B.S.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sungai di Desa Bakan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk membuang air limbah dari kegiatan rumah tangga dan kegiatan penambangan emas. Kegiatan tersebut akan menyebabkan pencemaran air sungai di Desa Bakan dan berdampak pada organisme air dan kesehatan masyarakat.Tujuan dari penelitian ini merupakan analisis risiko kesehatan lingkungan paparan lingkungan paparan logam berat Cadmium pada masyarakat sekitar sungai yang mengonsumsi ikan nilem (Ostoechillus vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini ialah penelitian deskriptif menggunakan analisis risiko kesehatan lingkungan (ARKL) sebagai metodenya. Responden pada penelitian ini berjumlah 73 orang dengan sampel ikan nilem yang diambil langsung dari 3 titik di aliran Sungai Desa Bakan berjumlah 3 ekor. Analisis logam berat Cadmium dilakukan dengan prosedur Atomic Absorption Spectrophometer (AAS). Berdasarkan penelitian ini didapatkan, nilai rata rata konsentrasi Cadmium pada ikan nilem ialah 0,0067 mg/kg. Hasil analisis pada durasi pajanan dengan proyeksi waktu 30 tahun yang akan datang untuk non karsinogenik menunjukkan 73 responden (100%) memiliki nilai RQ < 1 sehingga bisa dikatakan tidak berisiko terhadap penyakit non karsinogenik dalam 30 tahun ke depan. Penduduk dianjurkan untuk mengontrol konsumsi ikan yang ditangkap di sungai dikarenakan Sungai Desa Bakan telah tercemar berbagai jenis logam berat sehingga jika dikonsumsi oleh masyarakat bisa berdampak bagi kesehatan. Kata Kunci           : Ostoechillus vittatus, Cadmium, ARKL, Sungai Desa Bakan
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Paparan Logam Berat Arsen (As) pada Masyarakat Sekitar Sungai yang Mengonsumsi Ikan Nilem (Ostoechillus Vittatus) dari Sungai Desa Bakan Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow Liono, Viona Velia; Joseph, Woodford B.S.; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 11, No 2 (2022): VOLUME 11, NOMOR 2, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah-limbah dari kegiatan penambangan emas yang dilakukan oleh masyarakat semuanya mengarah ke aliran sungai Desa Bakan sungai ini masih digunakan masyarakat untuk beberapa aktifitas salah satunya memancing ikan, salah satu ikan yang paling sering didapatkan adalah ikan nilem (Osteochilus vittatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko non karsinogenik paparan arsen pada masyarakat yang mengonsumsi ikan nilem (Osteochilus vittatus) dari sungai Desa Bakan dalam 30 tahun mendatang. Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan menggunakan metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL).. Sampel manusia sebanyak 73 responden dan pengambilan sampel megunakan purposive sampling. Sampel makanan yaitu ikan nilem (Ostoechillus vittatus) yang diambil pada 3 titik dan dianalisis di laboratorium dengan metode Anatomic Absorption Spectrophotometer (ASS). Hasil penelitian menunjukan konsentrasi arsen pada ikan nilem yang tertinggi adalah 2,28 mg/kg. terendah adalah 0,20 mg/kg, dan konsentrasi rata-rata. adalah 0,9967 mg/kg. Nilai rata-rata tingkat risiko (RQ) adalah 1,2679, RQ terendah adalah 0,1437 dan untuk nilai RQ tertinggi adalah 4,1942. Perhitungan tingkat risiko (RQ) Non Karsinogenik untuk paparan Lifetime di peroleh hasil bahwa terdapat 41 responden (56,2%) memiliki RQ <1 menyatakan tingkat risiko aman dan 32 responden (43,8%) lainnya memilki RQ >1 yang artinya berisiko terhadap penyakit non karsinogenik akibat logam arsen (As)  dalam waktu 30 tahun mendatang.  Kata Kunci: ARKL, Arsen, Ikan Nilem (Ostoechillus vittatus)   
Uji Kualitas Mikrobiologi Es Batu pada Rumah Makan di Lingkungan Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado Boimau, Lingkan R.H.; Umboh, Jootje M.L.; Joseph, Woodford B.S.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/t7wha060

Abstract

Es batu menjadi pelengkap pada minuman dan dianggap tidak mengandung bakteri apapun di dalamnya. Es batu yang disajikan dalam minuman haruslah berasal dari bahan baku air yang layak dikonsumsi dan memenuhi standarisasi kesehatan menurut Permenkes No.492 Tahun 2010. Yang dimana, tidak mengandung parameter mikrobiologi atau tidak mengandung bakteri Coliform Total dan Escherichia coli yang melebihi ambang batas 0 MPN/100 ml Jikapun es batu terbuat dari sumber air mentah maka menyebabkan penyakit gastroentritis pada konsumen (Sulistiawati, 2021). Tujuan Penelitian ini adalah Mengetahui Kualitas Mikrobiologi es batu pada rumah makan di lingkungan kampus Universitas Sam Ratulangi Manado berdasarkan indikator cemaran Coliform total dan Escherichia coli. Metode dalam penelitian ini yaitu metode-deskriptif berbasis laboratorium, yang dilaksanakan pada bulan April-September 2023 di Lingkungan Kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Populasi dan sampel pada penelitian ini 10 rumah makan yang ada di lingkungan kampus Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua es batu yang diambil dari 10 rumah makan positif mengandung Coliform Total (100%) dan Escherichia coli (1%).